Relawan Australia Bantu Kemampuan Bahasa Inggris Pelajar

Relawan Australia Bantu Kemampuan Bahasa Inggris Pelajar
Fatih Bilingual School menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh mendatangkan para relawan dari Australia, untuk memberikan pendidikan Bahasa Inggris gratis bagi para guru dan anak didiknya. ( Foto: Dok )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 29 Januari 2020 | 12:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Fatih Bilingual School menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh mendatangkan para relawan dari Melbourne, Australia, untuk memberikan pendidikan Bahasa Inggris secara gratis bagi guru dan anak didiknya. Mereka blusukan menularkan kemampuannya kepada siswa-siswa di berbagai sekolah di Aceh.

Dikemas dalam Fatih Volunteer Teaching Program (FVTP), kegiatan ini dimulai pada 16 Januari hingga 16 Februari 2020 mendatang. Selain pelajaran dalam bahasa asing, program ini memberikan pengetahuan metode pembelajaran yang berbeda untuk mengasah kemampuan anak didik agar lebih cepat menguasai Bahasa Inggris.

"Program ini untuk memberikan suasana pembelajaran yang berbeda terutama dalam kemampuan berbahasa Inggris dengan memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk berinteraksi secara langsung dengan penutur asli bahasa tersebut," kata Program Leader FVTP Bakytbek Konuev, dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Dijelaskannya, FVTP merupakan sebuah program pengajaran yang diintegrasikan dalam jam kegiatan belajar mengajar di berbagai sekolah dan dilakukan oleh para relawan. Sebanyak 12 relawan merupakan mahasiswa dari Melbourne, Australia.

Para relawan tersebut mengajar ke beberapa sekolah negeri antara lain, SDN 1 Banda Aceh, SDN 67 Percontohan, SMPN 19 Percontohan, SMPN 3 Banda Aceh, SMPN 7 Banda Aceh, SDN 16 Banda Aceh, SMPN 1 Banda Aceh, SMPN 2 Banda Aceh, SMPN 6 Banda Aceh.

Advisor Manager Fatih Bilingual School, Nurhadi Hafman mengatakan, selain belajar mengajar, kegiatan ini juga diselingi dengan program pengenalan budaya. Para relawan juga akan mengunjungi berbagai tempat wisata di Aceh. "Selain kontribusi dalam dunia pendidikan Indonesia, ini juga kesempatan mengenalkan wilayah Aceh sebagai tujuan wisata ke dunia internasional, khususnya ke Australia," ujar Nurhadi Hafman.

Para relawan pendidikan ini diharapkan menjadi duta wisata wilayah Aceh ke depannya. Pihaknya berharap agar program ini dapat meningkatkan minat dan kompetensi siswa dalam mempelajari Bahasa Inggris, menambah wawasan dan pola pikir yang lebih luas serta menumbuhkan jiwa toleransi dan keterbukaan.



Sumber: BeritaSatu.com