Indef Sebut Ekonomi Indonesia Mengarah ke Sektor Jasa
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Indef Sebut Ekonomi Indonesia Mengarah ke Sektor Jasa

Kamis, 6 Februari 2020 | 17:20 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 mencapai 5,02 persen, atau lebih rendah dari target APBN 2019 yang sebesar 5,3 persen. Salah satu faktornya adalah laju pertumbuhan industri manufaktur yang melambat, bahkan sebetulnya sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Indef: Kontribusi 
Ekonomi Digital Belum Signifikan

Penelti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho, mengatakan, saat ini ekonomi Indonesia sudah mengarah pada sektor jasa. Bahkan sejak lima tahun terakhir, pertumbuhan sektor jasa jauh lebih tinggi dibandingkan sektor Industri. Konseksuensinya, struktur lapangan usaha terhadap PDB di sektor-sektor tradable semakin menurun.

"Kondisi ini harus menjadi pertanyaan, mau ke mana arah pembangunan ekonomi kita ke depan? Bila tidak ada intervensi yang cukup radikal, 10 sampai 15 tahun ke depan kita sudah bisa melihat ekonomi kita akan ditopang oleh sektor jasa. Bisa jadi sektor manufaktur cenderung melambat, struktur PDB-nya cenderung menurun, dan deindustrialisasi terus terjadi. Mungkin nantinya kita akan dijuluki negara terbesar dengan basis ekonomi sektor jasa. Padahal ekonomi yang sektor jasa itu di negara-negara kecil seperti Singapura,” kata Andry Satrio, di acara diskusi yang digelar Indef, di ITS Office Tower, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Andry memaparkan, pada 2019 kemarin industri manufaktur hanya tumbuh sebesar 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4,27 persen. Kontribusinya terhadap PDB juga semakin mengecil jadi hanya tinggal 19,70 persen. Padahal di 2017 mencapai 20,16 persen, bahkan di 2001 pernah mencapai 29 persen.

Virus Korona Berpotensi Tekan Ekonomi RI 0,29%

Sebaliknya, sektor jasa mengalami pertumbuhan sangat pesat. Misalnya jasa perusahaan yang pada 2019 tumbuh 10,25 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial tumbuh 8,68 persen, jasa pendidikan tumbuh 6,29 persen, jasa keuangan dan asuransi tumbuh 6,60 persen, dan jasa lainnya tumbuh 10,55 persen.

Menurut Andry, laju sektor industri manufaktur yang tersungkur ini didorong oleh dua faktor utama. Pertama, rendahnya kualitas investasi dan minimnya investasi di sektor manufaktur. Kedua, tidak tepat sasarannya insentif yang diberikan pemerintah terhadap industri.

"Investor enggan berinvestasi di sektor manufaktur. Ini dapat dilihat dari realisasi investasi yang kini didominasi oleh sektor tersier (jasa) ketimbang sektor sekunder (manufaktur) atau primer (pertanian). Alhasil, hal ini juga berdampak pada tingkat penyerapan tenaga kerja berbasis investasi yang juga semakin rendah tiap tahunnya,” kata Andry Satrio.

Kemperin Siapkan Substitusi Bahan Baku Impor Tiongkok

Kehadiran Omnibus Law, menurut Andry, hanya akan mendorong masuknya investasi yang tidak berkualitas dan tidak prioritas. Akibatnya, pertumbuhan industri manufaktur pun cenderung enggan meningkat. Pemerintah seharusnya memetakan mana investasi yang diperlukan dan yang tidak, bukan menutup mata dan membiarkan semua investasi asing masuk ke Indonesia melalui instrumen Omnibus Law.

"Insentif fiskal yang diberikan oleh pemerintah melalui pengurangan dan libur pajak tanpa melihat kebutuhan industri juga hanya akan menambah daftar insentif yang tidak tepat sasaran. Beberapa industri bahkan tidak membutuhkan insentif fiskal, melainkan faktor-faktor produksi yang efisien seperti harga energi yang kompetitif dan ketersediaan bahan baku," tandas Andry.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Menko Airlangga Raih Penghargaan Internasional Terkait Pemulihan Ekonomi

Lima tokoh lainnya dari India, Korea Selatan, dan Inggris juga mendapat penghargaan di ajang yang sama.

EKONOMI | 20 September 2021

Tumbuh 8%, Industri Furnitur Tangguh Hadapi Dampak Pandemi

Industri furnitur merupakan salah satu sektor yang potensial dikembangkan karena didukung dengan ketersediaan sumber daya alam di dalam negeri.

EKONOMI | 20 September 2021

Kemnaker Dorong Perusahaan untuk Menyediakan Fasilitas Koperasi Pekerja

Kemnaker mendorong agar setiap perusahaan menyediakan fasilitas penunjang kesejahteraan pekerja/buruh, salah satunya koperasi pekerja/buruh.

EKONOMI | 20 September 2021

Modernland Mulai Serah Terima Proyek Mixed Home The Savoy

The Savoy yang mengusung konsep hunian 2 in 1, merupakan satu-satunya area rumah sekaligus tempat usaha yang berada di kawasan River Garden Jakarta Garden City.

EKONOMI | 20 September 2021

Pengamat: Holding Tingkatkan Interlink Digital UMKM dan UMi

Pada masa pandemi masyarakat cenderung bertransaksi secara daring dan mengurangi interaksi secara langsung termasuk dalam kegiatan ekonomi.

EKONOMI | 20 September 2021

Jokowi Terbitkan Keppres Tim Gernas Bangga Buatan Indonesia

Jokowi menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) 15/2021 tentang Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

EKONOMI | 20 September 2021

Fasilitas Hanggar dan Taxiway Bandara Salakanagara Mulai Dibangun

KEK Tanjung Lesung menggandeng Indonesia Flying Club (IFC) bangun fasilitas hanggar dan taxiway di bandara Salakanagara.

EKONOMI | 20 September 2021

WE+ Gandeng Posfin, Perluas Akses Klaim Asuransi

WE+ (WEPLUS) menggandeng PT Pos Finansial Indonesia (Posfin) untuk memperluas pasar serta memberi kemudahan dalam layanan klaim.

EKONOMI | 20 September 2021

Anak-Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan ke Mal, APPBI Siap Kawal Prokes

“Protokol kesehatan harus tetap diberlakukan secara ketat, disiplin dan konsisten,” tegas Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja.

EKONOMI | 20 September 2021

10 Daerah di Luar Jawa-Bali Masih Jalankan PPKM Level 4

PPKM level 4 diterapkan di 10 kabupaten/kota karena terkait dengan aglomerasi, jumlah penduduk maupun tingkat vaksinasi yang masih di bawah 50%.

EKONOMI | 20 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Napoleon Bonaparte


# Mourinho


# Manchester United


# KKB



TERKINI
Meskipun Diizinkan Masuk Mal, Wagub Riza Imbau Anak Usia di Bawah 12 Tahun Tetap di Rumah

Meskipun Diizinkan Masuk Mal, Wagub Riza Imbau Anak Usia di Bawah 12 Tahun Tetap di Rumah

MEGAPOLITAN | 3 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings