Jurnalis Asing Ditahan Imigrasi, Ini kata Anggota Komisi III

Jurnalis Asing Ditahan Imigrasi, Ini kata Anggota Komisi III
Ilustrasi ( Foto: adweek.com )
/ WBP Kamis, 23 Januari 2020 | 16:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Langkah Imigrasi Indonesia menangkap dan menahan Philip Jacobson, jurnalis asal Amerika Serikat (AS) portal tentang lingungan hidup Mongabay.com di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dinilai sudah tepat.

”Undang-undangnya sudah tegas. Sekarang proses hukumnya harus dijalani dulu. Setelah menjalani pemidanaan, bisa dilakukan upaya deportasi,” ujar Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu, dalam keterangannya Kamis (23/1/2020).

Masinton Pasaribu mengatakan, berdasarkan Undang-Undang No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Pasal 122 mengatur bahwa setiap orang asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal, dapat dipidana maksimal lima tahun dan denda Rp 500 juta.

Menurut politikus PDIP ini, pengawasan terhadap orang asing di Indonesia harus konsisten dikakukan oleh petugas Imigrasi di setiap wilayah NKRI.

Senada dengan Masinton, anggota Komisi III DPR lainnya, Rano Alfath mengatakan, Imigrasi harus lebih waspada terhadap masuknya setiap wisatawan atau pekerja asing ke Indonesia. Karena itu, jika ada dugaan penyalahgunaan visa, maka perlu dilakukan tindakan tegas. "Imigrasi harus lebih teliti terhadap wisatawan asing atau pekerja asing yang datang. Dalam penggunaan visanya harus benar-benar teliti," kata politikus PKB ini.

Menurutnya, kalau memang ada yang menyalahgunakan visa maka otoritas negara harus tegas, baik soal penyalahgunaannya maupun masa berlakunya. ”Kalau masa berlakunya memang sudah habis ya harus dideportasi. Kalau menyalahgunakan wewenang visanya ya harus tegas,” kata Rano Alfath.

Diketahui, Philip Jacobson (30) pertama kali diperiksa pada 17 Desember 2019 setelah menghadiri sidang antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah dengan cabang Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), kelompok advokasi hak adat terbesar di Indonesia.

Dia telah melakukan perjalanan ke kota tersebut tidak lama setelah memasuki Indonesia dengan visa bisnis untuk serangkaian pertemuan. Pada hari ia akan pergi, otoritas imigrasi menyita paspornya, menginterogasinya selama empat jam dan memerintahkannya untuk tetap di kota sambil menunggu penyelidikan.

Pada 21 Januari 2020, lebih dari sebulan kemudian, Jacobson secara resmi ditangkap dan ditahan. Dia menghadapi tuduhan melanggar Undang-Undang iImigrasi 2011 dan hukuman penjara hingga lima tahun. Dia sekarang ditahan di fasilitas penahanan di Palangkaraya.



Sumber: BeritaSatu.com