Minyak Naik Seiring Reboundnya Bursa Saham

Minyak Naik Seiring Reboundnya Bursa Saham
Ilustrasi minyak mentah ( Foto: EPA FOTO )
/ WBP Rabu, 29 Januari 2020 | 09:31 WIB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak berjangka naik tipis pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (29/1/2020), setelah jatuh selama lima hari. Penguatan didukung bursa saham Wall Street dan pembicaraan bahwa OPEC dan sekutunya akan memperketat pasar di tengah kekhawatiran virus korona yang dapat menekan permintaan minyak. Saham-saham AS menguat karena kenaikan saham teknologi dan keuangan.

Minyak mentah berjangka Brent naik 19 sen atau 0,3 persen menjadi US$ 59,51 per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 34 sen atau 0,6 persen menjadi US$ 53,48 per barel.

"Sebagian besar kenaikan pasar minyak mencerminkan dampak rebound di pasar ekuitas," Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch.

Sementara dolar AS naik ke level tertinggi sejak awal Desember terhadap sekeranjang mata uang. Harga minyak biasanya dihargai dalam dolar AS sehingga greenback yang lebih kuat membuat minyak mentah lebih mahal untuk pembeli dengan mata uang lainnya.

Pasar juga menunggu laporan persediaan minyak mingguan AS, dari American Petroleum Institute (API) pada pukul 16.30 waktu setempat yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 500.000 barel pada minggu lalu.

Arab Saudi, pemimpin de-facto Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), telah berusaha menenangkan kegelisahan pasar, tentang dampak virus pada permintaan minyak global.

Para pejabat OPEC juga mulai mempertimbangkan opsi-opsi seperti memperpanjang pengurangan produksi minyak saat ini hingga setidaknya Juni, dengan kemungkinan pengurangan yang lebih dalam jika permintaan minyak di Tiongkok terpukul oleh virus, kata sumber-sumber OPEC.

OPEC+, kelompok produsen yang termasuk sekutu seperti Rusia, telah mengurangi pasokan minyak pada Desember untuk memotong produksi 1,7 juta barel per hari (bph) hingga akhir Maret.

Presiden Xi Jinping mengatakan pada Selasa (28/1/2020) bahwa China yakin akan menuntaskan virus korona.



Sumber: Reuters, Antara