Digitalisasi Dorong Daya Saing Pasar Tradisional

Digitalisasi Dorong Daya Saing Pasar Tradisional
Ilustrasi pasar tradisional. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / FER Kamis, 23 Januari 2020 | 16:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Digitalisasi pasar tradisional diharapkan dapat diterapkan. Langkah tersebut bertujuan agar pasar tradisonal mampu bersaing dengan keberadaan ritel modern.

APPSI Dukung Pemprov Jatim Bangun Pasar Induk

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga, mengatakan, digitalisasi pasar tradisional nantinya akan meningkatkan daya saing. Sistem pembayaran menjadi salah satu sektor yang akan didorong dalam rencana digitalisasi pasar tradisional.

"Digitalisasi pembayaran cashless (non-tunai) dan juga soal pelatihan dan event yang bisa membuat pasar ini semakin terproteksi dan bisa bersaing dengan pasar modern seperti pasar ritel saat ini," kata Jerry di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Jerry menyatakan, Kementerian Perdagangan (Kemdag) memang mendukung pembentukan pasar digital. Pasar tradisional menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat yang tak mungkin ditinggalkan.

Pemkot Surabaya Diminta Perhatikan Pedagang Pasar

Di sisi lain, Kemdag dan pihak terkait lainnya juga melakukan revitalisasi pasar secara fisik. Seluruh wilayah di Indonesia, bakal mendapatkan perhatian. Jerry mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima 
Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

Ketua Umum APPSI, Ferry Juliantono mengatakan, Presiden memang mengusulkan adanya digitalisasi pasar. Penjual dan pembeli dapat bertransaksi melalui aplikasi daring.

"Tadi disarankan oleh Presiden, kita harus sekarang ngebut juga untuk jangan ragu-ragu menggunakan aplikasi online (daring) untuk bisa menjual barang-barang dari pedagang-pedagang pasar, melayani online untuk masyarakat," kata Ferry.

Ferry menambahkan, digitalisasi kemungkinan diterapkan di 2.600 pasar atau sekitar 20 persen dari total 13.000 pasar di seluruh Indonesia. DKI Jakarta telah menggunakan aplikasi yang diberi nama Digipas atau digital pasar.

"Masyarakat bisa datang ke pasar juga bisa kita layani, kita kirim barangnya ke rumah," ungkap Ferry.



Sumber: Suara Pembaruan