Omnibus Law Diyakini Bisa Hilangkan Dampak Negatif Virus Korona
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Omnibus Law Diyakini Bisa Hilangkan Dampak Negatif Virus Korona

Rabu, 12 Februari 2020 | 19:54 WIB
Oleh : Herman / MPA

Jakarta, Beritasatu.Com - Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja telah diserahkan oleh Pemerintah kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk segera dibahas. Akhir Januari lalu, RUU Perpajakan juga telah diserahkan kepada DPR.

Pemerintah berharap pembahasan kedua RUU ini bisa diselesaikan dalam waktu singkat, sehingga bisa langsung mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pasalnya saat ini pengaruh dari faktor eksternal terhadap pertubuhan ekonomi masih cukup besar, salah satunya adalah dampak dari wabah virus korona di Tiongkok yang merupakan mitra dagang utama Indonesia.

"Dari hitung-hitungn beberapa pengamat, dampak wabah korona ini bisa menurunkan ekonomi Tiongkok sekitar 1% sampai 2%. Sedangkan ekonomi Indonesia bisa kena 0,11% sampai 0,3%. Sehingga kita harus set off dampak negatif dari korona ini dengan dampak positif omnibus law Cipta Kerja dan Perpajakan," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono, di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Bila omnibus law berjalan ideal sesuai dengan yang direncanakan, Susiwijono meyakini regulasi baru ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia antara 0,2% sampai 0,3% di 2020. Sehingga ancaman tergerusnya pertumbuhan ekonomi Indonesia akibat virus korona bisa digantikan oleh dampak positif omnibus law.

"Kita minta omnibus law diselesaikan secepatnya. Pimpinan di DPR juga paham momentumnya harus dipercepat. Syukur-syukur bisa selesai di kuartal 2. Bila misalnya kedua omnibus law ini sudah mulai berlaku pada kuartal 3 atau 4, kami yakin dampaknya akan langsung terasa," paparnya.

Susiwijono menyampaikan, selama ini yang berkontribusi paling besar terhadap PDB Indonesia adalah konsumsi dan investasi. Tujuan omnibus law salah satunya juga adalah untuk mendorong peningkatan investasi dan menciptakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan.

"Investasi ini ujung-ujungnya juga akan mendorong konsumsi. Kalau investasi meningkat, lapangan pekerjaan baru akan tercipta, kesejahteraan meningkat. Pada akhirnya ini akan meningkatkan income per kapita. Begitu income naik, daya beli atau konsumsi pasti naik. Jadi pengaruh omnibus law ini juga bisa ke konsumsi," papar Susiwijono.

Substitusi Barang Impor

Tidak hanya mengandalkan omnibus law, Susiwijono mengatakan pemerintah juga tengah menyiapkan langkah-langkah antisipasi agar dampak penyebaran virus korona tidak terlalu besar bagi Indonesia. Pasalnya saat ini keterkaitan hubungan dagang antara Indonesia dan Tiongkok sudah semakin besar.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), selama 2019 lalu pangsa pasar ekspor nonmigas Indonesia utamanya tertuju ke Tiongkok sebesar US$ 25,85 miliar (16,68%). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ke Indonesia selama 2019 juga Tiongkok dengan nilai US$ 44,58 miliar (29,95%).

"Ekspor kita ke Tiongkok share-nya sudah lebih dari 16%. Ini tentu akan terdampak, sehingga kita perlu melihat alternatif pasar-pasar lain untuk produk ekspor utama kita. Untuk impor dari Tiongkok yang mayoritasnya adalah bahan baku juga sedang kita carikan soluasi. Walaupun saat ini belum terdampak, ini kan siklus dan bisa terasa dua sampai tiga bulan ke depan. Jadi harus diantisipasi dari sekarang untuk menjaga pasokan bahan baku, misalnya dari negara lain atau mengoptimalkan dari dalam negeri," kata Susiwijono.

