Wall Street Terseret Saham Apple yang Melemah

Wall Street Terseret Saham Apple yang Melemah
Ilustrasi ( Foto: AFP )
/ FMB Rabu, 19 Februari 2020 | 09:43 WIB

New York, Beritasatu.com - Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (18/2/2020) waktu setempat, dengan indeks Dow dan S&P 500 jatuh terseret penurunan saham Apple, sementara Nasdaq menguat. 

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 165,89 poin atau 0,56 persen menjadi ditutup di 29.232,19 poin. Indeks S&P 500 berkurang 9,87 poin atau 0,29 persen menjadi berakhir di 3.370,29 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 1,57 poin atau 0,02 persen, menjadi ditutup di 9.732,74 poin.

Pergerakan indeks Dow dan S&P 500 terus melemah hingga berakhir di posisi terendah pada hari itu, sementara Nasdaq menguat tipis karena Apple Inc memangkas kerugiannya dalam perdagangan sesi akhir.

Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan keuangan dan energi masing-masing turun 0,89 persen dan 0,83 persen, memimpin kerugian. Sementara sektor utilitas menguat 0,79 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Raksasa teknologi Apple mengatakan akan gagal memenuhi target penjualan triwulanan yang baru-baru ini diumumkan karena produksi iPhone lebih lambat dan melemahnya permintaan di Tiongkok akibat virus korona. Sahamnya berakhir turun 1,8 persen menjadi 319 dolar AS, dengan terendah sesi di 314,61 dolar AS.

"Tentu saja ini bukan kabar baik, tetapi saya juga tidak menganggapnya sebagai bencana," kata Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities di Los Angeles. "Secara umum, investor tidak terlalu khawatir dengan berita dari Apple."

Sementara itu pukulan pasti terhadap pertumbuhan ekonomi dan pendapatan dari epidemi di Tiongkok masih harus dilihat, harapan bahwa kerusakan hanya akan sementara telah membantu meningkatkan kepercayaan di Wall Street dalam sesi terakhir.

Namun, pemasok Apple, Qualcomm Inc, Broadcom Inc, Qorvo Inc dan Skyworks Solutions Inc, semuanya berakhir turun antara sekitar 1 persen hingga 2 persen.

Pembuat chip yang memiliki eksposur ke Tiongkok tergelincir, dengan indeks Philadelphia SE Semiconductor 1,4 persen, sedangkan sektor teknologi S&P yang lebih luas kehilangan 0,4 persen.

Saham Walmart Inc naik 1,5 persen, sekalipun setelah peritel terbesar dunia itu memperkirakan pertumbuhan daring yang lambat untuk tahun ini dan melaporkan hasil yang lemah untuk kuartal liburan.

Volume perdagangan di bursa Amerika Serikat mencapai 7,23 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 7,61 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.



Sumber: ANTARA