Sekarang Beli Reksa Dana di Bareksa Bisa Pakai OVO

Sekarang Beli Reksa Dana di Bareksa Bisa Pakai OVO
Ilustrasi Reksa Dana ( Foto: Istimewa )
Whisnu Bagus Prasetyo / Herman / WBP Minggu, 2 Februari 2020 | 14:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Marketplace financial Bareksa meluncurkan moda pembayaran pembelian reksa dana menggunakan layanan uang elektronik OVO, e-wallet terdepan di Indonesia. Fitur ini menjadikan transaksi reksa dana menjadi lebih cepat dan mudah bagi nasabah.

"Ini merupakan langkah awal dari rencana besar kami melakukan sinergi platform e-investment dengan e-money, setelah sebelumnya memelopori sinergi e-investment dengan e-commerce di Indonesia, bersama Tokopedia dan Bukalapak," kata Co-founder/CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (2/2/2020).

Dengan menggunakan OVO sebagai moda pembayaran, Karaniya Dharmasaputra, transaksi nasabah semakin seamless, sekaligus menjadi daya dorong berikutnya bagi penetrasi reksa dana nasional. "Kisah sukses serupa telah kita saksikan di Tiongkok di mana terjadi sinergi segitiga di antara platform e-commerce (Alibaba), e-money (Alipay), dan e-investment (Yu'e Bao)," kata Karaniya Dharmasaputra.

Karaniya Dharmasaputra menambahkan, fitur pembayaran e-money OVO ini juga untuk mengakomodasi preferensi dan kebutuhan banyak nasabah Bareksa yang merupakan generasi milenial. Sebagai gambaran, sekitar 70 persen nasabah Bareksa berasal dari milenial yang terbiasa melakukan transaksi secara online, real time, dan seamless. "Terobosan pembayaran menjadi sebuah keharusan di mana Indonesia sekarang memasuki era baru investasi yang didominasi segmen nasabah retail dengan volume transaksi yang luar biasa besar," kata Karaniya Dharmasaputra.

Di platform Bareksa, setiap hari diproses sekitar 5.000-6.000 transaksi. Adanya fitur pembayaran reksa dana menggunakan OVO diharapkan bakal semakin mendongkrak jumlah transaksi serta nilai dana kelolaan Bareksa, yang ditargetkan akan tumbuh sedikitnya dua kali lipat di tahun 2020 dibanding tahun lalu.

Saat ini, jumlah nasabah yang terdaftar di Bareksa sudah mencapai hampir 800.000 orang dengan dana kelolaan sekitar Rp 2 triliun. Adapun total dana masyarakat yang telah diinvestasikan di Bareksa sejak pertama kali mendapatkan lisensi dari OJK
pada tahun 2016, telah mencapai sekitar Rp 6 triliun.

"Kami sangat menghargai upaya OJK untuk terus mencari dan mendukung berbagai terobosan guna memanfaatkan teknologi digital untuk memperdalam penetrasi pasar keuangan kita. Salah satunya adalah pemanfaatan uang elektronik dalam
transaksi e-investasi ini," kata Karaniya.

Berdasarkan laporan riset Morgan Stanley yang dilansir awal 2019, OVO digunakan oleh 73 persen responden yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini didorong oleh ekosistem layanan keuangan dan pembayaran OVO yang terus berkembang. Bahkan pada akhir tahun lalu, OVO ditahbiskan Menkominf saat itu, Rudiantara, sebagai unicorn Indonesia kelima.

"OVO hadir untuk menyediakan akses layanan keuangan yang merata serta meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia. Setelah dikenal sebagai platform pembayaran digital, kami terus membangun sinergi untuk membangun layanan keuangan, termasuk dengan platform e-investasi seperti Bareksa. OVO percaya bahwa kolaborasi ini akan membuat budaya berinvestasi semakin dalam mengakar di berbagai lapisan masyarakat,” kata Direktur OVO, Harianto Gunawan.

Layanan pembayaran melalui OVO ini memberikan kemudahan bagi investor karena tidak perlu lagi melakukan konfirmasi ulang dengan mengunggah bukti transfer. Transaksi pembayaran akan terverifikasi secara otomatis bagi nasabah Bareksa yang juga merupakan pengguna OVO.

Untuk saat ini, fitur pembayaran reksa dana di Bareksa menggunakan OVO baru bisa digunakan oleh pengguna dengan ponsel berbasis Android. Para pengguna smartphone berbasis IOS akan segera menikmati layanan ini dalam waktu dekat.

Kebijakan progresif OJK dalam mengadopsi teknologi digital untuk memperdalam pasar keuangan, telah membuahkan hasil yang nyata. Hingga akhir Desember 2019, jumlah investor reksa dana telah mencapai 1,8 juta atau naik 77,7 persen dibanding tahun sebelumnya.



Sumber: BeritaSatu.com