Teten Masduki: Draf Omnibus Law Cipta Kerja Permudah Pendirian Koperasi
INDEX

BISNIS-27 532.645 (0.35)   |   COMPOSITE 6373.41 (7.9)   |   DBX 1200.38 (0)   |   I-GRADE 185.572 (-1.85)   |   IDX30 530.591 (1.96)   |   IDX80 143.3 (1.12)   |   IDXBUMN20 436.746 (0.64)   |   IDXESGL 146.832 (1.65)   |   IDXG30 145.313 (-1.67)   |   IDXHIDIV20 465.476 (1.87)   |   IDXQ30 150.721 (-1.62)   |   IDXSMC-COM 298.62 (1.8)   |   IDXSMC-LIQ 374.87 (5.72)   |   IDXV30 150.9 (5.44)   |   INFOBANK15 1063.78 (-18.45)   |   Investor33 452.728 (-0.28)   |   ISSI 189.451 (1.04)   |   JII 667.742 (5.84)   |   JII70 234.615 (1.72)   |   KOMPAS100 1279.35 (2.16)   |   LQ45 988.752 (2.86)   |   MBX 1764.22 (2.52)   |   MNC36 335.71 (0.75)   |   PEFINDO25 340.233 (1.02)   |   SMInfra18 325.434 (-1.27)   |   SRI-KEHATI 386.573 (-1.21)   |  

Teten Masduki: Draf Omnibus Law Cipta Kerja Permudah Pendirian Koperasi

Senin, 24 Februari 2020 | 12:08 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Upaya Kementerian Koperasi dan UKM menciptakan koperasi yang sehat, sepertinya segera terwujud kalau RUU Omnibus Law disahkan DPR menjadi undang-undang (UU). Sebab, dalam draf Omnibus Law diatur mengenai mempermudah pendirian koperasi.

Hal itu disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat melakukan kunjungan ke Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sidogiri, Jawa Timur, Minggu (23/2/2020) sebagaimana dalam siaran persnya. Dalam kesempatan itu, Teten juga menerima audiensi dari para pengurus koperasi yang berdiri sejak 1997 lalu itu.

Teten mengatakan, permasalahan mengenai izin koperasi sedang dicari solusinya lewat Omnibus Law. Aturan tersebut, kata Teten, mampu menjadi afirmasi bagi UMKM. "Izin nantinya bukan cuma izin saja, di Omnibus Law, Koperasi hanya registrasi Nomor Induk Berusaha (NIB) yang bisa dipakai untuk mengurus apa saja. Satu NIB untuk semua," kata Teten.

Apalagi saat ini sudah ada lembaga Online Single Submission (OSS) semua dilakukan serba online. Namun sayangnya, kata Teten, hal itu belum dioptimalkan oleh koperasi.

"Kalau sekarang lebih susah bikin koperasi dibanding perusahaan. Ke depan wilayah koperasi juga tak dibatasi, harapannya ada kesamaan untuk kemudahan. Termasuk Peraturan Daerah (Perda) yang tak sejalan akan sendirinya konsolidasi karena mengacu pada undang-undang," ucapnya.

Dari catatan studi penelitian, sambung Teten, selama ini KUMKM cenderung tak berkembang karena menghindari menjadi usaha formal, dengan alasan kerumitan administrasi serta perpajakan. Hal itu dijanjikan ke depannya tidak akan terjadi lagi.

Tidak cuma itu, dari sektor pembiayaan yang disediakan pemerintah juga harus yang ramah, tak cuma murah tapi mudah. "Dan perlu pendampingan. Yang besar bermitra dengan usaha yang kecil," imbuhnya.

Teten juga meminta untuk usaha koperasi sudah mulai masuk ke sektor riil produksi dan komiditi. Harapannya, KUMKM turut berkontribusi pada proyek pemerintah.

"Koperasi bisa bangun jalan, suplai belanja pemerintah. Karena Presiden sudah menginstruksikan belanja BUMN dan daerah prioritaskan produk dari KUMKM," ujarnya.

Dengan begitu, pihaknya segera mendorong KUMKM naik kelas. Kementeriannya kata Teten, tengah menyiapkan bagaimana ekosistem, dari pengalaman Kopontren dalam mengembangkan koperasi secara profesional, termasuk dari sisi teknologinya.

"Koperasi tak mungkin besar kalau rapat hanya zaman jadul, nanti dimungkinkan rapat, tanda tangan lewat aplikasi. Memungkinkan koperasi usaha yang sifatnya lokal tumbuh besar dengan teknologi," imbuhnya.

Di kesempatan tersebut, Sekretaris Kopontren Sidogiri Baihaqi Juli mengatakan, Kopontren Sidogiri tumbuh menjadi badan usaha di bawah binaan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Ia mengklaim, saat ini Kopontren Sidogiri menjadi satu-satunya koperasi yang bergerak di sektor riil.

"Kami paling banyak bergerak di bidang pertokoan. Sampai saat ini ada sekitar 100.000 toko ritel kami tersebar di seluruh Indonesia. Dengan aset mencapai miliaran rupiah per tahun," katanya.

Meski begitu, di hadapan Teten, ia mengeluhkan beberapa hal yang menghambat pertumbuhan bisnis Kopontren dalam mendirikan toko di beberapa daerah. Terkait perizinan, ia bilang masih ada Perda yang menyulitkan.

"Hampir di seluruh Jatim, menghambat lajunya. Di antaranya mengatur jarak berdirinya toko. Tidak boleh mendirikan toko sekitar 1.000 meter dari pasar dan toko tradisional. Saya setuju pembatasan bagi asing tapi harusya jangan juga bagi usaha lokal seperti koperasi," protesnya.

"Kami harus punya izin sendiri-sendiri sehingga menyebabkan waktu yang lama untuk mendirikan toko, tak cukup waktu 2-3 bulan," curhat Baihaqi.

Saat ini Kopontren Sidogiri juga membina ponpes lain dalam mendirikan pertokoan. Mereka pun memiliki toko dengan merek Basmalah. Sementara untuk toko binaannya dengan merek Hamdalah. Kopontren memiliki 9.400 produk UMKM di tokonya.

"Kami ada usaha percetakan dan printing, pabrik air minum dengan merek Santri. Dua tahun bangun pabrik sampai selesai mendapatkan International Organization Standardization (ISO) lengkap. Alhamdulillah tinggal menikmati hasilnya," katanya.
Kopontren memiliki 3.187 anggota di Pasuruan sebagai anggota biasa. Sementara anggota luar biasa tersebar di Kalimantan dan NTB.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tahap Pertama Seion @Serang Terjual 50%

MAS Group menjadikan pameran IPEX 2020 sebagai momentum untuk mengenjot penjualan Seion @Serang.

EKONOMI | 24 Februari 2020

Harga Emas Antam Naik Rp 5.000 ke Rp 809.000

Harga emas batangan bersertifikat logam mulia PT Aneka Tambang (Antam) Tbk pada perdagangan Senin (24/2/2020) mencapai Rp 809.000 per gram.

EKONOMI | 24 Februari 2020

Kurs Rupiah terhadap Dolar Anjlok 120 Poin Pagi Ini

Rupiah berada di level Rp 13.885 per dolar AS atau terdepresiasi 125 poin (0,91 persen).

EKONOMI | 24 Februari 2020

Bursa Asia Rontok Akibat Coronavirus, Wall Street Bakal Menyusul

Bursa Asia berada di zona merah perdagangan hari ini, setelah Korsel melaporkan lonjakan coronavirus. Melemahnya Asia akan diikuti oleh Wall Street.

EKONOMI | 24 Februari 2020

IHSG Langsung Terkoreksi 1% di Awal Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,19 persen ke kisaran 5.812,21 pada awal perdagangan hari ini.

EKONOMI | 24 Februari 2020

IHSG Diprediksi Stabil, Sentimen Coronavirus Masih Kuat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan diperdagangkan sideways hari ini. Investor terus mempertimbangkan dampak global dari virus korona.

EKONOMI | 24 Februari 2020

Ulang Tahun ke-50, Mowilex Hijaukan Lahan Gundul di Tukad Mati

Dalam memperingati ulang tahunnya ke-50, PT Mowilex Indonesia menghijaukan kembali lahan gundul di Tukad Mati dengan menanamkan 5.000 bibit mangrove.

EKONOMI | 22 Februari 2020

DPR dan Bakornas Lapmi HMI Dukung Sosialisasi Asuransi Pertanian

Bakornas Lapmi HMI mendukung upaya pemerintah untuk menyelenggarakan asuransi pertanian guna mencegah gagal panen.

EKONOMI | 23 Februari 2020

Lampaui Target, IPEX ke-20 Hasilkan Potensi Kredit Hunian Rp 4,56 Triliun

Izin prinsip KPR dan KPA yang sudah disetujui di IPEX mayoritas mengalir ke segmen KPR dan KPA Non Subsidi mencapai Rp 3,51 triliun.

EKONOMI | 23 Februari 2020

Hoops Indonesia Lebarkan Sayap Buka Toko ke-11 di MKG

Hoops Indonesia sendiri didirikan karena melihat tingginya animo masyarakat terhadap olahraga basket di tahun 2011.

EKONOMI | 23 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS