Harga Minyak Melonjak Akibat Kekhawatiran Penyebaran Korona

Harga Minyak Melonjak Akibat Kekhawatiran Penyebaran Korona
Ilustrasi minyak dunia. ( Foto: vungtauoil.com )
/ WBP Sabtu, 25 Januari 2020 | 08:11 WIB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak mentah jatuh lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (25/1/2020), dengan Brent mencatat penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari satu tahun, karena kekhawatiran virus corona akan menyebar lebih jauh dari Tiongkok, konsumen minyak terbesar kedua di dunia. Hal ini akann membatasi perjalanan dan permintaan minyak.

Virus yang telah menewaskan 26 orang dan menginfeksi lebih dari 800 telah mendorong penangguhan angkutan di 10 kota China, sementara kasus infeksi telah ditemukan di beberapa negara Asia lainnya, Prancis dan Amerika Serikat.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret turun US$ 1,35 atau 2,2 persen menjadi US$ 60,69 per barel. Acuan global mencatat penurunan 6,4 persen minggu ini, kerugian mingguan terbesar sejak 21 Desember 2018.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret berakhir US$ 1,40 atau 2,5 persen lebih rendah menjadi US$ 54,19 per barel. Acuan AS mencatat penurunan mingguan 7,4 persen, terbesar mereka sejak 19 Juli.

"Ini semua tentang virus corona sepanjang waktu, dan kami tidak mendapatkan tanda-tanda bahwa semuanya menjadi lebih baik," kata analis Price Futures Group Phil Flynn, di Chicago.

Otoritas kesehatan khawatir tingkat infeksi dapat meningkat selama liburan Tahun Baru Imlek akhir pekan ini, ketika jutaan orang Tiongkok bepergian.

Data hitungan rig AS terbaru, indikasi pasokan mendatang dari produsen minyak mentah terbesar di dunia, tidak banyak mendukung harga karena perusahaan energi menambahkan rig minyak untuk minggu kedua berturut-turut.



Sumber: Xinhua, Antara