Ini 10 Topik Utama Hari Ketiga WEF Davos

Ini 10 Topik Utama Hari Ketiga WEF Davos
World Economic Forum (WEF). ( Foto: Guardian )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 23 Januari 2020 | 11:06 WIB

Davos, Swiss, Beritasatu.com - Pada hari ketiga penyelenggaran Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) ke-50 hingga Rabu malam waktu setempat atau Kamis pagi WIB (23/1/2020), berikut ringkasan sejumlah momen utama mulai masa depan Eropa yang berjuang menyelamatkan lautan sampai tips karier pendiri Alibaba, Jack Ma serta Pangeran William dari Inggris yang bericara tentang kesehatan mental.

1. Selandia Baru memiliki anggaran kesejahteraan baru.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern meluncurkan pendekatan baru untuk mengelola keuangan negaranya. "Kita perlu membahas kesejahteraan masyarakat bangsa kita, bukan hanya kesejahteraan ekonomi," katanya dalam diskusi di Davos tentang produk domestik bruto (PDB).

Mulai 2019 Selandia Baru menghadirkan "anggaran kesejahteraan" untuk mengukur dampak jangka panjang kebijakan pemrintahnya terhadap kualitas kehidupan masyarakat.

Jaga Elite Dunia di Davos, Anggaran Sniper dan Tentara Rp 127 M

Secara praktis, angka kemiskinan anak akan disajikan pada setiap anggaran. Tanggung jawab akan berada pada menteri untuk menunjukkan bagaimana proposal pengeluaran akan bermanfaat bagi warga.

2. Jack Ma beri tips pada pengusaha muda
20 tahun sejak mendirikan raksasa perdagangan raksasa online dunia, Alibaba tahun 1999, Jack Ma memberikan saran kepada para pengusaha muda global yang berkumpul di Davos 2019.

Ma membuka sesi dengan menjawab pertanyaan apakah dia menghadapi ketakutan atau keraguan selama membangun Alibaba.

"Tentu saja saya takut dan ragu. Tapi saya percaya akan menang.

"Dalam bisnis, saya tidak pernah khawatir tentang persaingan, tidak pernah khawatir tentang tekanan. Jika Anda khawatir tentang tekanan, jangan menjadi pengusaha. Jika Anda menciptakan nilai, ada peluang," kata Ma.

Di Davos, John Riady Sebut Omnibus Law Berpotensi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Apa yang membuat Jack Ma tidak tidur di malam hari? "Jika aku tidak tidur nyenyak, masalahnya masih ada di sana. Jika aku tidur, aku punya peluang lebih baik untuk melawannya."

3. Shinzo Abe berbicara 4 hal
Dalam Pidato Khususnya, Perdana Menteri Abe berbicara tentang empat hal yakni keberhasilan pemerintahnya menyuntikkan harapan ke dalam ekonomi Jepang. Kedua, pada pertemuan G20 mendatang di Osaka, Abe akan berbicara jalur baru untuk melihat tata kelola data di bawah naungan WTO.

Ketiga, inisiatif Jepang untuk mencegah dampak perubahan iklim melalui inovasi lingkungan. Terakhir, mengembalikan komitmen Jepang pada perjanjian perdagangan bebas baru termasuk TPP11 yang baru-baru ini diberlakukan dan EPA-UE Jepang.

4. HRH Duke of Cambridge berbicara kesehatan mental
Pangeran William dari Inggris menggambarkan bagaimana pekerjaannya sebagai pilot ambulans udara memicu kesulitan kesehatan mentalnya sendiri.

"Kamu berurusan dengan anak-anak yang benar-benar sakit, orang tua, tetapi ada sesuatu yang berkaitan dengan hidupmu sendiri dan itu membuatmu melewati batas," katanya.

Dia juga berbicara tentang mentalitas dalam budaya Inggris, yang mendorong orang untuk menekan kesulitan emosional.

5. Apa tantangan Eropa ke depan?
Para pemimpin Jerman, Italia dan Spanyol masing-masing menawarkan pandangan yang berbeda tentang masa depan Eropa ketika mereka menyampaikan pesan kepada para peserta di Davos.

"Rasa putus asa menyebar," kata Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte. "Bahkan kelas menengah menghadapi kemiskinan. Semua orang merasa bahwa hari esok akan lebih buruk dari hari ini," kata Perdana Menteri.

Conte mengusulkan beberapa intervensi mendesak untuk menyembuhkan luka sosial, termasuk pendapatan warga negara dan fleksibilitas usia pensiun.

Sementara Kanselir Jerman Angela Merkel mengambil pandangan yang lebih optimistis, menunjuk fakta bahwa dunia adalah tempat yang jauh lebih baik. Kemiskinan yang jauh lebih sedikit daripada pada tahun 1971. Dia mendesak orang-orang untuk berpikir di luar kepentingan nasional yang sempit. Dia juga ingin mereformasi lembaga-lembaga global dengan tujuan untuk mencapai solusi.

"Aku berdiri di sini di hadapanmu sebagai seseorang yang sepenuhnya percaya pada tatanan internasional," kata Kanselir Merkel.

Sementara Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez memulai pidatonya dengan memperingatkan bahwa kita berada dalam bahaya jika melupakan pelajaran krisis keuangan 2008. Tema utama pesannya adalah mengingat bahwa ekonomi harus selalu melayani rakyat.

6. Tiongkok sebut setiap orang harus mendapat manfaat globalisasi 4.0
Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan mengatakan di Davos bahwa kepentingan dan masa depan Tiongkok terkait erat dengan kepentingan dunia.

"Sambil mengembangkan diri, Tiongkok juga ingin bekerja dengan semua negara demi pembangunan dan masa depan bersama bagi umat manusia," tambahnya.

Di era Globalisasi 4.0, Wang Qishan mengatakan bahwa negara-negara harus bekerja sama, untuk menyelesaikan masalah dunia. "Menanggapi masalah dan tantangan di dunia saat ini masyarakat internasional perlu membuat analisis yang dan mendalam, dan yang lebih penting, mengambil tindakan kolektif.

"Negara-negara harus terus maju dengan reformasi struktural, mencapai keseimbangan yang tepat antara kesetaraan dan efisiensi, mengadopsi langkah-langkah kebijakan yang efektif untuk mencegah memburuknya ketimpangan pendapatan dan menangkis dampak teknologi baru dan persaingan pasar, sehingga semua orang berdiri untuk mendapatkan keuntungan dari perkembangan yang berkelanjutan," kata dia.

7. Brasil, Peru dan Kolombia mengakui pemimpin oposisi Venezuela sebagai presiden sementara
Dalam sebuah pernyataan singkat di Davos, Brasil, Peru dan Kolombia mengakui pemimpin oposisi Venezuela sebagai presiden sementara, setelah deklarasi sebelumnya dari Presiden AS Donald Trump.

8. Kondisi lautan saat ini
"Kami memiliki keadaan darurat global yang penuh," kata mantan Wakil Presiden AS Al Gore dalam sesi Taking Action for the Ocean.

Kami mengeluarkan ikan, memasukkan plastik, dan memasukkan panas juga.

"Lautan, bagi banyak orang tidak terpikirkan', kata pendiri Salesforce Marc Benioff.

Namun ada banyak masalah seperti pengasaman, pemutihan karang, dan penambangan dasar laut yang perlu diselesaikan.

Sementara CEO REV Ocean Nina Jensen mengatakan, jika semua orang tahu seberapa serius masalah ini, maka semua akan menjadi aktivis. "Kita perlu meningkatkan pemahaman tentang lautan dan mengubahnya menjadi solusi," tambahnya.

Semua panelis sepakat bahwa belum terlambat untuk bertindak. "Tidak ada yang bisa melakukan segalanya, tetapi semua orang bisa melakukan sesuatu," kata Jensen.

"Pertama, gunakan suaramu," katanya.

9. Globalisasi 4.0
10. Bagaimana kota dapat melawan perubahan iklim
"Kota berada di garis depan menyikpai perubahan iklim," kata Robert Muggah, pendiri dan direktur penelitian Institut Igarapé.

Secara virtual setiap kota di planet ini merasakan dampak perubahan iklim seperti meningkatnya suhu, polusi, dan kenaikan permukaan air laut. Hampir setiap kota saat ini merasakan panas.



Sumber: WEF