Logo BeritaSatu

Omnibus Law, Tarif Pesawat Ekonomi Diatur Lewat PP

Selasa, 18 Februari 2020 | 14:03 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Omnibus Law Cipta Kerja akan mengubah beberapa pasal dalam Undang-Undang (UU) Nomor 1/2009 tentang Penerbangan. Salah satunya terkait pengaturan tarif angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi yang mulanya diatur peraturan menteri (Permenhub) menjadi diatur oleh Peraturan Pemerintah (PP).

Dalam draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Cipta Kerja yang disampaikan pemerintah kepada DPR, disebutkan pada Pasal 60 bahwa beberapa ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan diubah. Salah satu ketentuan yang diubah adalah Pasal 130 dalam UU No. 1/2009.

Dalam draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja Pasal 130 tersebut menjadi berbunyi ketentuan lebih lanjut mengenai tarif angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi dan angkutan udara perintis serta sanksi administratif termasuk prosedur dan tata cara pengenaan sanksi diatur dengan peraturan pemerintah.

Sedangkan, Pasal 130 UU No.1/2009 tentang Penerbangan menyebutkan ketentuan lebih lanjut mengenai tarif angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi dan angkutan udara perintis serta tata cara dan prosedur pengenaan sanksi administratif diatur dengan peraturan menteri.

Pengamat penerbangan Arista Atmadjati menilai, dengan pengaturan oleh PP, maka ketetapan tarif angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi yang berlaku kemungkinan akan lebih bertahan lama dibandingkan Permenhub.

"Sisi baiknya, karena bentuknya PP, maka bisa jadi ketentuan yang berlakunya lebih lama. Ini karena mungkin juga ada pengalaman gonjang-ganjing tarif pesawat 2019. Saat itu, selama 7 bulan bisa tiga kali revisi Permenhub," ungkap Arista saat dihubungi, Selasa (18/2/2020).

Kendati demikian, dia menilai, apabila ada pengajuan tarif baru, maka prosesnya perubahan PP akan lebih kompleks karena melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (Inaca) Bayu Sutanto menilai, pelaku industri jasa penerbangan tak mempermasalahkan perubahan pengaturan dari Permenhub ke PP. Menurut dia, hal yang terpenting adalah "Kalau kepentingan industri itu mana yang lebih fleksibel atau mudah menyesuaikan apabila komponen tarif utama berubah. Adapun komponen tarif utama adalah kurs tukar rupiah dan dolar Amerika Serikat serta harga avtur," terang Bayu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Luncurkan FinGreen, QNET Dorong Kemajuan Literasi Keuangan

QNET meluncurkan FinGreen, program literasi keuangan untuk pemberdayaan masyarakat kurang mampu.

EKONOMI | 30 September 2022

Brand Dituntut Kreatif di Tengah Ketatnya Kompetisi Digital

Peningkatan jumlah pengguna internet dari tahun ke tahun memberikan peluang bagi pelaku bisnis dalam meningkatkan brand awareness.

EKONOMI | 30 September 2022

Asabri Serahkan Santunan Program JKM Prajurit TNI AU

Asabri menyerahkan santunan dari manfaat program JKM (Jaminan Kematian) kepada ahli waris Serda Khodir yang meninggal dunia saat aktif berdinas.

EKONOMI | 30 September 2022

Jasa Raharja Dukung Pengembangan Ekowisata di Wakatobi

Kontribusi Jasa Raharja untuk mendukung pengembangan ekowisata di Wakatobi tersebut diberikan melalui sejumlah kegiatan.

EKONOMI | 30 September 2022

Kawasan TOD Dukung Mobilitas dan Hemat Biaya Transportasi

Konsep TOD mengintegrasikan desain ruang kota untuk menyatukan orang, kegiatan, bangunan, dan ruang publik melalui konektivitas.

EKONOMI | 30 September 2022

Bank Muamalat Bukukan Pembiayaan Rp 18,93 Triliun

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk membukukan total pembiayaan mencapai Rp 18,93 triliun pada semester I 2022, turun signifikan 32,12%.

EKONOMI | 30 September 2022

Majukan SDM Pertanian, Petrokimia Gresik Resmikan Program Sekolah Makmur

Petrokimia Gresik meresmikan program “Sekolah Makmur” untuk memajukan SDM pertanian dengan pemberangkatan 30 Taruna Makmur ke berbagai daerah

EKONOMI | 30 September 2022

Xurya Bantu Perusahan Beralih ke Energi Ramah Lingkungan

Xurya, penyedia solusi energi bersih dan terbarukan menawarkan skema sewa tanpa investasi pada perusahaan di Indonesia.

EKONOMI | 30 September 2022

Menperin: Indonesia Jangan Hanya Jadi Konsumen Produk Halal

Indonesia seharusnya tidak sekedar menjadi konsumen produk halal, tetapi menjadi produsen produk halal terbesar di dunia.

EKONOMI | 30 September 2022

Kepemilikan Asing di SBN Turun, Ternyata Ada Untungnya

Menurunnya porsi kepemilikan asing terhadap SBN Indonesia saat ini justru memberikan keuntungan bagi Indonesia karena tidak mudah terguncang.

EKONOMI | 30 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Biden: Amerika Tak Bakal Takut Ocehan Putin

Biden: Amerika Tak Bakal Takut Ocehan Putin

NEWS | 2 jam yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings