Arebi Jatim Dorong Broker Garap Lelang Properti

Arebi Jatim Dorong Broker Garap Lelang Properti
Dewan Kehormatan Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) DPD Jawa Timur Joseph Lukito bersama narasumber selaku Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah pada seminar 'Prosedur Lelang Properti’ di Marketing Office Westtown View Apartement, Surabaya, Rabu (29/1/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Rabu, 29 Januari 2020 | 22:27 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) DPD Jawa Timur (Jatim) membekali pengetahun prosedur lelang properti agar bisa menggarap produk properti di pasar sekunder atau secondary market, yang belakangan banyak ditransaksikan melalui lelang properti.

Arebi Dorong Peningkatan Kapasitas Agen Properti

Pembekalan pengetahuan dan kemampuan bertransaksi lewat lelang properti melalui seminar dan pelatihan diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan bisnis mereka di secondary market dari sekarang 5 persen menjadi 10 persen.

Ketua Arebi Jatim, Rudy Sutanto mengatakan, meski harga cenderung stagnan dan turun karena sangat bergantung pada pasokan dan permintaan, secara umum kebutuhan produk properti di secondary market terus tumbuh dan memberikan peluang bisnis di tengah kelesuan primary market.

"Belakangan, produk properti di secondary market banyak ditransaksikan melalui lelang karena dinilai lebih menguntungkan disamping pasokan yang berlebih. Perbankan selaku debitur dari aset properti di pasar sekunder juga sekarang cenderung melegonya melalui lelang," kata Rudy di sela seminar 'Prosedur Lelang Properti' di Marketing Office Westown View Apartement, Surabaya, Rabu (29/1/2020).

Pasar Rumah Sekunder di Jatim Masih Menjanjikan

Menurut Rudy, sangat disayangkan bila sebagian besar para broker anggota Arebi Jatim selama ini tidak bisa menangkap peluang di pasar sekunder, karena tidak mempunyai bekal pengetahuan yang cukup tentang prosedur lelang properti serta berbagai persoalan hukum yang meliputinya. Dari keseluruhan anggota Arebi Jatim yang berjumlah 150 kantor broker, hanya 20 persen yang menguasai pengetahuan tentang prosedur lelang properti dan seluk beluknya.

"Berangkat dari kebutuhan ini dan ini juga atas masukan dari perbankan, pembekalan pengetahuan tentang prosedur lelang properti melalui seminar menjadi program kerja kami untuk tahun 2020. Seminar ini merupakan yang pertama dari 7 seminar yang kita canangkan pada tahun 2020, untuk meningkatkan skill para broker,” jelas Rudy.

Selain seminar, kata Rudy, para broker juga akan dibekali dengan pelatihan seputar lelang properti. Sehingga dengan bekal pengetahuan yang cukup tentang lelang propert, mereka bisa menangkap peluang produk yang ditransaksikan melalui lelang properti.

Arebi Dorong Broker Miliki Sertifikat

"Apalagi, banyak primary poject yang tahun ini sudah memasuki tahap penyelesain dan serah terima kunci. Itu artinya, akan banyak investor yang melepas asetnya, sehingga menambah pasokan di pasar sekunder. Tahun ini, kami prediksi pasokan di pasar sekunder bisa lebih dari 50 persen,” tegas Rudy.

Lebih lanjut, Rudy menambahkan, pertumbuhan bisnis para broker di pasar sekunder diperkirakan bisa meningkat menjadi 10 persen.

"Adapun produk properti yang menjadi incaran pasar dan cepat laku terjual, rentang harganya di kisaran Rp 500 juta hingga Rp 3 miliar," kata Rudy.



Sumber: Investor Daily