Kelalaian Berkendara: Penyebab Utama Kecelakaan Lalu Lintas
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.203 (12.46)   |   COMPOSITE 6241.8 (96.72)   |   DBX 1333.51 (-4.33)   |   I-GRADE 179.858 (4.62)   |   IDX30 503.524 (12.19)   |   IDX80 135.789 (3.05)   |   IDXBUMN20 398.467 (11.15)   |   IDXESGL 139.553 (2.87)   |   IDXG30 143.497 (2.32)   |   IDXHIDIV20 443.737 (10.85)   |   IDXQ30 144.387 (3.38)   |   IDXSMC-COM 295.459 (3.14)   |   IDXSMC-LIQ 360.139 (5.51)   |   IDXV30 133.969 (2.79)   |   INFOBANK15 1035.98 (42.34)   |   Investor33 433.033 (11.5)   |   ISSI 183.362 (0.39)   |   JII 631.454 (-0.28)   |   JII70 222.641 (0.54)   |   KOMPAS100 1216.23 (23.8)   |   LQ45 944.747 (22.97)   |   MBX 1692.89 (31.73)   |   MNC36 320.866 (7.93)   |   PEFINDO25 330.28 (-1.79)   |   SMInfra18 307.272 (6.07)   |   SRI-KEHATI 367.359 (11)   |  

Kelalaian Berkendara: Penyebab Utama Kecelakaan Lalu Lintas

Rabu, 12 Februari 2020 | 17:39 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Tidak dapat dipungkiri kecelakaan lalu lintas adalah salah satu hal yang tidak pernah luput dari pemberitaan.

Polri menyatakan, terdapat 107.500 kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2019. Angka ini merupakan peningkatan 3 persen dari 2018 yakni sebanyak 103.672 kecelakaan. Walaupun turun sebesar 6 persen dari angka pada tahun 2018, angka korban meninggal juga masih dapat dikatakan tinggi sebesar 23.530 jiwa.

Besarnya angka ini kian menyita perhatian masyarakat. Sebab, kecelakaan di jalan raya terus merenggut korban jiwa, serta menyebabkan kerugian finansial akibat kerusakan kendaraan.

Sering kali kecelakaan ini terjadi dikarenakan human error atau kecerobohan pengemudi. Di antaranya adalah tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengemudi dengan kecepatan tinggi. Semakin tinggi kecepatan mengemudi, tentu semakin lambat reaksi menentukan arah.

Seiring berkembangnya teknologi, masyarakat juga cenderung tidak dapat lepas dari telepon termasuk ketika berkendara. Hilangnya konsentrasi akibat menjawab telepon atau mengecek media sosial dapat berujung ke kecelakaan maut.

Mengurangi angka kecelakaan, edukasi tata tertib berkendara terus dilakukan di kalangan masyarakat. Namun, Pt Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) menyesuaikan sosialisasi ini dengan perkembangan era digital yakni dengan meluncurkan aplikasi safety driving t-drive.

Dapat diunduh di App Store ataupun Play Store, aplikasi ini dapat melakukan penilaian pada kebiasaan berkendara sehari-hari. T drive akan mendeteksi apabila terdapat pelanggaran tata tertib lalu lintas seperti rem mendadak, mengebut hingga penggunaan telepon ketika berkendara. Skor yang diraih juga dapat dikonversikan menjadi t coins yang dapat memberikan diskon saat pembelian bensin hingga pembelian premi asuransi. Dengan ini, pengendara akan semakin terdorong untuk memperbaiki kebiasaan lalu lintasnya.

Selain pembayaran premi dan pengajuan klaim, t drive juga terhubung dengan layanan t-rex atau Tugu Real Experience. Siap siaga selama 24 jam, apabila terdapat kecelakaan, nasabah Tugu Insurance dapat memanggil truk derek ke tempat kejadian secara cepat. Tak hanya itu, emiten asuransi bersandi saham TUGU ini juga memiliki layanan pelanggan call center TIA yang dapat dihubungi di 1500-458.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Biaya Produksi Dibenahi, Produsen Baja Lokal akan Pasok 70% Kebutuhan Nasional

Sebagai gambaran, rata-rata utilisasi produki baja nasional masih sekitar 40-60 persen.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Amartha dan Principal Dorong Percepatan Capaian SDGs

"Tren investasi berdampak sosial akan terus berkembang ke depannya karena investor mulai mempertimbangkan value dan impact dalam berinvestasi," ujar Aria.

EKONOMI | 12 Februari 2020

2020, Defisit Gula Konsumsi Diperkirakan Capai 29.000 Ton

Perkiraan konsumsi gula pada 2020 sebesar 3,163 juta ton.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Kemhub Akan Tindak Tegas Truk Kelebihan Muatan

Kemhub berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Korlantas Polri, Direktorat Jenderal Bina Marga dan BPJT

EKONOMI | 12 Februari 2020

IHSG Ditutup Melemah 0,7% ke 5.913

Investor asing mencatat aksi beli sebesar Rp 471,57 miliar.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Rancamaya Jual Rumah Berhadiah Liburan ke Maladewa

Rancamaya menawarkan unit rumah dengan hadiah liburan ke Maladewa.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Yasunli Rambah Bisnis Lighting

Produk lighting terbaru Yasunli rencananya akan diluncurkan di bulan Juli 2020.

EKONOMI | 12 Februari 2020

WSBP Raih Kontrak Proyek Pelabuhan Milik Anak Usaha Pertamina

Kontrak eksternal WSBP di 2019 meningkat menjadi Rp4,44 triliun tahun 2019 dibanding Rp2,43 triliun pada tahun buku 2018.

EKONOMI | 12 Februari 2020

XL Axiata Optimistis Industri Telekomunikasi Mulai Pulih

"Kami perkirakan 2020 akan pulih, naik mid single digit," kata CEO PT XL Axiata Dian Siswarini.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Insentif Pajak Dorong Pertumbuhan Produk Inovatif

Insentif pajak untuk pengembangan produk inovatif dan teknologi sudah mulai dilakukan melalui tax holiday dansuper tax deduction.

EKONOMI | 12 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS