Bursa Saham AS Tertekan Kekhawatiran Virus Korona

Bursa Saham AS Tertekan Kekhawatiran Virus Korona
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele )
/ WBP Sabtu, 25 Januari 2020 | 07:43 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa saham Amerika serikat (AS) Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (25/1/2020), setelah dilanda aksi jual di tengah kekhawatiran wabah virus korona.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 170,36 poin atau 0,58 persen, menjadi berakhir di 28.989,73 poin. Indeks S&P 500 merosot 30,07 poin atau 0,90 persen, menjadi ditutup di 3.295,47 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 87,57 poin atau 0,93 persen, menjadi berakhir di 9.314,91 poin.

Ketiga indeks saham utama AS berubah negatif dengan S&P 500 mengalami penurunan persentase satu hari terbesar dalam lebih dari tiga bulan setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengonfirmasi kasus kedua virus di AS, di Chicago.

S&P 500 dan Dow berakhir di minggu terburuk sejak Agustus dan Nasdaq mengakhiri kenaikan enam minggu berturut-turut.

Pelaku pasar mengawasi perkembangan virus korona, yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dianggap sebagai "keadaan darurat di Tiongkok" yang kini telah menewaskan 26 orang dan menginfeksi lebih dari 800 orang pada Tahun Baru Imlek.

"Pasar tidak suka ketidakpastian dan virus sudah cukup untuk menyuntikkan ketidakpastian di pasar," kata Kepala investasi di Lenox Wealth Advisors David Carter, di New York.

Tetapi beberapa analis percaya para investor mencari alasan untuk merealisasikan keuntungan di pasar saham. "Virus ini sebenarnya lebih merupakan alasan untuk mengambil keuntungan saat ini," kata Kepala strategi investasi CFRA Research Sam Stovall, di New York.

Saham Intel Corp melonjak 8,1 persen setelah melaporkan lompatan pendapatan di pusat data dan komputasi awan serta memperkirakan pendapatan 2020 yang lebih baik dari perkiraan.

Perusahaan kredit konsumen American Express Co diuntungkan dari lingkungan penjualan ritel AS yang kuat, membukukan kenaikan pendapatan tahunan 9,0 persen lebih baik dari perkiraan. Sahamnya naik 2,8 persen.

Musim pelaporan laba kuartal keempat berjalan dengan baik, dengan 74 perusahaan di S&P 500 melaporkan, 68,2 persen di antaranya telah mengalahkan perkiraan Wall Street, menurut data Refinitiv.

 



Sumber: Reuters, Antara