Khofifah Sebut Jatim Siap Bersinergi dengan Dekopin

Khofifah Sebut Jatim Siap Bersinergi dengan Dekopin
Ketua umum Dekopin Nurdin Halid dan jajaran pimpinan periode 2020-2024 saat diterima oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di rumah dinasnya, di Surabaya, Kamis (23/1/2020). ( Foto: Dok )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 24 Januari 2020 | 16:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memberikan dukungan terhadap kepemimpinan Nurdin Halid di Dewan Koperasi Indoneesia (Dekopin) periode 2020-2024. Menjadi tuan rumah Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Dekopin adalah salah satu bentuk dukungan Khofifah.

“Ibu Gubernur menerima kami dalam suasana penuh kekeluargaan. Banyak hal yang kami perbincangkan mulai program strategis Dekopin, kerja sama dengan Pemprov Jatim untuk pemberdayaan ekonomi rakyat, hingga gerakan koperasi di Jawa Timur,” ungkap Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid saat melakukan kunjungan silaturahmi dan diterima Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di kediaman dinas gubernur di Surabaya, Kamis (23/1/2020).

Dalam keterangan yang diterima redaksi Jumat (24/1/2020), Nurdin Halid menjelaskan bahwa pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur bertujuan menjajaki Jawa Timur sebagai tuan rumah Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) pada tahun 2021. “Ibu Gubernur tanya, apakah ada agenda nasional Dekopin dalam waktu dekat. Saya bilang Rapimnas pada Februari 2020. Beliau langsung bilang, Jawa Timur siap menjadi tuan rumah rapimnas tersebut," ujar Nurdin Halid.

Selain menyampaikan rencana kegiatan di Jawa Timur, Nurdin Halid juga membahas permasalahan gerakan koperasi di Jawa Timur. Nurdin Halid menyampaikan proses dan hasil Munas Dekopin yang sah yang diselenggarakan di Makassar, 11-14 November 2019. “Setelah mendengar pemaparan kami, Ibu Gubernur menyayangkan sikap Dekopinwil dan Dekopinda Jawa Timur yang tidak mengakui hasil Munas yang sah sesuai Anggaran Dasar," tandas Nurdin Halid.

Gubernur Khofifah berjanji akan membantu menyelesaikan masalah gerakan koperasi di Jawa Timur. Saat itu juga Khofifah memerintahkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Purnomo untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Diskusi menarik lainnya dalam pertemuan sekitar dua jam tersebut ialah kerja sama program untuk memperbanyak lapangan kerja guna menyelesaikan masalah pengangguran serta pemberdayaan ekonomi rakyat melalui koperasi.

Semenara Khofifah menyambut baik perubahan mendasar itu dan siap bekerja sama dengan Dekopin. Ia berharap Dekopin berkiprah lebih kuat lagi untuk membangun ekonomi rakyat.

Khofifah juga menyatakan optimistis koperasi akan menjadi kekuatan baru jika mampu melibatkan generasi milenial yang kreatif, inovatif, dan dinamis. Dia meminta Nurdin Halid dan jajarannya untuk semakin gencar melibatkan generasi milenial dalam pengembangan koperasi.

“Koperasi harus dibangkitkan dengan melibatkan kaum milenial karena saat ini mereka membutuhkan wadah usaha bersama. Pelaku UMKM dan IKM juga perlu diwadahi dalam usaha bersama koperasi agar mereka semakin kuat dalam era persaingan global. Karena itu, saya senang orientasi baru Dekopin yaitu kolaborasi bisnis dan teknologi agar koperasi menjadi pelaku usaha yang sehat, besar, dan kuat,” ujar Khofifah.

Sejauh ini, Khofifah melakukan gebrakan memberdayakan ekonomi masyarakat Jawa Timur dengan mengandalkan koperasi. Ia juga menekankan betapa pentingnya koperasi bertransformasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak di era digital.

“Saya merasa banyak mendapatkan kesempatan belajar koperasi melalui Dekopin. Saya tak pernah lelah mempromosikan koperasi sebagai sistem ekonomi berkeadilan yang menyejahterakan secara berkelanjutan. Saya bersyukur mempunyai pengalaman cukup banyak bersama Dekopin ketika menimba ilmu koperasi sampai ke luar negeri ke Jepang, Tiongkok, Meksiko, hingga Inggris,” ujar Khofifah, Wakil Ketua Umum Dekopin era kepemimpinan Nurdin Halid periode 2010-2014.



Sumber: BeritaSatu.com