Kempupera Tuntaskan Pembangunan 16 Rusun di Jateng

Kempupera Tuntaskan Pembangunan 16 Rusun di Jateng
Ilustrasi Rusunawa (Foto: Istimewa)
Muawwan Daelami / FER Jumat, 24 Januari 2020 | 15:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Rumah Susun (Rusun) sebagai infrastruktur pendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) telah selesai dibangun. Hal ini diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata bagi santri dan mahasiswa dalam menimba ilmu.

Kempupera Siapkan Rusun Bagi Warga Terdampak Normalisasi

Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Khalawi Abdul Hamid, mengatakan, pembangunan rusun bertujuan membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk memiliki rumah layak huni.

"Pada tahun 2015-2018, Kempupera melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyediaan Perumahan, juga telah membangun Rusun sebanyak 728 tower dengan total 44.893 unit, dan di tahun 2019 sebanyak 137 tower atau 6.873 unit Rusun. Sehingga total rumah susun yang dibangun pada 2015-2019 menjadi 865 tower atau 51.766 unit," ujar Khalawi dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Sementara itu, di Provinsi Jawa Tengah (Jateng), pada 2019 Kempupera juga telah meresmikan tujuh rusun sewa (Rusunawa) yang diperuntukkan bagi Mahasiswa Berpenghasilan Rendah (MBR) dan pelajar/mahasiswa.

Bangun Hunian Ekonomis, Perumnas Bidik Pekerja di Karawang

Masih di provinsi yang sama, pada tahun 2017-2019, sambung Khalawi, juga dibangun 16 rusun yang terdiri dari 8 rusun Santri Pondok Pesantren, 3 rusun mahasiswa, 1 rusun ASN/Polri, dan 4 rusun untuk MBR.

Seluruh rusun yang dibangun dilengkapi fasilitas dasar seperti jaringan air bersih, sanitasi dan listrik. Selain itu, setiap kamar juga telah dilengkapi dengan meubelair.

"Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Kempupera tidak hanya bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi, namun juga untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai fokus utama pemerintah," tandas Khalawi.



Sumber: Investor Daily