Keberlangsungan Perusahaan Ditopang AQ Karyawan

Keberlangsungan Perusahaan Ditopang AQ Karyawan
Ilustrasi karyawan tengah berkerja ( Foto: istimewa )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 25 Februari 2020 | 12:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting bagi perusahaan. Secanggih apapun peralatan, tidak bisa menegasikan mengingat manusia yang mengoperasikan alat dan sarana prasarana itu. Sejumlah perusahaan justru menganggap karyawan sebagai aset karena mereka yang memegang peranan penting dalam keberhasilan perusahaan.

Hal itu terungkap dalam sidang senat terbuka Wibawa Prasetya, Dosen Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya yang berhasil meraih promosi doktor dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Jakarta Senin (24/2/2020). Pria Kelahiran Yogyakarta tahun 1962 itu, mengangkat disertasi berjudul "Pengaruh Adversity Quotient, Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Turnover Intention".

"Perusahaan sangat berkepentingan untuk mempertahankan karyawan agar tidak terjadi turnover," kata Wibawa Prasetya dalam sidang dengan Komisi Promotor, Prof. Dr. Maruf Akbar, M.Pd (Guru Besar Tetap Universitas Negeri Jakarta) dan Prof. Dr. Billy Tunas, M.Sc seperti dalam keterangan yang diterima Selasa (25/2/2020).

Berdasarkan penelitian Wibawa, permasalahan yang dihadapi banyak perusahaan saat ini adalah tingkat turnover karyawan mencapai 18,46 persen. Turnover, salah satunya disebabkan adversity quotient (AQ) yakni kemampuan seseorang untuk mengendalikan permasalahan, mempertanyakan mengapa dan dari mana permasalahan itu timbul, mengenali dan mengetahui akibat permasalahan yang dihadapi serta bagaimana kemampuan individu dalam menyelesaikan permasalahan itu.

Sementara turnover intention adalah keinginan yang timbul dari diri karyawan untuk meninggalkan perusahaan untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Hal ini tampak dalam bentuk perilaku seperti mencari alternatif pekerjaan lain, absensi meningkat, malas bekerja, protes terhadap atasan, dan perilaku yang berbeda dari biasanya. "Semakin tinggi skor adversity quotient, kepuasan kerja dan motivasi kerja, maka turnover intention semakin menurun," kata Wibawa Prasetya

Untuk menekan tingkat turnover kata Wibawa, perusahaan perlu memilih calon karyawan dengan tingkat adversity quotient tinggi sehingga berpengaruh pada kepuasan dan motivasi kerja. Namun dalam penerimaan karyawan baru, jelas Wibawa, perusahaan kerap hanya mempertimbangkan Intelegence Quotient (IQ) dan Emotional Quotient (EQ).

Padahal fakta memperlihatkan bahwa seseorang yang memiliki IQ dan EQ tinggi, belum tentu memilik AQ tinggi. "Banyak orang dengan IQ dan EQ memadai, gagal mengatasi kesulitan, tetapi ada orang yang memiliki daya ketekunan menghadapi hambatan, justru berhasil dalam kehidupannya," kata Wibawa Prasetya.



Sumber: BeritaSatu.com