Andalan Pertamina EP, Produksi Gas Donggi-Matindok Ditargetkan 79,58 MMSCFD

Andalan Pertamina EP, Produksi Gas Donggi-Matindok Ditargetkan 79,58 MMSCFD
Central Processesing Plant Donggi Matindok milik PT Pertamina EP Asset 4. ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 24 Februari 2020 | 22:18 WIB

Banggai, Beritasatu.com - PT Pertamima EP Asset 4 memproyeksi produksi gas Donggi Matindok Field pada 2020 sebesar 79,58 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau paling tinggi di antara empat lapangan di Asset 4. Sementara produksi minyak ditargetkan mencapai 1.192 barrel oil per day (BOPD).

Direktur Operasi dan Produksi PT Pertamina EP Chalid Said Salim Donggi Matindok Field punya peranan penting bagi asset 4 bahkan pada Pertamima EP. "Donggi Matindok penyumbang lima besar pendapatan bagi Pertanima EP," kata Chalid Said Salim di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (24/2/2020).

Menurut Chalid, sepanjang 2019 Pertamina EP Asset 4 Donggi Matindok Field menyumbang laba bersih sekitar UD$ 57 juta. "Kontribusi net profit sekitar Rp 900 miliar atau hampir Rp 1 triliun," kata Chalid Said Salim.

Chalid mengatakan tantangan terbesar dalam produksi migas adalah menjaga penurunan (decline) sesuai rencana dengan laju penurunan 28 persen-29 persen. Di sisi lain perseroan juga terus melakukan sumur-sumur pengembangan. "Secara umum ada dua kegiatan yakni pengembangan dan menjaga decline," kata Chalid Said Salim.

Adapun biaya operasi produksi migas Pertamina EP pada 2020 sekitat US$ 1,2 miliar, atau rekatif sama dengan biaya operasi tahun 2019. "Tahun lalu realisasi sekitar US$ 1 miliar," kata Chalid.

General Manager PT Pertamima EP Asset 4 Agus Amperianto mengatakan, pada 2020 produksi gas asset 4 diharapkan mencapai rata-rata 162,22 MMDCFD atau naik dari 2019 sekitar 160 MMSCFD. Dari total target tersebut, hampir separuhnya dikontribusikan lapangan Donggi Matindok sebesar 79,58 MMSCFD, berikutnya lapangan Cepu 67,37 MMSCFD, lapangan Sukowati 11,41 MMDCFD, Poleng 3,86 MMSCFD dan Papua 0,71 MMSCFD. "Donggi Matindok adalah penyimbang revenue untuk sales gas terbesar di asset 4," kata Agus Amperianto.

Sementara untuk produksi minyak asset 4 di 2020 diproyeksi mencapai 16.100 BOPD Dari total jumlah itu, lapangan Donggi Matindok tidak terlalu besar diproyeksi mencapai 600 BOPD atau di atas unitisasi lapangan Wakamuk 67 BOPD. Urutam teratas proyeksi produksi minyak asset berturut-turut adalah lapangan Sukowati 9.240 BOPD, lapangan Poleng 2.879 BOPD, lapangam Cepu 2.213 BOPD, lapangan Papua 1.192 BOPD

Sementara produksi minyak sepanjang 2019 sebesar 15.833 BOPD. Produksi 2019 naik 10, 6 persen atau sebesar 1.516 BOPD didorong keberhasilan dalam mengelola lapangan eks terminasi Unitisasi Sukowati dan eks-terminasi TAC Linda Sele di Papua. Field Sukowati dan Field Papua berhasil meningkatkan produksi masing-masing sebesar 22 persen dan 11 persen. Adapun realisasi produksi 2019 adalah 98 persen untuk minyak dan 102 persen untuk gas dari target yang ditetapkan dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP).



Sumber: BeritaSatu.com