Biaya Produksi Dibenahi, Produsen Baja Lokal akan Pasok 70% Kebutuhan Nasional
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Biaya Produksi Dibenahi, Produsen Baja Lokal akan Pasok 70% Kebutuhan Nasional

Rabu, 12 Februari 2020 | 16:52 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah optimistis pada tahun 2020, sekitar 70 persen kebutuhan baja nasional dapat dipasok dalam negeri dari saat ini masih sekitar 40 persen. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah menekan struktur biaya produksi industri baja domestik.

"Secara umum saat ini dari total kebutuhan baja, sekitar 40 persen dipasok domestik, 30 persen masih impor (zona merah) dan sisanya 30 persen lagi infiltrasi impor (zona kuning)," kata Menteri Perindustrian Agus Gumwiang Kartasasmita saat berbincang dengan media di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Menurut Agus Gumiwang, sekitar 30 persen zona merah adalah produk-produk yang sama sekali belum bisa diproduksi di dalam negeri. Namun sekitar 30 persen yang disebut infiltrasi impor sebenarnya bisa diproduksi di dalam negeri. "Mengapa sampai sekarang masih impor? Karena berkaitan dengan utilitas yang sangat rendah. Kenapa utilitas rendah, karena industri baja dalam negeri belum kompetitif secara harga dan masih ada sebagian belum meng-upgrade teknologi," kata Agus Gumiwang Kartasasmita.

Sementara yang 30 persen sama sekali belum bisa diproduksi dalam negeri kata Agus Gumiwang, pemerintah sedang menyiapkan kebijakan jangka menengah dan panjang, guna menahan serbuan impor sekaligus mendorong pasokan dalam negeri. "Jadi utilisasinya harus maksumal, caranya melalui Bea Masuk Anti-Dumping dan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) baja," kata Menperin.

Agus Gumiwang mengatakan, untuk menaikkan pasokan baja dalam negeri menjadi 70 persen, pemerintah melalui rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) hari ini telah memutuskan empat hal yakni slag tidak dianggap bahan bahaya beracun (B3), sehingga bisa dijadikan bahan baku scrap (baja). Kedua, impor kepingan (scrap) logam baja direlaksasi dengan menaikkan impuritas dari 0 persen menjadi 2 persen serta mengubah ketentuan homogenitas.

Ratas kata Menperin juga memutuskan potongan harga listrik bagi industri yang melakukan produksi 24 jam, termasuk industri baja. Adapun saat ini tarif listrik buat industri ini sekitar US$ 7,1-7,2 sen per kilowatt hours (kwh). Terakhir, penurunan harga gas bagi industri maksimal US$ 6 per million matrix british thermal unit (MMBTU). "Sejumlah hal ini sudah diputuskan di ratas, dengan demikian produksi industri baja nasional diharapkan akan meningkat," kata Menperin.

Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas soal Ketersediaan Bahan Baku Bagi Industri Baja dan Besi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (12/2/2020) menyoroti komoditas baja yang kini telah masuk tiga besar impor barang di Tanah Air dan menjadi satu sumber utama defisit neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan.

Menilik sumber Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), kebutuhan besi–baja nasional tahun 2020 sebesar 16,39 juta ton, dan tahun 2021 naik 6,3 persen atau sekitar 1,2 juta ton per tahun mencapai 17,29 juta ton. Impor besi-baja Indonesia sebagian besar tertuju pada tiga kebutuhan industri, yaitu industri otomotif, industri elektronika, dan industri perkapalan. Sebagai gambaran, rata-rata utilisasi produki baja nasional masih sekitar 40-60 persen.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Menaker: 17 BLK Siap Lakukan Pelatihan Kerja untuk Para Santri

Sebanyak 17 BLK dan BBLK akan segera melakukan pelatihan kerja untuk para santri di seluruh penjuru Nusantara.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Kemendag Lepas Ekspor Kopi Gayo ke Inggris

Kemendag dan PT Astra International Tbk melakukan pelepasan ekspor satu kontainer kopi Aceh Gayo Arabica ke Inggris.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Cegah Spekulasi, Tiongkok Perluas Pajak Properti

Pemerintah Tiongkok akan memperluas reformasi pajak properti.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Erick Beri Sinyal Kembali Rampingkan BUMN

Erick Thohir mengatakan tidak menutup kemungkinan bakal kembali merampingkan BUMN yang saat ini sudah berjumlah 41 perusahaan dari sebelumnya 108.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Kementerian PUPR Targetkan Pengelolaan Tol Berkelanjutan Tercapai 2024

Setiap tahunnya Kementerian PUPR melakukan penilaian jalan tol berkelanjutan sebagai upaya untuk transformasi, inovasi dan modernisasi jalan tol.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

G-7 Capai Terobosan Aturan Perdagangan dan Data Digital

G-7 menyetujui prinsip-prinsip untuk mengatur penggunaan data lintas batas dan perdagangan digital.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Airlangga: Penerapan Konsep Pentahelix Dorong Peningkatan Kualitas SDM

Akselerasi dalam meningkatkan kualitas SDM memerlukan koordinasi dan sinergi menggunakan konsep pentahelix.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Ini Strategi Kemenperin Akselerasi Making Indonesia 4.0

Kementerian Perindustrian juga memiliki Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Di Dubai Expo, Menperin Ajak Investor Investasi di Industri Halal Indonesia

Market size ekonomi syariah di industri halal mencapai US$ 2,2 triliun pada 2019 untuk kebutuhan makanan, farmasi, kosmetik, fashion, pariwisata.

EKONOMI | 24 Oktober 2021



TAG POPULER

# Luksemburg


# Taliban


# Denmark Terbuka


# Inter vs Juventus


# Greysia Polii/Apriyani Rahayu



TERKINI
Jepang Borong 3 Gelar di Denmark Terbuka

Jepang Borong 3 Gelar di Denmark Terbuka

OLAHRAGA | 3 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings