Bank Mantap Perluas Pinjaman ke ASN Lewat Dumi

Bank Mantap Perluas Pinjaman ke ASN Lewat Dumi
PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menandatangani kerja sama peer to peer (P2P) lending dengan PT Fidac Inovasi sebagai langkah memperluas akses pembiayaan ke Aparatur Sipil Negara (ASN), di Jakarta, Rabu (29/1/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Lona Olavia)
Lona Olavia / FER Rabu, 29 Januari 2020 | 15:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menandatangani kerja sama peer to peer (P2P) lending dengan PT Fidac Inovasi sebagai langkah memperluas akses pembiayaan ke Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif.

Bank Mantap Akan Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

Kerja sama ini diwujudkan melalui platform aplikasi Dumi (duit mikro) yang membuat produk soft loan berbasis kredit tanpa agunan (KTA) payroll yang bisa diunduh di Play Store dan App Store.

Direktur Utama Bank Mantap, Josephus K Triprakoso mengatakan, kerja sama ini sejalan dengan arah pembiayaan Bank Mantap yang menyasar kelompok ASN dan pensiunan. Adapun, total kredit Bank Mantap akhir Desember sebesar Rp 20 triliun, di mana 90 persen disalurkan ke ASN. Tahun ini, ditargetkan kredit dan laba hingga naik 30 persen dengan rasio kredit bermasalah (NPL) dijaga dibawah 1 persen.

"Para ASN ketika membutuhkan pembiayaan mendadak seperti membayar SPP anak, pajak kendaraan bermotor, renovasi rumah, bencana alam dan lainnya dapat mengambil KTA Payroll menggunakan aplikasi Dumi, diharapkan dengan layanan ini dapat mempermudah calon debitur tanpa ke kantor cabang," ujar Josephus di gedung Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Laba Taspen Naik 42,97% Tembus Rp 388,2 Miliar

Pada tahap awal, tambah  Josephus, Dumi baru dapat diakses oleh pegawai di lingkungan BKN. Adapun approval atau persetujuan pengajuan pinjaman akan diinformasikan dalam waktu maksimal dua hari kerja. "Sdangkan plafon pinjaman maksimal Rp 15 juta dengan tenor 3, 6, 12 bulan dan suku bunga 9,9 persen flat per tahun," kata Josephus.

Sementara itu, Kepala BKN, Bima Haria Wibisana menuturkan, aplikasi ini sudah soft launching dengan jumlah peminjam 100 orang dan nilai pinjaman rata-rata Rp 10 juta. Tercatat saat ini jumlah ASN ada 4,3 juta orang dan pensiunan 2,5 juta. Adapun kredit yang disalurkan ke ASN, dinilai lebih aman bagi perbankan.

"Banyak bank ke BKN untuk MoU, tapi saat ditanya soal suku bunga, disamakan dengan masyarakat umum. Kalau ASN kan pasti bayar karena akan dipotong dari gaji, jadi pinjamannya aman tidak mungkin gagal bayar kecuali meninggal atau dipecat. Selain itu, PNS tidak menggunakan agunan, pakai SK. Sedangkan, kalau umum pakai agunan dan bank harus keluarkan biaya untuk agunan. Jadi, kenapa PNS harus dapat suku bunga yang sama dengan umum kalau dia secure," kata Bima.



Sumber: Suara Pembaruan