GMF Aero Asia Bidik Laba Bersih Tumbuh 10%
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

GMF Aero Asia Bidik Laba Bersih Tumbuh 10%

Selasa, 28 Januari 2020 | 16:13 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Tangerang, Beritasatu.com – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF Aero Asia) pada 2020 menargetkan pendapatan tumbuh 5 persen dengan kenaikan laba bersih sekitar 10 persen. Target anak usaha Garuda di jasa maintenance, repair & overhaul (MRO) pesawat ini akan diikuti langkah efisiensi.

"Melalui efisiensi yang sejalan dengan ekspansi bisnis, perusahaan optimistis dapat kembali memperkuat kiprah di dunia," kata Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk Tazar Marta Kurniawan saat konferensi pers di Tangerang, Selasa (28/1/2020).

Perseroan meyakini tahun ini akan kembali membukukan pertumbuhan pendapatan, seiring ekspektasi peningkatan aktivitas penerbangan untuk Garuda Group serta terus tumbuhnya perolehan pendapatan dari perawatan pesawat non-group. “Tahun ini kami optimistis seiring rencana penambahan armada Garuda Group. Sementara non-Group, tahun ini kami menargetkan pekerjaan redelivery meningkat menjadi 35 proyek dari sebelumnya 14 proyek di tahun 2019,” ungkap Tazar Marta Kurniawan.

Posisi Garuda Maintenance Facility Aero Asia sebagai pemain utama dalam jasa MRO di Asia maupun global menjadi modal kuat untuk terus tumbuh. “Customer kami dari non-group terus meningkat, khususnya maskapai penerbangan internasional, ini yang akan menjadi fokus kami ke depan,” ungkap Tazar Marta Kurniawan.

Pada 2020, emiten saham berkode GMFI ini juga akan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$5 0 juta yang sebagian besar dialokasikan untuk ekspansi bisnis baik secara organik dan non-organik.

Dalam waktu dekat, perseroan juga akan menambah kapasitas operasional dengan pengoptimalan hangar di Denpasar, Surabaya, dan Pondok Cabe. Penambahan ini untuk mengakomodasi kenaikan order di 2020 mengingat utilitas hangar saat ini telah mencapai 100 persen. "Selain mengoptimalkan kapabilitas, perusahaan juga memaksimalkan penggunaan Part Manufacturing Approval (PMA) dalam rangka efisiensi," kata Tazar Marta Kurniawan.

Pada 2019, kinerja perseroan mendapat tantangan dari turunnya jam terbang pesawat domestik, termasuk yang dialami group yakni Garuda dan Citilink. Faktor financial charge juga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi maskapai di dunia saat ini sehingga berujung pada customer yang mengalami kesulitan bayar, yang mana hal tersebut juga berdampak bagi operasional GMFI. Selain itu, peningkatan proporsi bisnis engine yang bersifat material intensive dan technology intensive juga berkontribusi terhadap kenaikan beban material dan subkontrak.

Di tahun 2019 GMF berhasil menduduki posisi Top 9 Global Airframe MRO yang dianugerahi oleh Aviation Week dengan survey terhadap jam kerja, dimana GMF berhasil mencapai angka 3,2 juta manhour sold.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lippo Karawaci Tutup Atap Eastern Tower Embarcadero Bintaro

Embarcadero Bintaro hadir dengan visi baru The Connected District.

EKONOMI | 28 Januari 2020

Realisasi Investasi Tiongkok ke Indonesia Sementara Ini Masih Normal

Dampak virus korona terhadap investasi baru bisa diukur dampaknya pada akhir Februari mendatang.

EKONOMI | 28 Januari 2020

Sesi I, IHSG Melemah 0,99% ke 6.072

Investor asing mencatat aksi jual sebesar Rp 299,51 miliar.

EKONOMI | 28 Januari 2020

Rupiah Masih Tertekan di Kisaran Rp 13.650

Rupiah berada di level Rp 13.656,5 per dolar AS atau terdepresiasi 41,5 poin (0,3 persen).

EKONOMI | 28 Januari 2020

BKPM Arahkan Perusahaan PMA Listing di BEI

Bahlil menargetkan dari sekitar 26.000 penanaman modal asing (PMA) yang masuk, 1 persen-2 persen di antaranya bisa listing di BEI.

EKONOMI | 28 Januari 2020

Rupiah Melemah ke Rp 13.650 Pagi Ini

Rupiah berada di level Rp 13.612 per dolar AS atau terdepresiasi 29,5 poin (0,02 persen).

EKONOMI | 28 Januari 2020

Di Tengah Tekanan Virus Korona, Valbury Rekomendasikan Saham-saham Ini

Valbury merekomendasikan beli saham UNVR, GGRM, BMRI, BBNI, ASII, ADRO.

EKONOMI | 28 Januari 2020

Bursa Dunia dan IHSG Tumbang Akibat Virus Korona

IHSG dibuka melemah 0,82 persen ke 6.082,76.

EKONOMI | 28 Januari 2020

Pemerintah Arab Tertarik Investasi di Ibu Kota Baru

Pembahasan mengenai nilai dan skema investasi dari Pemerintah Arab Saudi tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama.

EKONOMI | 27 Januari 2020

Pengembangan Karyawan Mutlak untuk Capai Kinerja Bisnis

Perseroan menerapkan beberapa program pengembangan karyawan yang disesuaikan selaras dengan potensi, kinerja, dan jenjang karir.

EKONOMI | 27 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS