2020, Lancartama Sejati Bidik Pendapatan Rp 100 Miliar

2020, Lancartama Sejati Bidik Pendapatan Rp 100 Miliar
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna bersama jajaran Direksi PT Lancartama Sejati Tbk melihat pergerakan saham TAMA dalam perdagangan perdananya di BEI, Jakarta, pada Senin (10/2/2020) (Foto: Beritasatu Photo / Thereis Kalla)
Thereis Kalla / WBP Senin, 10 Februari 2020 | 14:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) membidik pendapatan sebesar Rp 100 miliar pada tahun 2020. Ramainya pengerjaan proyek infrastruktur membuat perseroan optimistis bisa meraih target tersebut.

Direktur Utama Lancartama Sejati, Alex Widjaja menyatakan, pemerintahan Presiden Joko Widodo yang fokus pada pembangunan infrastruktur, turut berdampak pada kinerja perseroan. “Pemerintahan Jokowi kan ngebut sekali pembangunan infrastrukturnya, sehingga para pelanggan kami juga ikut melakukan ekspansi pabrik," kata Alex Widjaja seusai pencatatan perdana (listing) saham TAMA di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (10/2).

Alex menyatakan, laba perseroan di tahun 2020 ditargetkan 20 persen dari pendapatan. Sedangkan proyeksi nilai kontrak baru di tahun ini, sekitar Rp 100 miliar hingga Rp 110 miliar.

Pada tahun ini perseroan telah menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 80 miliar. Dananya digunakan untuk membeli bahan-bahan konstruksi untuk menunjang kegiatan operasional perseroan.

Alex mengatakan, perseroan tengah mengembangkan proyek penyewaan kantor dan hunian. Menurutnya, ke ke depan lini bisnis tersebut memiliki prospek baik. Oleh karena itu perseroan akan memulai segmen usaha ini pada tahun 2020. "Saat ini perseroan tengah membangun proyek perkantoran di Melawai, Jakarta Selatan. Kami menargetkan dalam satu atau dua bulan ke depan, proyek tersebut dapat rampung," kata Alex Widjaja.

Alex menambahkan, tujuan Lancartama menggarap bisnis penyewaan kantor agar perseroan memiliki pendapatan berulang sehingga tidak mengandalkan pendapatan dari proyek. “Kita berencana ekspansi ke bidang usaha penyewaan ruang dan hunian untuk mendapatkan recurring income," ungkap Alex Widjaja.

Di sisi lain, Lancartama tengah membidik proyek pembangunan Depo Peti Kemas di Cakung, Jakarta Timur. Alex menuturkan, perseroan tengah berdiskusi dengan beberapa perusahaan untuk bisa menggarap proyek senilai Rp 90 miliar tersebut dengan kontrak selama tiga tahun.

Hingga Juli 2019, perseroan membukukan pendapatan Rp 27,18 miliar atau naik 48,03 persen dibanding 2018 sebesar Rp 18,36 miliar. Sedangkan, laba bersih perseroan sebesar Rp 2 miliar dari sebelumnya membukukan rugi Rp 3,05 miliar.

Perseroan melepas 200 juta unit saham biasa atas nama atau sebanyak 20 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan penawaran umum perdana (Initial public offering/IPO) saham. Saham TAMA ditawarkan dengan harga Rp 175 per unit saham dalam gelaran IPO tersebut.

Lancartama berhasil menghimpun dana sebesar Rp 35 miliar dari pelaksanaan IPO, yang rencananya sebesar 82,89 persen untuk pembelian aset berupa tanah dan bangunan dan sisanya 17,11 persen sebagai modal kerja untuk membiayai kegiatan operasional di bidang konstruksi dan penyewaan kantor dan hunian.

PT Lancartama Sejati Tbk (Perseroan) berdiri pada tahun 1990 dan beroperasi sebagai kontraktor utama untuk pengembangan perumahan dan kawasan komersial. Sejak tahun 2016, perseroan berfokus pada bidang konstruksi dimana lini usaha konstruksi dirasa lebih memberikan prospek usaha yang menjanjikan untuk kemajuan usaha perseroan.



Sumber: Investor Daily