Amartha dan Principal Dorong Percepatan Capaian SDGs
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Amartha dan Principal Dorong Percepatan Capaian SDGs

Rabu, 12 Februari 2020 | 16:45 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) dan PT Principal Asset Management (Principal) menggelar kegiatan diskusi publik dan media bertajuk “Impact Investment: Dorong Percepatan Capaian SDGs” di Senayan, Jakarta pada Rabu (12/2/2020).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada publik dan mendorong kebijakan impact investment atau investasi berdampak guna mempercepat capaian Sustainable Development Goals (SDGs), atau target-target pembangunan berkelanjutan.

Executive Director of Center for Entrepreneurship, Change and Third Sector, Universitas Trisakti, Maria R Nindita, mengatakan, “Berdasarkan riset, orang Indonesia termasuk orang yang paling mudah berdonasi. Potensi produk investasi kepada social enterprise/wirausaha sosial sangat besar, namun impact investing adalah hal baru yang perlu dipopulerkan. Kuncinya adalah edukasi, serta mempelajari tantangan mulai dari regulasi sampai menghubungkan berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai SDGs.”

Mengembangkan impact investment diperlukan adanya kolaborasi dari sektor perbankan, aset manajemen, teknologi finansial (tekfin) dalam mengembangkan produk atau program yang berorientasi pada keberlanjutan dan mencapai SDGs. Hal ini sangat diperlukan karena investor individual kerap kesulitan menemukan produk investasi yang berdampak sosial dan berkelanjutan”.

Chief Risk & Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto menambahkan, “Amartha memiliki 70.000 pendana yang merupakan milenial. Mereka menjadi pendana di Amartha karena didorong oleh dampak sosial yang mereka ciptakan bersama kami."

"Tren investasi berdampak sosial akan terus berkembang ke depannya karena investor mulai mempertimbangkan value dan impact dalam berinvestasi. Hal ini menjadi peluang dan perlu didukung oleh seluruh sektor keuangan lainnya agar dapat menciptakan dampak pada kesejahteraan yang lebih luas kepada seluruh masyarakat,” ungkap Aria.

Amartha merupakan fintech peer to peer lending alternatif investasi berdampak sosial yang berfokus dalam pemberdayaan perempuan pengusaha mikro di pedesaan. Amartha membantu pencapaian SDGs di Indonesia terutama pada menurunkan angka kemiskinan, sehingga di 2019 Amartha meraih penghargaan dari United Nations (PBB) sebagai growth stage company yang dianggap paling berkontribusi membantu menurunkan kemiskinan di dunia.

“Acara ini adalah bagian dari komitmen Principal dan Amartha untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk dapat berinvestasi dengan lebih bertanggung jawab, dan dengan memberikan efek sosial dan lingkungan yang positif, selain mendapatkan financial gain,” tegas Chief Marketing Officer, PT Principal Asset Management, Diah Sofiyanti.

Setelah lebih dari 20 tahun dipercaya mengelola dana nasabah di Indonesia, Principal terus menawarkan berbagai produk Reksa Dana yang tidak hanya memberikan keuntungan bagi investor, namun juga sejumlah nilai tambah. Melalui produknya seperti Reksa Dana Principal Philanthropy Social Impact Bond Fund, investor kini memiliki pilihan investasi dengan kontribusi positif yang nyata bagi masyarakat.

Diharapkan, sesi diskusi ini dapat menjadi awal bagi evolusi investasi berdampak, untuk para investor di Indonesia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Menaker: 17 BLK Siap Lakukan Pelatihan Kerja untuk Para Santri

Sebanyak 17 BLK dan BBLK akan segera melakukan pelatihan kerja untuk para santri di seluruh penjuru Nusantara.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Kemendag Lepas Ekspor Kopi Gayo ke Inggris

Kemendag dan PT Astra International Tbk melakukan pelepasan ekspor satu kontainer kopi Aceh Gayo Arabica ke Inggris.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Cegah Spekulasi, Tiongkok Perluas Pajak Properti

Pemerintah Tiongkok akan memperluas reformasi pajak properti.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Erick Beri Sinyal Kembali Rampingkan BUMN

Erick Thohir mengatakan tidak menutup kemungkinan bakal kembali merampingkan BUMN yang saat ini sudah berjumlah 41 perusahaan dari sebelumnya 108.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Kementerian PUPR Targetkan Pengelolaan Tol Berkelanjutan Tercapai 2024

Setiap tahunnya Kementerian PUPR melakukan penilaian jalan tol berkelanjutan sebagai upaya untuk transformasi, inovasi dan modernisasi jalan tol.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

G-7 Capai Terobosan Aturan Perdagangan dan Data Digital

G-7 menyetujui prinsip-prinsip untuk mengatur penggunaan data lintas batas dan perdagangan digital.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Airlangga: Penerapan Konsep Pentahelix Dorong Peningkatan Kualitas SDM

Akselerasi dalam meningkatkan kualitas SDM memerlukan koordinasi dan sinergi menggunakan konsep pentahelix.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Ini Strategi Kemenperin Akselerasi Making Indonesia 4.0

Kementerian Perindustrian juga memiliki Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Di Dubai Expo, Menperin Ajak Investor Investasi di Industri Halal Indonesia

Market size ekonomi syariah di industri halal mencapai US$ 2,2 triliun pada 2019 untuk kebutuhan makanan, farmasi, kosmetik, fashion, pariwisata.

EKONOMI | 24 Oktober 2021



TAG POPULER

# Luksemburg


# Taliban


# Denmark Terbuka


# Inter vs Juventus


# Greysia Polii/Apriyani Rahayu



TERKINI
Jepang Borong 3 Gelar di Denmark Terbuka

Jepang Borong 3 Gelar di Denmark Terbuka

OLAHRAGA | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings