WSBP Raih Kontrak Proyek Pelabuhan Milik Anak Usaha Pertamina
Logo BeritaSatu

WSBP Raih Kontrak Proyek Pelabuhan Milik Anak Usaha Pertamina

Rabu, 12 Februari 2020 | 14:31 WIB
Oleh : Mashud Toarik / MT

Jakarta, Beritasatu.com - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menjalin kerja sama dengan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) terkait proyek pekerjaan perbaikan dan pembangunan pelabuhan milik PTK.

Nama terakhir merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) yang memiliki kegiatan usaha dalam bidang jasa pelayaran, jasa maritim dan jasa logistik serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha tersebut.

Kesepakatan kerja sama ini dituangan dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk Jarot Subana dan Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental, Nepos MT Pakpahan di Jakarta pada, Rabu (12/2/2020).

Direktur Utama WSBP Jarot Subana mengatakan kerja sama yang disepakati mrupakan Kerja Sama Operasi (KSO) dalam bentuk Portion, di mana WSBP sebagai partner akan berperan sebagai Perencana/Engineer, Supply Beton Precast, Readymix, dan Kontraktor.

"Kerja sama bisnis ini berlaku selama dua tahun sejak perjanjian ini ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak perusahaan," ujar Jarot Subana dalam keterangan persnya. Sayangnya WSBP tidak menyebutkan nilai kontrak yang disepakati kedua belah pihak.

Turut hadir dalam acara penandatangan kerja sama ini dari pihak WSBP yaitu Direktur Pemasaran Agus Wantoro, General Manager Hukum Sudarmoyo, dan Sekretaris Perusahaan Siti Fathia Maisa Syafurah.

Sementara Pihak PT Pertamina Trans Kontinental yaitu Direktur Operasi Hadi Purnomo dan Direktur Pemasaran Arsono Kuswardanu.

Jarot menambahkan bahwa perusahaan akan terus memperluas perolehan kontrak proyek dari pasar eksternal melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan baik BUMN, swasta, pemerintah hingga perusahaan di luar negeri.

Tercatat perusahaan mengalami peningkatan kontrak eksternal mencapai 83,01% atau Rp2,43 triliun di tahun 2018 menjadi Rp4,44 triliun tahun 2019.

"Hal ini didukung dengan perolehan kontrak eksternal sebesar 63,2% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 36%," tandas Jarot.



Sumber: Majalah Investor


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

XL Axiata Optimistis Industri Telekomunikasi Mulai Pulih

"Kami perkirakan 2020 akan pulih, naik mid single digit," kata CEO PT XL Axiata Dian Siswarini.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Insentif Pajak Dorong Pertumbuhan Produk Inovatif

Insentif pajak untuk pengembangan produk inovatif dan teknologi sudah mulai dilakukan melalui tax holiday dansuper tax deduction.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Bos MNC: Selalu Ada Opportunity di Tengah Tekanan Ekonomi

Ketika perekonomian Tiongkok melambat karena virus korona, bagaimana pemerintah bisa menggeser investasi global ke Indonesia.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Presiden Soroti Impor Baja Penyebab Defisit Neraca Perdagangan

Utilitas pabrik baja di dalam negeri sangat rendah sehingga operasional industri baja dan besi menjadi terganggu.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Sektor Properti Anjlok, IHSG Terkoreksi 0,9%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,93 persen (53,35 poin) ke kisaran 5.899.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Rupiah Menguat ke Rp 13.657,5 Siang Ini

Rupiah berada di level Rp 13.657,5 per dolar AS atau terapresiasi 17 poin (0,12 persen).

EKONOMI | 12 Februari 2020

103 Lamaran Masuk Open Bidding Tiga Jabatan Deputi di Kemkop dan UKM

Seleksi CPNS di Kemkop dan UKM terbuka.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Presiden Minta Dibuatkan Aplikasi Pemantau Kemudahan Berbisnis

“Buat dashboard monitoring dan lakukan evaluasi secara berkala sehingga kita bisa pastikan perbaikan di beberapa komponen yang masih bermasalah,” kata Presiden.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Mitsubishi Targetkan Penjualan 46.900 Unit Kendaraan Niaga

Di 2020 ini, KTB memprediksi pasar kendaraan niaga akan bertumbuh sekitar 7 persen, setelah tahun lalu menyusut 19 persen.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Presiden Targetkan Kemudahan Berbisnis di RI Naik ke Peringkat 40

Presiden Jokowi menyatakan, peringkat EODB Indonesia yang saat ini berada di peringkat 73 harus dinaikkan ke urutan 40 dunia.

EKONOMI | 12 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS