Harga Bawang Putih Melambung, Anggota DPR Duga Ulah Kartel

Harga Bawang Putih Melambung, Anggota DPR Duga Ulah Kartel
Ilustrasi bawang putih. ( Foto: Antara / Asep Fathulrahman )
Thresa Sandra Desfika / FMB Jumat, 7 Februari 2020 | 08:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan menilai harga jual bawang putih saat ini sudah jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 32.000 per kg dan mengindikasikan adanya kartel. Karena itu, dia meminta Kapolri untuk menurunkan anggotanya ke pasar dan gudang-gudang importir bawang putih.

“HET Rp 32.000 per kg tapi dijual Rp 50.000-70.000 per kg. Kapolri agar mengaktifkan atau mengefektifkan kembali Satgas Pangan,” ungkap Arteria, Kamis (6/2).

Dia meminta agar teman-teman di kepolisian segera turun ke lapangan dan periksa ke gudang-gudang. Dia prihatin, sekaligus kecewa karena masalah bawang putih terulang setiap tahun menghadapi permasalahan yang serupa. Arteria menduga, harga naik dikarenakan pasokan ditahan oleh oknum importir demi mendapatkan keuntungan yang berlebihan.

Arteria menjelaskan, HET bawang putih sudah ditentukan oleh Kementerian Perdagangan senilai Rp 32.000 per kg. Sedangkan, menurut dia, modal beli bawang putih dari Tiongkok sekitar Rp 20.000 per kg dan ini sudah dihitung termasuk biaya impor, transportasi, operasional, dan lain-lain.

"Bila dijual dengan harga Rp 55.000 per kg saja dengan kebutuhan 40.000-45.000 ton per bulan, keuntungan yang diperoleh kartel bawang sudah mencapai Rp 1,5 triliun. Angka yang luar biasa," terang Arteria.

Menurut dia, dengan modal hanya Rp 20.000 per kg, seharusnya importir bisa menjual wajar di harga Rp 25.000- 26.000 per kg.



Sumber: BeritaSatu.com