Penyebaran Virus Corona Meluas, Wall Street Semakin Terpuruk

Penyebaran Virus Corona Meluas, Wall Street Semakin Terpuruk
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Kamis, 27 Februari 2020 | 08:59 WIB

New York, Beritasatu.com - Wall Street masih dihantui sentimen virus corona yang semakin meluas. Tiongkok dan Korea Selatan melaporkan ratusan kasus baru. Amerika Serikat juga melaporkan kemungkinan telah terjadi penyebaran virus di dalam komunitas di California.

Pada penutupan perdagangan Rabu (26/2020), indeks Dow Jones Industrial Average turun 123,77 poin atau 0,46 persen ke 26.957,59. Indeks S&P 500 terkoreksi 11,82 poin atau 0,38 persen menjadi 3.116,39 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 15,16 poin atau 0,17 persen menjadi 8.980,77 poin.

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok melaporkan 433 kasus baru dan 29 korban jiwa per 26 Februari 2020. Sementara itu, Korea Selatan mencatat adanya 334 kasus baru pada pagi ini, Kamis (27/2/2020) sehingga total kasus menjadi 1.595. Jumlah korban jiwa tetap di angka 12. Sebagian besar kasus berasal dari Daegu.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS mengonfirmasi 60 kasus yang sebagian besarnya berasal dari repatriasi penumpang Diamond Princess. CDC juga mengonfirmasi kemungkinan terjadinya penyebaran virus dalam komunitas di California. CDC mengatakan menemukan virus corona dari sebuah pasien di California tetapi tidak tahu dari mana dan bagaimana pasien tersebut terjangkit.

Indeks saham berjangka AS terkoreksi setelah mendengar kabar buruk dari CDC. Saham berjangka Dow Jones turun 53 poin, S&P 500 futures dan Nasdaq 100 masing-masing terkoreksi 0,2 persen.

Presiden Donald Trump menugaskan Wakil Presiden Mike Pence untuk mengatasi penyebaran corona virus di AS.



Sumber: CNBC.com