BFI Finance Perkuat Penetrasi Pasar di Surabaya

BFI Finance Perkuat Penetrasi Pasar di Surabaya
Branch Manager BFI Finance Surabaya 3, Mutiara Timur, bersama perempuan program BFI Finance di sela kegiatan pekan raya Srikandi di RW 10 Kelurahan Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya, Minggu (23/2/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Amrozi Amenan / FER Minggu, 23 Februari 2020 | 21:26 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - BFI Finance memperkuat penetrasi pasar di kawasan Surabaya utara melalui program BFI Srikandi. Perseroan membidik kalangan perempuan agar bisa mendapatkan akses dan bantuan permodalan dari program tersebut.

Baca Juga: BFI Finance Dorong Pemberdayaan Perempuan

"Sejauh ini, program BFI Srikandi yang mulai digulirkan setahun di Surabaya, telah mendapat respon positif dan mampu mendongkrak nasabah baru dari kalangan perempuan,"ujar Branch Manager BFI Finance Surabaya 3, Mutiara Timur, di Surabaya, Minggu (23/2/2020).

Mutiara mengatakan, BFI Srikandi memiliki program mingguan yang terus dihadirkan di tengah-tengah ruang publik, untuk memperlihatkan peran perempuan secara utuh. Baik peran perempuan pada komunitasnya, antar sesamanya, maupun peran perempuan pada lingkungan yang lebih luas.

Dalam pelaksanaan program mingguan, BFI Finance selalu mengusung tema-tema yang dekat dengan permasalahan perempuan dan ruang lingkupnya. Mulai dari layanan kesehatan, senam bersama, sembako murah, dan segala hal yang dekat dengan kaum perempuan.

Baca Juga: Kinerja Positif, Pendapatan BFI Finance Naik 3,2%

"Itulah yang sedang kami lakukan dengan program mingguan BFI Srikandi sekarang dengan perempuan disini, yakni senam pagi yang dilanjutkan dengan musik electone," kataMutiara Timur.

Menurut Mutiara, potensi untuk menggaet nasabah baru dari program BFI Srikandi di wilayah Surabaya utara cukup besar. Pasalnya, di kawasan ini banyak kaum perempuan yang menjalankan usaha, baik pedagang kecil, kerajinan, pedagang online, hingga karyawan.

"Hal ini mampu mendongkrak kontribusi pembiayaan di segmen perempuan yang sebelumnya didominasi laki-laki. Saat ini, komposisinya sudah di atas 50 persen. Sepanjang tahun lalu aset kami tumbuh 25 persen, salah satunya dari program BFI Srikandi. Adapun rata-rata nilai pembiayaan di kisaran Rp 5 juta hingga Rp 15 juta," jelas Mutiara Timur.



Sumber: BeritaSatu.com