Indef Paparkan 4 Tantangan Penurunan Angka Kemiskinan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Indef Paparkan 4 Tantangan Penurunan Angka Kemiskinan

Minggu, 16 Februari 2020 | 19:38 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, persentase penduduk miskin pada September 2019 sebesar 9,22 persen, turun 0,19 persen poin dibandingkan Maret 2019. Sedangkan jumlah penduduk miskin sebanyak 24,79 juta orang, turun 0,36 juta orang dibandingkan Maret 2019.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Rusli Abdullah menyampaikan, setidaknya ada empat tantangan berat yang dihadapi Indonesia dalam upaya menurunkan tingkat kemiskinan, yakni perlambatan ekonomi, sifat kemiskinan yang satu digit (the last mile problem), ketidakpastian ekonomi global dan nasional yang semakin besar, serta korupsi. Hal tersebut akan mempersulit tujuan pertama Sustainable Development Goals yang menyebutkan bahwa tahun 2030, dunia terbebas dari kemiskinan, tidak terkecuali Indonesia.

Terkait tantangan pertumbuhan ekonomi, Rusli memaparkan dalam beberapa tahun terakhir ini pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin melambat. Terakhir pada 2019, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,02 persen. Pada 2020, Indef memproyeksikan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,8 persen.

Kondisi tersebut, akan memengaruhi kemampuan pertumbuhan ekonomi dalam mengurangi kemiskinan. Hal ini terlihat dari elastisitas pertumbuhan ekonomi terhadap angka kemiskinan periode 2010-2014 dibandingkan dengan 2015-2019.

Pada periode 2010-2014 di mana pertumbuhan ekonomi nasional pernah mencapai 6 persen, rata-rata elastisitas pertumbuhan ekonomi dalam penurunan kemiskinan sebesar 0,53. Sedangkan pada periode 2015-2019 sebesar 0,42.

"Semakin rendah elastisitas, maka semakin rendah kemampuan pertumbuhan ekonomi dalam menurunkan kemiskinan. Atau dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi semakin tidak responsif atau elastis terhadap penurunan angka kemiskinan," kata Rusli Abdullah dalam diskusi yang digelar Indef, Minggu (16/2/2020).

Tantangam selanjutnya adalah sifat kemiskinan yang satu digit (the last mile problem). Menurut Rusli, menurunkan angka kemiskinan dari level 20 persen ke 15 persen lebih mudah dibandingkan dengan menurunkan angka kemiskinan dari 9 persen ke 8 persen.

Pada kemiskinan 20 persen, kebijakan padat karya dan penyertaan modal usaha bisa mengentaskan angka kemiskinan, namun tidak pada level satu digit. Hal ini disebabkan perbedaan karakteristik orang-orang yang berada di kelompok double digit dan single digit kemiskinan.

"Pada level double digit, orang miskin yang melekat adalah mereka memiliki level pendidikan yang layak, akses kesehatan bagus, namun belum beruntung dalam akses ekonomi. Sehingga kebijakan yang bersifat ke ekonomi bisa lebih mudah dalam mengentaskan mereka dari jurang kemiskinan. Namun tidak pada angka kemiskinan satu digit. Penduduk yang berada pada kemiskinan single digit tidak saja terbatas aksesnya ke ekonomi, tapi juga kesehatan dan pendidikan," kata Rusli.

Karenanya, kebijakan penurunan angka single digit perlu langkah yang berbeda dengan kebijakan ketika kemiskinan pada level double digit. Kolaborasi program ekonomi, kesehatan, pendidikan dan akses politik diperlukan dalam kemiskinan single digit.

Tantangan ketiga, ketidapastian global dan nasional yang semakin uncertain. Ketidakpastian tersebut sering disebut Black Swan Theory, yaitu peristiwa langka yang sulit diprediksi, namun saat terjadi akan berdampak besar dan di luar perkiraan umum.

"Uncertainty akan berpengaruh terhadap kebijakan ekonomi nasional dalam rangka mencapai pertumbuhan yang optimal dan inklusif yang berujung pada pengurangan angka kemiskinan," kata Rusli.

Tantangan keempat terkait korupsi. Rusli mengatakan korupsi membuat alokasi sumber daya ekonomi tidak efisien dan terkonsentrasi hanya pada satu dua kelompok atau entitas. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi atau pembangunan ekonomi menjadi tidak optimal.

"Korupsi juga menjadi sumber ketimpangan. Sebab akses sumber daya ekonomi tidak merata dan hanya dikuasai oleh kelompok tertentu," tandas Rusli.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Percepat Pertumbuhan, AP II Luncurkan Konsep Adjacent Business

AP II mengimplementasikan konsep adjacent business untuk menciptakan lini bisnis baru.

EKONOMI | 16 Februari 2020

IPEX 2020: Pasar Hunian Tapak di Bogor Masih Potensial

PT Samudra Bangun Raya sebagai pengembang Vila Kebun Raya Cibinong Estate membidik kalangan konsumen milenial.

EKONOMI | 16 Februari 2020

Menhub Targetkan Groundbreaking Bandara Kediri April 2020

Menhub menyatakan pembangunan tahap pertama Bandara Kediri menelan investasi senilai Rp 9,2 triliun.

EKONOMI | 16 Februari 2020

BRI Bidik 500.000 Agen BRILink

BRI mendorong peran Agen BRILink dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

EKONOMI | 16 Februari 2020

Serap Aspirasi Pengusaha Terkendala Izin, KSP Kunjungi Perusahaan Pelat Besi di Tangerang

Tenaga ahli utama KSP Lenis kogoya menuturkan kedatangan dirinya melihat secara langsung dan bukan hanya laporan soal kendala perizinan PT Trio Jaya Steel.

EKONOMI | 15 Februari 2020

Hipmi Dukung APNI Perjuangkan Harga Nikel

Hipmi dan APNI merasa harga nikel yang ditawarkan lebih murah dari harga produksi.

EKONOMI | 15 Februari 2020

Ma'ruf Amin: Tingkatkan Program 1 Juta Rumah untuk Kurangi Backlog

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan program 1 Juta Rumah harus terus ditingkatkan untuk mengurangi backlog perumahan.

EKONOMI | 15 Februari 2020

Di Ajang IPEX, Wapres Minta Pengembang Perhatikan Sistem Air Bersih dan Sanitasi

Wapres menilai ketersediaan sistem air bersih dan sanitasi yang baik di rumah dapat mencegah terjadinya stunting.

EKONOMI | 15 Februari 2020

Saingi Merek Global, Matras Zees Tembus Pasar Ekspor

Bersaing dengan merek global, produk matras Zees sukses menembus pasar ekspor dan bisa dinikmati di sejumlah hotel ternama.

EKONOMI | 15 Februari 2020

Menkominfo: Dalam 10 Tahun, Ekonomi Digital Indonesia Masuk Top 10

Menkominfo Johnny G. Plate memaparkan bahwa ekonomi digital Indonesia memiliki 171,2 juta orang aktif menggunakan internet dan 355,5 juta langganan seluler.

EKONOMI | 15 Februari 2020


TAG POPULER

# Ahmad Riza Patria


# Vaksin Pfizer


# Vaksin Nusantara


# Greysia Polii


# Lion Air



TERKINI

Perburuan Emas Olimpiade Tokyo, Lari 100 M hingga Tenis Tunggal Putra

OLAHRAGA | 18 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS