Davos Berakhir Tanpa Kesepakatan Terkait Perubahan Iklim

Davos Berakhir Tanpa Kesepakatan Terkait Perubahan Iklim
World Economic Forum (WEF). ( Foto: AFP / Fabrice Coffrini )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 25 Januari 2020 | 08:43 WIB

Davos, Swiss, Beritasatu.com - Pertemuan tahunan para pemimpin bisnis dan politik di Davos ditutup pada Jumat (24/1/2020) waktu setempat dimana dua kubu paling kuat di dunia yakni Amerika Serikat (AS) dan Eropa tidak setuju tentang upaya mengatasi krisis iklim. Sementara aktivis muda mengecam elite internasional karena tidak melakukan cukup banyak untuk mencegah pemanasan global.

Setelah seminggu berdiskusi di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2020 yang didominasi bagaimana mengatasi masalah terbesar yang dihadapi planet ini, peristiwa besar terakhir konferensi tersebut adalah perdebatan antara Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde.

Mnuchin, yang awal pekan ini mempertanyakan kemampuan aktivis iklim milenial Greta Thunberg (17) mengatakan kepada panelis bahwa perencanaan jangka panjang akan sia-sia ketika harus menganalisis dan menahan perubahan iklim.

Sementara Lagarde tidak setuju. Hal yang paling krusial adalah memetakan risiko yang ditimbulkan perubahan iklim terhadap pasar keuangan dan ekonomi. Dengan demikian, dapat diambil langkah antisipasi yang terukur sehingga dapat dimitigasi.

Namun Mnuchin menjawab. "Christine, saya kira anda bisa membuat banyak orang melihat ini dan memodelkannya," katanya. "Saya hanya tidak ingin membohongi diri sendiri. Saya pikir tidak mungkin kita bisa memodelkan risiko selama 30 tahun ke depan dengan tingkat kepastian."

Ini 10 Topik Utama Hari Ketiga WEF Davos

Perdebatan terus berlanjut antara Amerika Serikat dan Eropa atas krisis iklim, meskipun ada seruan kuat yang lebih radikal dari Pangeran Charles.

Keberlanjutan lingkungan adalah topik pada sejumlah panel, pertemuan, dan coctail conversation di Davos, di mana peserta dan media membahas implikasi pengumuman terbaru rencana Microsoft untuk menjadi perusahaan tanpa krabon (negatif karbon) pada tahun 2030 dan komitmen Blackrock menempatkan masalah iklim pada strategi investasinya.

Di Davos, CEPI Janji Percepat Pengembangan Vaksin Virus Korona

WEF 2020 berakhir dimana sebagian besar delegasi setuju ada masalah besar pada perubahan iklim. Sayangnya hanya sedikit konsensus yang disepakati. Hal itu adalah kesimpulan yang tak terhindarkan dari sebuah peristiwa yang menampilkan Thunberg dan Presiden AS Donald Trump.

Thunberg, yang disebut sebagai ketua konferensi, mengecam para delegasi di Davos pada Jumat (24/3/2020) karena banyak bicara, namun minim tindakan. Perempuan asal Swedia ini menyerukan untuk segera mensetop subsidi bahan bakar fosil dan melakukan divestasi sumber energi terbarukan.

"Tentu saja tuntutan itu telah diabaikan sepenuhnya, tetapi kami berharap tidak kurang," katanya pada konferensi pers dengan empat aktivis pemuda lainnya. "Selama situasinya tidak diperlakukan sebagai krisis, maka para pemimpin dunia dan bisnis dapat terus mengabaikan situasi."

Aktivis lainnya Louis Neubauer mengatakan kelompok itu berencana menagih janji para pembicara dan meminta pertanggungjawaban mereka. "Di sini, di WEF kita melihat dan mendengar banyak kata-kata manis dan pidato besar, dan kami berharap sepanjang hari dan minggu dan bulan ke depan akan diubah menjadi tindakan," kata Neubauer.

Sementara pendiri World Economic Forum Klaus Schwab mengawali pekan ini dengan sebuah surat yang meminta perusahaan yang hadir berkomitmen untuk menghasilkan nol emisi gas rumah kaca pada tahun 2050. Namun konferensi tersebut belum mengungkapkan berapa banyak perusahaan yang menandatangani.

Setelah konferensi pers, Thunberg dan rekan-rekan aktivisnya berbaris sebagai protes di salah satu jalan utama kota alpine. Hal itu salah satu bentuk tekanan guna membangun pada para pemimpin bisnis dan pemerintah untuk menghasilkan hasil yang nyata.

"Ini kunci bahwa kita melakukan sesuatu di Davos," kata Menteri keuangan Jerman Olaf Scholz, yang juga berpartisipasi dalam panel dengan Mnuchin dan Lagarde.



Sumber: CNN