Bursa Melesu Akibat Korona, Harga Saham Tugu Insurance Stabil

Bursa Melesu Akibat Korona, Harga Saham Tugu Insurance Stabil
Direktur Utama PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) Indra Baruna bersama jajaran direksi melakukan foto selfi disela acara Public Expose Tahun 2019 Tugu Insurace di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (14/11/2019). ( Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR )
Jayanty Nada Shofa / JNS Minggu, 23 Februari 2020 | 19:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyebaran virus korona kian berpengaruh pada pasar saham global. Bahkan, Indonesia kini dihebohkan dengan ditemukannya empat WNI penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang positif terpapar oleh wabah ini. Dengan tingkat penyebaran tinggi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini memerah sepanjang bulan Februari. Sebab, hingga saat ini, IHSG ditutup masih berjuang di bawah Rp 6.000.

Di kala kondisi pasar saham yang melemah, harga penutupan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mencatat harga penutupan yang stabil. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham Tugu Insurance stabil di kisaran Rp 3.450 per saham. Harga penutupan saham bahkan sempat mengalami kenaikan sebesar 0,86 persen dengan Rp 3.480 per saham di minggu pertama.

Apabila dibandingkan dengan bulan Januari, harga saham emiten perusahaan dengan kode saham TUGU ini dapat dikatakan menguat. Sebab, harga penutupan di bulan Januari seringkali menyentuh angka di bawah Rp 3.450. Bahkan, harga penutupan tertinggi hanya mencapai Rp 3.460 per saham.

Presiden Direktur Tugu Insurance Indra Baruna menyatakan, keputusan Tugu Insurance untuk mencatat perusahaannya di BEI pada Mei 2018 adalah untuk memperluas kepak sayap bisnis asuransi yang telah ditekuni selama 38 tahun.

Keputusan untuk terjun ke pasar bursa juga disertai dengan perubahan strategi bisnis. Sebelumnya fokus pada sektor korporasi khususnya sektor energi, Tugu Insurance kini telah masuk ke sektor ritel melalui asuransi kendaraan t-ride dan t-drive hingga asuransi patah tulang t-fracture. Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah industri 4.0, aplikasi smart driving t-drive juga diluncurkan untuk meningkatkan kesadaran mengemudi secara aman.

Berkat strategi bisnis ini, anak perusahaan PT. Pertamina (Persero) mengalami peningkatan laba yang drastis yakni 174 persen atau sebesar Rp 285,9 miliar di triwulan ketiga tahun 2019.



Sumber: BeritaSatu.com