Pengusaha Muda Didorong Isi Pasar Ekspor yang Ditinggalkan Tiongkok

Pengusaha Muda Didorong Isi Pasar Ekspor yang Ditinggalkan Tiongkok
Bakal Calon Ketua Hipmi Jaya Sona Maesana (kiri) bersama Ketua Umum Hipmi Jaya saat ini Afifuddin Suhaeli Kalla saat mendaftar Pemilihan Ketua Umum Hipmi Jaya di Jakarta, Kamis (20/2/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 20 Februari 2020 | 23:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengusaha muda didorong agar bisa memanfaatkan peluang ekspor yang ditinggalkan Tiongkok di sejumlah negara akibat merebaknya virus korona. Selain itu, pengusaha muda juga bisa mengisi pasar dalam negeri yang selama ini dipenuhi produk Tiongkok.

"Situasi ekonomi makro Indonesia sangat dipengaruhi kondisi global," kata Sona Maesana kepada sejumlah media saat mendaftar menjadi bakal calon (balon) Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi) Jaya, di Kantor Hipmi Jaya, Jakarta, Kamis malam (20/2/2020).

Menurut Sona Maesana, kondisi ekonomi global mempengaruhi aktivitas ekspor dan impor. Hal ini sebenarnya peluang untuk meningkatkan produk dalam negeri yang berorientasi ekspor," kata Sona yang saat ini menjabat Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Hipmi Jakarta Selatan.

Begitu halnya di dalam negeri, pengusaha muda harus mampu mengisi produk Tiongkok yang saat ini dinilai mengalami aktivitas perlambatan. "Kita harus mengisi ruang-ruang itu," kata pria lulusan S2 Coventry University, Inggris ini.

Soal maju menjadi kandidat Ketua Hipmi Jaya Sona ingin menjaga marwah Hipmi Jaya sebagai wadah untuk membentuk jiwa entrepreneur dan wirausaha muda. "Saya ingin melihat lebih banyak anak muda memiliki semangat menjadi pengusaha setelah lulus kuliah," kata lulusan S1 Prasetiya Mulya Business School ini.

Sementara bagi para rekan-rekan yang sudah tergabung dengan Hipmi, Sona ingin para anggota berkembang dalam berbagai aspek bisnis sehingga mereka bisa naik kelas dan mendapat jaringan lebih luas.

Hipmi Jaya kata dia, punya program pengembangan membina jiwa entrenenership yang menyasar mahasiswa di universitas-universitas "Kita berikan pelatihan dan workshop, sharing experince, supaya mereka bisa menjadi wirausaha," kata CEO PT Satria Akasa Investama ini.

Selain itu, membuat kompetisi bisnis bagi mahasiswa dimana para anggota Hipmi menjadi mentornya. "Kita dorong juga agar bisa mencari investornya," kata Direktur PT. Graha Mulya Wirastama (The Sunan Hotel Solo) ini.

Dia mengatakan, profil para anggota Hipmi Jaya sebagian besar adalah usaha kecil menengah (UKM), star up yang bergerak di industri kreatif. "Kita juga dorong para pengusaha muda melakukan sertifikasi produk dan ekspor," kata pria kelahiran Jakarta, 1 Desember 1989 ini.

Sona bercerita dirinnya masuk Hipmi pada tahun 2011 atau saat usianya 20 tahun. Kini Sona sudah sembilan tahun berkecimpung di organisasi pengusaha muda itu. "Di Hipmi saya belajar dan terus berbagi pengalaman seperti peluang dan tantangan dalam berbisnis," kata Sona Maesana.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Hipmi Jaya Afifuddin Suhaeli Kalla mengatakan, pendaftaran Sona Maesana merupakan yang kedua setelah di hari yang sama kandidat lain juga mendaftar. "Rencananya besok ada lagi yang mendaftar jadi bakal calon," kata Afifuddin Suhaeli Kalla.

Afifuddin Suhaeli Kalla mengingatkan kepada bakal calon Ketua Umum Hipmi Jaya dan tim sukses agar menikmati dengan fun (senang) semua tahapan dan proses pemilihan. "Kita semua keluarga Hipmi Jaya," kata Afifuddin Suhaeli Kalla.

Rencananya Musyawarah Daerah (Musda) XVII Hipmi Jaya yang menghasilkan ketua umum baru akan digelar di Hotel Sultan Jakarta pada 15-16 April 2020.   



Sumber: BeritaSatu.com