OVO Tunjuk Mirza Adityaswara Sebagai Presiden Komisaris

OVO Tunjuk Mirza Adityaswara Sebagai Presiden Komisaris
PT Visionet Internasional (OVO), menunjuk Mirza Adityaswara (kanan) sebagai presiden komisaris dalam media gathering yang digelar di Jakarta Rabu (19/2/2020). (Foto: Dok)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 19 Februari 2020 | 19:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Visionet Internasional (OVO), perusahaan pembayaran dan layanan keuangan digital terdepan di Indonesia, menunjuk Mirza Adityaswara sebagai presiden komisaris perusaahaan. Dengan posisi ini, Mirza akan mengawasi dewan direksi, khususnya untuk memastikan diterapkannya tata kelola usaha yang baik (good corporate governance) dan keberlangsungan perusahaan dalam jangka panjang.

Mirza Adityaswara adalah Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia periode 2013-2019. Ekonom dan bankir senior dengan pengalaman lebih dari 30 tahun ini, tercatat pernah menduduki berbagai jabatan penting di dunia keuangan nasional, antara lain Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Kepala Ekonom Bank Mandiri Group.

Atas pengangkatannya ini Presiden Komisaris OVO, Mirza Adityaswara mengatakan, selama satu dekade terakhir, dirinya menyaksikan bagaimana teknologi telah mentransformasi hidup banyak orang, memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan keuangan digital, dan menjadikannya sebagai kekuatan penyetara ekonomi di Indonesia. "Karena itulah, saya menerima tawaran untuk bergabung dengan OVO. Insyaallah, bersama jajaran direksi dan seluruh karyawan, OVO ke depan akan semakin memberikan kontribusi positif bagi perkembangan keuangan digital di Indonesia dan tumbuhnya ekosistem keuangan nasional yang kian inklusif dan progresif,” kata Mirza Adityaswara dalam media gathering di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Sementara Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra mengatakan, kehadiran Mirza di jajaran komisaris merupakan sebuah kehormatan bagi seluruh jajaran OVO. "Kami sangat berterima kasih atas kesediaan Pak Mirza membimbing kami semua. Pengalaman panjang beliau di dunia keuangan nasional dan visi progresif tentang peran fintech di Indonesia, sangat kami butuhkan untuk membawa OVO bukan hanya sebagai perusahaan e-money dan keuangan digital terdepan, tapi juga sebagai aset nasional strategis dan mitra pemerintah, BI, dan OJK,” kata Karaniya Dharmasaputra.

Karaniya mengatakan, seiring pertumbuhan OVO yang pesat hanya dalam 2,5 tahun dan menyadari potensi masa depan pasar uang elektronik di Indonesia, banyak investor nasional maupun asing tertarik untuk turut berinvestasi mengembangkan OVO.

Sejak meluncurkan dompet digital pada September 2017, OVO telah mengukuhkan diri sebagai platform pembayaran dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Sebagai perusahaan dengan strategi ekosistem terbuka, pada akhir tahun 2019 Menteri Komunikasi dan Informasi saat itu, Rudiantara, menunjuk OVO sebagai unicorn Indonesia dan merupakan unicorn pertama di industri teknologi keuangan yang didirikan oleh putra-putri Indonesia.

OVO merupakan platform pembayaran digital, rewards dan layanan finansial terdepan di Indonesia. Kini, OVO telah hadir di 115 juta perangkat dan bisa digunakan untuk mengakses pembayaran, transfer, top up dan tarik dana, serta manajemen aset dan investasi. OVO diterima di lebih dari 373 kota di Indonesia dan berkomitmen membangun perusahaan pembayaran dan teknologi finansial terbesar di Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com