Amartha dan Principal Dorong Percepatan Capaian SDGs
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (3.49)   |   COMPOSITE 6258.75 (33.25)   |   DBX 1361.34 (0.42)   |   I-GRADE 179.18 (1.41)   |   IDX30 502.509 (3.5)   |   IDX80 134.874 (0.99)   |   IDXBUMN20 393.542 (2.29)   |   IDXESGL 138.721 (1.04)   |   IDXG30 140.869 (0.73)   |   IDXHIDIV20 444.908 (3.39)   |   IDXQ30 144.657 (0.96)   |   IDXSMC-COM 296.3 (1.57)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (4.05)   |   IDXV30 132.413 (2.15)   |   INFOBANK15 1051.36 (5.92)   |   Investor33 433.839 (2.98)   |   ISSI 179.41 (1.13)   |   JII 608.801 (4.3)   |   JII70 214.954 (1.52)   |   KOMPAS100 1205.85 (8.78)   |   LQ45 941.363 (6.94)   |   MBX 1692.14 (10.5)   |   MNC36 321.868 (2.02)   |   PEFINDO25 321.871 (0.09)   |   SMInfra18 304.318 (4.08)   |   SRI-KEHATI 368.746 (2.68)   |  

Amartha dan Principal Dorong Percepatan Capaian SDGs

Rabu, 12 Februari 2020 | 16:45 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) dan PT Principal Asset Management (Principal) menggelar kegiatan diskusi publik dan media bertajuk “Impact Investment: Dorong Percepatan Capaian SDGs” di Senayan, Jakarta pada Rabu (12/2/2020).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada publik dan mendorong kebijakan impact investment atau investasi berdampak guna mempercepat capaian Sustainable Development Goals (SDGs), atau target-target pembangunan berkelanjutan.

Executive Director of Center for Entrepreneurship, Change and Third Sector, Universitas Trisakti, Maria R Nindita, mengatakan, “Berdasarkan riset, orang Indonesia termasuk orang yang paling mudah berdonasi. Potensi produk investasi kepada social enterprise/wirausaha sosial sangat besar, namun impact investing adalah hal baru yang perlu dipopulerkan. Kuncinya adalah edukasi, serta mempelajari tantangan mulai dari regulasi sampai menghubungkan berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai SDGs.”

Mengembangkan impact investment diperlukan adanya kolaborasi dari sektor perbankan, aset manajemen, teknologi finansial (tekfin) dalam mengembangkan produk atau program yang berorientasi pada keberlanjutan dan mencapai SDGs. Hal ini sangat diperlukan karena investor individual kerap kesulitan menemukan produk investasi yang berdampak sosial dan berkelanjutan”.

Chief Risk & Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto menambahkan, “Amartha memiliki 70.000 pendana yang merupakan milenial. Mereka menjadi pendana di Amartha karena didorong oleh dampak sosial yang mereka ciptakan bersama kami."

"Tren investasi berdampak sosial akan terus berkembang ke depannya karena investor mulai mempertimbangkan value dan impact dalam berinvestasi. Hal ini menjadi peluang dan perlu didukung oleh seluruh sektor keuangan lainnya agar dapat menciptakan dampak pada kesejahteraan yang lebih luas kepada seluruh masyarakat,” ungkap Aria.

Amartha merupakan fintech peer to peer lending alternatif investasi berdampak sosial yang berfokus dalam pemberdayaan perempuan pengusaha mikro di pedesaan. Amartha membantu pencapaian SDGs di Indonesia terutama pada menurunkan angka kemiskinan, sehingga di 2019 Amartha meraih penghargaan dari United Nations (PBB) sebagai growth stage company yang dianggap paling berkontribusi membantu menurunkan kemiskinan di dunia.

“Acara ini adalah bagian dari komitmen Principal dan Amartha untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk dapat berinvestasi dengan lebih bertanggung jawab, dan dengan memberikan efek sosial dan lingkungan yang positif, selain mendapatkan financial gain,” tegas Chief Marketing Officer, PT Principal Asset Management, Diah Sofiyanti.

Setelah lebih dari 20 tahun dipercaya mengelola dana nasabah di Indonesia, Principal terus menawarkan berbagai produk Reksa Dana yang tidak hanya memberikan keuntungan bagi investor, namun juga sejumlah nilai tambah. Melalui produknya seperti Reksa Dana Principal Philanthropy Social Impact Bond Fund, investor kini memiliki pilihan investasi dengan kontribusi positif yang nyata bagi masyarakat.

Diharapkan, sesi diskusi ini dapat menjadi awal bagi evolusi investasi berdampak, untuk para investor di Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

2020, Defisit Gula Konsumsi Diperkirakan Capai 29.000 Ton

Perkiraan konsumsi gula pada 2020 sebesar 3,163 juta ton.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Kemhub Akan Tindak Tegas Truk Kelebihan Muatan

Kemhub berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Korlantas Polri, Direktorat Jenderal Bina Marga dan BPJT

EKONOMI | 12 Februari 2020

IHSG Ditutup Melemah 0,7% ke 5.913

Investor asing mencatat aksi beli sebesar Rp 471,57 miliar.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Rancamaya Jual Rumah Berhadiah Liburan ke Maladewa

Rancamaya menawarkan unit rumah dengan hadiah liburan ke Maladewa.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Yasunli Rambah Bisnis Lighting

Produk lighting terbaru Yasunli rencananya akan diluncurkan di bulan Juli 2020.

EKONOMI | 12 Februari 2020

WSBP Raih Kontrak Proyek Pelabuhan Milik Anak Usaha Pertamina

Kontrak eksternal WSBP di 2019 meningkat menjadi Rp4,44 triliun tahun 2019 dibanding Rp2,43 triliun pada tahun buku 2018.

EKONOMI | 12 Februari 2020

XL Axiata Optimistis Industri Telekomunikasi Mulai Pulih

"Kami perkirakan 2020 akan pulih, naik mid single digit," kata CEO PT XL Axiata Dian Siswarini.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Insentif Pajak Dorong Pertumbuhan Produk Inovatif

Insentif pajak untuk pengembangan produk inovatif dan teknologi sudah mulai dilakukan melalui tax holiday dansuper tax deduction.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Bos MNC: Selalu Ada Opportunity di Tengah Tekanan Ekonomi

Ketika perekonomian Tiongkok melambat karena virus korona, bagaimana pemerintah bisa menggeser investasi global ke Indonesia.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Presiden Soroti Impor Baja Penyebab Defisit Neraca Perdagangan

Utilitas pabrik baja di dalam negeri sangat rendah sehingga operasional industri baja dan besi menjadi terganggu.

EKONOMI | 12 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS