Sido Muncul Perluas Pasar Ekspor Produk Suplemen

Sido Muncul Perluas Pasar Ekspor Produk Suplemen
Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Sido Muncul Irwan Hidayat memberikan keterangan setelah Sido Muncul meraih sertifikat Halal dari MUI di Jakarta, Jumat (8/3/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Lona Olavia / FER Kamis, 20 Februari 2020 | 22:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) meluncurkan tujuh suplemen makanan herbal (food supplement) yang berbentuk kapsul lunak (softgel).

Adapun tujuh suplemen itu meliputi Tolak Angin mint, Tolak Linu, Sari Kunyit, VCO, Vitamin E 300 IU, Vitamin E 100 IU, dan Vitamin D 400 IU.

Hadirnya ketujuh produk itu membuat Sido Muncul memiliki total 40 suplemen makanan yang dijual di apotik dengan harga berkisar Rp 50.000 hingga Rp 180.000 per botolnya.

Perubahan Gaya Hidup Dorong Konsumsi Suplemen Kesehatan

"Sekitar 4 tahun lalu kami beli mesin, kami lakukan riset dan pengembangan selama 2 tahun. Kami bayangkan bahwa masa depan orang Indonesia sehat-sehat, makanya kami buat produk untuk orang sehat supaya tetap sehat. Dalam 2 tahun hingga 3 tahun lagi, apa yang kami bayangkan akan menjadi kenyataan," ungkap Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, di Jakarta, Kamis (20/2).

Irwan menambahkan, tak hanya menyasar pasar Indonesia, suplemen herbal ini juga akan secara bertahap di ekspor ke pasar luar negeri seperti Asia Tenggara, Australia, Eropa, hingga Amerika Serikat (AS).

Agar sukses menembus pasar global, produk suplemen tersebut harus disukai dahulu di konsumen lokal, lalu bangun kepercayaan, dan pabriknya juga harus scientific. Saat ini, pasar ekspor perseroan baru mencapai 4 persen hingga 6 persen.

"Kami juga ingin perluas pasar ekspor karena food supplement regulasinya di semua negara sama. Kalau jamu regulasinya cuma ada di Indonesia, Tiongkok, dan India," kata Irwan Hidayat.

Industri Jamu Terhambat Regulasi BPOM

Soal kapasitas produksi, Irwan menambahkan, saat ini baru menggunakan satu line mesin yang menghasilkan 25.000 softcapsule per jam. "Jika penjualannya baik, kami akan tambah 3 hingga 4 line lagi," ucapnya seraya menambahkan, akan ada varian produk lagi yang akan diluncurkan.

Saat ini, Sido Muncul memiliki tiga segmen bisnis yang membuat perusahaan terdiversifikasi dengan baik yaitu herbal dan suplemen, makanan dan minuman, serta farmasi. Tahun lalu, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan Rp 3,08 triliun atau naik 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan laba Rp 800 miliar atau naik 21 persen.

Adapun, segmen herbal dan suplemen berkontribusi sebesar 67 persen terhadap total penjualan perusahaan, segmen makanan dan minuman berkontribusi 29 persen dan farmasi berkontribusi 4 persen.



Sumber: BeritaSatu.com