Said Abdullah Dorong Peleburan Asabri dan Taspen ke BPJS Ketenagakerjaan Dipercepat

Said Abdullah Dorong Peleburan Asabri dan Taspen ke BPJS Ketenagakerjaan Dipercepat
MH Said Abdullah ( Foto: Istimewa )
Alexander Madji / AMA Jumat, 24 Januari 2020 | 21:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Badan Anggaran DPR, MH Said Abdullah mendorong percepatan pengalihan Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) dan Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) ke BPJS Ketenagakerjaan. Tujuannya, selain untuk menyelamatkan kedua lembaga tersebut, juga untuk memperkuat keberadaan BPJS Ketenagakerjaan, baik dari sisi aset maupun sumber daya lainnya.

“Yang paling penting saya kira, perlu ada audit terhadap kondisi BPJS Ketenagakerjaan terlebih dahulu, apakah dalam kondisi sehat atau tidak. Audit ini juga sebagai trigger apakah percepatan pengalihan ini dilakukan sebelum 2029 atau melihat kondisi masing-masing lembaga,” katanya dalam pernyataan tertulis kepada Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Menurut Said, proses peleburan ini harus dilakukan secara hati-hati dan trasnparan, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

“Tentu, kita tidak ingin kasus Jiwasraya ini merembet ke Taspen dan Asabri yang juga mengelola dana nasabah khususnya pensiunan yang jumlahnya triliunan rupiah,” tegasnya.

Proses peleburan Asabri dan Taspen ke BPJS Ketenagakerjaan, jelas politisi PDI Perjuangan asal Jawa Timur itu, sudah masuk dalam program peta jalan (roadmap) pemerintah. Rencananya, pengalihan ini tuntas pada 2029. Hal ini sesuai dengan amanat pasal 65, ayat (1) dan (2), Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011.

Menurut Said, waktu sembilan tahun lagi itu terlalu lama. Ia pun berharap proses peleburan dipercepat. Apalagi Indonesia mempunyai succes story saat peleburan Jamsostek dan PT Askes pada 1 Januari 2014.

“Saya kira, pengalaman berharga ini bisa menjadi model peleburan lembaga kepada lembaga baru yang sudah masuk kedalam road map, terutama yang sudah diamanahkan oleh konstitusi,” ucapnya.



Sumber: Suara Pembaruan