Koperasi Dian Artha Rahardja Mulai Mendanai UMKM

Koperasi Dian Artha Rahardja Mulai Mendanai UMKM
Produk aluminium dengan fasilitasi dana dari Koperasi Simpan Pinjam Dian Artha Rahardja (Kopdar).
Heriyanto / HS Senin, 17 Februari 2020 | 11:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pembiayaan merupakan faktor penting dalam menjalani dan mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Koperasi Simpan Pinjam Dian Artha Rahardja (Kopdar) memulai kiprah dalam membantu pendanaan UMKM tersebut di kawasan Citeurep, Bogor, Jawa Barat.

Ketua Kopdar Tarsisius Tukijan di Jakarta, Senin (17/2), menjelaskan pihaknya terus berupaya dalam membantu pendanaan UMKM, seperti pinjaman dengan bunga rendah yang selama ini sulit diperoleh. Kopdar memulai pendanaan bagi pelaku usaha/industri UMKM yang memproduksi berbagai peralatan berbasis aluminium dan stainless.

Dikatakan, pembiayaan dalam skala kecil sangat diperlukan oleh berbagai usaha/industri UMKM. Untuk langkah awal, Kopdar yang akan berbasis teknologi digital ini membangun kemitraan dengan distributor alumnium. Kemitraan itu untuk membantu UMKM yang selama ini kesulitan dana untuk membeli bahan baku aluminium.

“Jadi kami membantu UMKM yang membutuhkan jaminan pendanaan kepada distributor. Sifatnya pinjaman yang bisa dicicil dengan bunga yang sangat terjangkau,” ujar pengusaha muda ini.

Dia menjelaskan, meski belakangan banyak bertumbuh pembiayaan tetapi jangkauan kepada UMKM masih sangat terbatas, apalagi yang mau membantu pendanaan untuk produksi. Sejauh ini pembiayaan konsumsi masih sangat mendominasi karena dianggap minim risikonya.

Beni Seman selaku Sekretaris Kopdar menambahkan bahwa Kopdar yang sudah berdiri sejak dua tahun lalu itu mempunyai perhatian yang sangat besar dalam kemitraan dan pemberdayaan. Apalagi, sebagian besar pengurus Kopdar merupakan praktisi dalam pemberdayaan selama dua dekade terakhir.

Ditegaskan, Kopdar begerak dalam pembiayaan berbasis koperasi yang selama ini belum banyak dilakukan. Segmen dan strategi yang dilakukan Kopdar agak berbeda dengan para pendana lainnya. “Unsur pemberdayaan dan gotong royong menjadi nafas utama dari Kopdar yang berbentuk koperasi. Semangat ini yang perlu kami angkat dalam setiap aktivitas Kopdar,” jelasnya.

Untuk diketahui, Kopdar juga mengembangkan berbagai usaha simpan pinjam untuk memperkuat pendanaan internal. Salah satunya berbentuk investasi Simpanan Emas. Simpanan emas adalah simpanan anggota Kopdar dengan sistem per 5 juta mendapat cashback 1 gram emas dan bunga 10% per tahun. Lama simpan minimal 1 tahun.

“Jadi selain bunga 10%, simpanan Rp 5 juta akan dapat 1 gram, kalau 10 juta dapat 2 gram dan kelipatan selanjutnya,” jelas Tukijan.
Dia menjelaslan pihaknya juga mengajak seluruh warga untuk bergabung menjadi anggota koperasi. Sejumlah manfaat bisa diperoleh dengan menjadi anggota Kopdar. Adapun iuran pada tahap awal berupa simpanan pokok (sekali di awal) sebesar Rp 100.000/bulan dan simp wajib (setiap bulan) 25.000/bulan.

Selain Koperasi Kopdar, Tarsisius Tukijan juga sedang mengembangkan anak usaha di bawah bendera PT Dian Artha Rahardja. Mantan aktivis 98 dari kampus Unika Atmajaya Jakarta ini mengembangkan bendera Dian Arta Rahardja dengan dukungan Sri Mulyono selaku praktisi teknologi dan bisnis, Robert Pangemanan yang berlatar belakang perbankan dan Beni Seman yang juga ahli financial technology atau fintech.



Sumber: BeritaSatu.com