Wabah Virus Korona Bisa Picu Lonjakan Permintaan Sarung Tangan

Wabah Virus Korona Bisa Picu Lonjakan Permintaan Sarung Tangan
Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia, Ridwan Goh. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. Mark Dynamics Indonesia )
Parluhutan Situmorang / Lona Olavia / PAR Kamis, 23 Januari 2020 | 14:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mewabahnya virus korona di Tiongkok bisa mendongkrak volume penjualan cetakan sarung tangan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) tahun ini.

Berdasarkan data jumlah orang yang terinfeksi virus baru ini telah meningkat tiga kali lipat dalam sepekan. Disebutkan sebanyak empat dari 200 orang meninggal dunia di pusat kota Wuhan, Beijing, Shanghai, dan Guangdong sepekan terkahir.

Dirut Mark Dynamics Ridwan Goh mengatakan, Tiongkok belum memiliki penggunaan sarung tangan yang tinggi per kapita, dibandingkan dengan negara-negara maju dengan tingkat kesadaraan tentang kesehatan sudah lebih tinggi.

“Apabila wabah ini berkepanjangan, maka permintaan sarung tangan secara global akan meningkat secara tajam dan akan menguntungkan Mark Dynamics sebagai pemasok 35% pangsa pasar cetakan sarung tangan karet di dunia,” ujarnya melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Rabu (23/1/2020).

Perkiraan kenaikan volume permintaan juga didasarkan atas kondisi serupa pada 2003 yang berimbas terhadap peningkatan permintaan cetakan sarung tangan global. Saat itu, ungkap tim riset CGS-CIMB, permintaan sarung tangan global meningkat dari 12% menjadi 16%. “Kami yakin bahwa virus ini akan memberikan dampak kesadaran kesehatan yang lebih tinggi, terutama di negara-negara berkembang dan akan mendorong permintaan sarung tangan,” tambah Ridwan Goh.

World Health Organisation (WHO) sebelumnya telah menggelar rapat darurat untuk membahas virus corona yang telah memicu kecemasan karena dikaitkkan dengan virus menyerupai severe acute respiratory syndrome (SARS) yang sebelumnya menewaskan hampir 800 orang di 37 negara pada tahun 2002 dan 2003.

Hingga kuartal III-2019, Mark Dynamics berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp 65,49 miliar atau naik 11,32%, dibandingkan periode sama tahun 2018 sebesar Rp 58,83 miliar. Peningkatan laba komprehensif ini sejalan dengan kenaikan penjualan sebesar 11,13% menjadi Rp 267,21 miliar, dibandingkan periode kuartal III-2018 sebesar Rp 240,44 miliar.

Ridwan Goh juga mengungkapkan, ekspor berkontribusi sebesar 94,02% terhadap total penjualan perseroan hingga kuartal III- 2019 dan sisanya sebesar 5,98% pasar domestik. Perseroan juga mencatat pertumbuhan penjualan ekspor sekitar 9,98% hingga kuartal III-2019, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Sementara konstribusi pasar ekspor pada triwulan III tahun 2018 mencapai 95,10% dari total penjualan. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan berhasil meningkatkan nilai penjualan ekspor sekaligus meningkatkan pasar baru domestik.



Sumber: Investor Daily