AAJI: Minat Masih Tinggi, Premi Unit Link Tumbuh 13,46%

AAJI: Minat Masih Tinggi, Premi Unit Link Tumbuh 13,46%
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon (tengah) didampingi dua pengurus AAJI, Wiroyo Karsono (kiri) dan Nini Sumohandoyo (kanan) saat menyampaikan paparan tentang kinerja industri asuransi jiwa pada kuartal III/2019 di Jakarta, Rabu (11/12/2019). (Foto: Beritasatu Photo / Uthan AR)
Prisma Ardianto / FMB Selasa, 25 Februari 2020 | 15:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai bahwa kepercayaan dan minat masyarakat terhadap produk unit link masih tinggi. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan premi unit link pada 2019 sebesar 13,46 persen secara year on year (yoy).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perolehan premi 2019 dari produk unit link mencapai Rp 102,38 triliun, atau tumbuh 13,46 persen (yoy). Nilai itu menyumbang 55,24 persen dari total premi industri asuransi jiwa. Pada periode yang sama, total premi asuransi jiwa mencapai Rp 185,33 triliun, hanya mampu tumbuh sebesar 0,58 persen (yoy).

Ketua Umum AAJI Budi Tampubolon memaparkan, bahwa data tersebut menunjukan dua catatan besar. Pertama, yaitu lebih dari setengag perolehan premi industri disokong produk unit link. Kedua, saat totol pertumbuhan premi cenderung stagnan, tapi lini unit link masih konsisten tumbuh double digit.

"Ini menunjukan bahwa kepercayaan dan minat masyarakat kepada produk unit link kita masih tinggi. Saya mengajak setiap perusahaan asuransi jiwa untuk menjaga kepercayaan masyarakat ini agar selalu diingat segenap insan asuransi jiwa bahwa salah satu dasar atau fundamental utama bisnis asuransi jiwa adalah kepercayaan masyarakat," kata dia saat acara Penganugrahan Unit Link Terbaik 2020 versi Majalah Investor, di Hotel JS Luwansa, Selasa (25/2).

Kendati demikian, Budi pun menghimbau, agar perusahaan asuransi jiwa dengan sungguh-sungguh mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tetap berorientasi pada nasabah. Sehingga kelak, produk proteksi berbalut investasi itu bisa terus dipercaya dan diminati masyarakat.

"Mohon untuk menjaga industri asuransi jiwa yang kita cintai ini. Kepercayaan masyarakat juga dijaga dengan baik dan pengelolaan produk unit link atau investasi lainnya itu juga dijalankan dengan baik," tutup Budi.



Sumber: BeritaSatu.com