Terhambatnya ekspor dari Tiongkok ke negara-negara lain juga akan dimanfaatkan Indonesia. "Ketika Tiongkok misalkan menghentikan ekspornya ke negara lain, bisa tidak itu digantikan oleh kita. Selama ini kan ekspor terbesar dari Tiongkok itu barang-barang elektronik yang belum bisa kita optimalkan. Tetapi ada potensi lain yang bisa kita ambil seperti fashion," kata Susiwijono.

Terkait sektor pariwisata yang juga mulai terdampak, beberapa strategi juga tengah disiapkan, salah satunya adalah dengan mendorong wisatawan domestik melalui pemberian insentif harga tiket pesawat.

BPS mencatat, dari total 16,11 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang 2019, wisman asal Tiongkok memberi kontribusi terbesar kedua setelah Malaysia. Jumlahnya mencapai 2,07 juta kunjungan atau 12,86%.

"Potensi penurunan wisman ini bukan hanya yang dari Tiongkok, tapi juga dari negara lain. Ada beberapa pembahasan yang sudah kita lakukan, antara lain ingin mendorong wisatawan domestik. Dalam kondisi sekarang, tentu mereka akan berfikir ulang untuk ke luar negeri. Segera akan dibahas masalah insentif tarif pesawat ini bakal seperti apa dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait," kata Susiwijono.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Gunakan Teknologi GSM-R, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Ngebut 350 Km/Jam

"Teknologi GSM-R sudah terbukti dari sisi keselamatan dan dioperasikan banyak operator kereta cepat di dunia," kata Indra.

EKONOMI | 24 September 2021

Bendungan Sukamahi Disiapkan Dukung Ekowisata Kawasan Puncak

Kementerian PUPR berencana mendorong pengembangan ecotourism park atau taman ekowisata kawasan Puncak, melalui pembangunan bendungan Sukamahi.

EKONOMI | 24 September 2021

Koin Kripto Bakecoin Fasilitasi Jual Beli Produk NFT dari Berbagai Karya Seni

Bakecoin adalah keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang terinspirasi dari komunitas NFT yang sepenuhnya diimplementasikan sebagai salah satu utilitas inti.

EKONOMI | 24 September 2021

Supaya Dapat Dukungan Pendanaan, BI Minta UMKM Lakukan Ini

UMKM diharapkan meningkatkan kemampuan dalam menyusun laporan keuangan, serta mmemanfaatkan teknologi digital untuk mendapatkan akses pembiayaan.

EKONOMI | 24 September 2021

OJK: Pinjol Ilegal Gerus Kepercayaan kepada Sektor Jasa Keuangan

Menurut OJK maraknya layanan keuangan ilegal seperti pinjol ilegal sangat berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.

EKONOMI | 24 September 2021

Kementerian PUPR Mulai Pengisian Air Bendungan Gongseng Bojonegoro

Bendungan Gongseng menjadi salah satu dari 17 bendungan yang akan diresmikan pada 2021.

EKONOMI | 24 September 2021

Indonesia Akan Bawa 300 Produk UMKM di Pameran Dagang Terbesar Dunia

Indonesia akan memamerkan lebih dari 300 produk UMKM siap ekspor di World Expo 2020 Dubai.

EKONOMI | 24 September 2021

Ini Cara Unik Madurasa Apresiasi Pelanggan Setianya

Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Madurasa memberikan hampers kepada para pelanggan setianya sebagai bentuk apresiasi.

EKONOMI | 24 September 2021

Mayoritas Bursa Asia Melemah, Evergrande Turun Lagi 11,6%

Nikkei 225 Tokyo naik 2,06%, indeks komposit Shanghai turun 0,8%, Hang Seng Hong Kong turun 1,3%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,37%, Kospi Korea Selatan turun 0

EKONOMI | 24 September 2021

IHSG Ditutup Menguat, 5 Saham Ini Paling Aktif di Akhir Pekan

Saham FREN, CSIS, HKMU, BBRI dan BABP tercatat paling aktif pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (24/9/2021).

EKONOMI | 24 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Labuan Bajo Terus Bersiap Sambut KTT G-20 2022

Labuan Bajo Terus Bersiap Sambut KTT G-20 2022

NASIONAL | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings