Pengembangan Bio Energi Pelet Kayu Mewujudkan Ketahanan Ekonomi dan SDM Indonesia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pengembangan Bio Energi Pelet Kayu Mewujudkan Ketahanan Ekonomi dan SDM Indonesia

Kamis, 27 Februari 2020 | 13:16 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Surakarta, Beritasatu.com - Pemanfaatan bio energi, seperti wood pellet (pelet kayu) memberikan peluang untuk menurunkan impor gas elpiji. Selain akan menghemat anggaran negara, pengembangan dan pemanfaatan bio energi itu akan mewujudkan ketahanan ekonomi dan sumber daya manusia Indonesia.

“Jadi, pelet kayu merupakan energi baru terbarukan, yang jika dikembangkan akan menjadi salah satu peluang dalam membangun ketahanan ekonomi di tingkat bawah atau daerah,” ujar dosen ekonomi, manajemen, dan kewirausahaan Universitas Surakarta, Jawa Tengah, Agus Trihatmoko saat melakukan uji coba bahan bakar pelet kayu bersama tim dari PT Energy Management Indonesia (EMI) Persero di Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2020).

Agus menjelaskan, akselerasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia dinilai lambat dan pada tataran rendah dibandingkan negara lain di dunia. Ini merupakan pekerjaan rumah yang sangat rumit bagi Pemerintah, mengingat jumlah penduduk Indonesia sangat besar dan tersebar di berbagai wilayah georgrafisnya.

“Arah kebijakan strategis pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) positif untuk peningkatan kinerja IPM Indonesia masa mendatang agar on the right track. Seperti diarahkan oleh Kementerian PPN/Bappenas bahwa pencapaian pertumbuhan ekonomi difokuskan melalui kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Namun demikian, arah kebijakan termaksud harus tepat sasaran yaitu mengutamakan pada kehidupan sosial ekonomi di tingkat bawah. Pengalaman sebelumnya menjadi evaluasi bahwa pembangunan ekonomi di sektor industri-industri besar belum cukup kuat sebagai penyangga ketahanan ekonomi Indonesia. Ketergantungan produk impor dan perlambatan ekspor sebagai penyebab defisit neraca perdagangan Indonesia dari tahun ke tahun.

“Dalam konteks ini, pemanfaatan bio energi wood pellet dan kompor memberikan peluang untuk menurunkan impor gas elpiji, termasuk penghematan APBN atas subsidi gas tersebut,” ujar Agus dalam siaran pers PT EMI Persero yang diterima di Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Agus mengatakan, pelet kayu berbahan dasar limbah kayu dan produk pertanian padi yang sangat berlimpah di pedesaan Indonesia. Pemanfaatan limbah tersebut, proses produksi, dan peralatannya, yaitu kompor, menjadi peluang industrialisasi dan kewirausahaan di tingkat lokal daerah, bahkan pedesaan.

Industrialisasi termaksud memberikan peluang untuk mengakselarasi pendapatan per kapita masyarakat lokal setempat. Para konsumen energi juga bisa berhemat dalam penggunaan gas dan kayu bakar, yang sementara ini dinilai lebih mahal daripada pelet kayu.

Peningkatan pendapatan per kapita secara langsung mendongkrak IPM di daerah-daerah, serta penghematan atau peralihan (switching) dari konsumsi gas atau kayu bakar kepada pelet kayu. Secara tidak langsung, ini akan menyejahterakan masyarakat ekonomi bawah.

Rintisan pemanfaatan pelet kayu bagi rumah tangga dilakukan PT EMI (Persero) sebagai energi alternatif atau disebutnya program Multiple Household-Fuel Options. Pemberdayaan ekonomi hijau (greenomics) tersebut perlu ditindaklanjuti melalui uji coba dan sosialiasi kepada masyarakat oleh PT EMI (Persero) sebagai edukasi masyarakat.

“Kegiatan ini tidak cukup hanya dilakukan oleh PT EMI. Diperlukan dukungan dan perhatian para pemangku kepentingan, terutama dari pemerintah sebagai pemegang saham perusahaan, sekaligus pemegang mandat dalam pembangunan green management di berbagai sektor,” kata dia.

“Green Product”
Hal senada dikatakan dosen bidang ekonomi, manajemen, dan kewirausahaan Universitas Sebelas Maret, Intan Novela. Menurut dia, green management merupakan fenomena pengetahuan yang kurang dikenal atau relatif baru, sehingga masih kurang diteliti dan kurang dipahami dari sisi pemberdayaan ekonomi atau kewirausahaan. Sementara, masalah lingkungan hijau (green environment) telah menjadi perhatian dunia.

“Bio energi wood pellet dapat dikategorikan sebagai produk hijau (green product), karena berbahan limbah kayu dan tananam serta pemanfaatannya ramah lingkungan. Pendekatan teknis industrialisasi hulu-hilir green product tersebut secara teoritis masuk ranah manajemen ekonomi dan kewirausahaan atau dapat sebut greenomics dan green management, serta green preneurship,” ujarnya.

Intan mengatakan, peningkatan pendapatan per kapita bagi keluarga-keluarga di pedesaan atau masyarakat tingkat bawah di perkotaan secara normatif mendorong niat mereka untuk memberi kesempatan anaknya menempuh pendidikan formal. Selama ini, hambatan utama masyarakat untuk menyekolahkan anak di perguruan tinggi adalah faktor kemampuan ekonomi.

Jadi, kata dia, ketika bio energi pelet kayu dikembangkan secara produktif di daerah-daerah, maka itu akan memberikan peluang alternatif untuk meningkatkan IPM, yaitu pada indikator masa pendidikan oleh dampak positif indikator pendapatan per kapita. Dengan demikian, maksud rintisan bio energi ini mendukung arah pembangunan SDM Indonesia oleh pemerintah yang diekspektasikan dapat efektif dicapai ke depan.

Selain itu, pelet kayu sebagai green product yang ramah lingkungan (green environment) akan membuat lingkungan rumah tangga sehat. Ini penting bagi bagi anak-anak dan balita. “Mereka akan terbebas dari asap kayu bakar pada saat ibunya memasak sambil momong anaknya,” kata Intan.

Dijelaskan, kesehatan merupakan salah satu poin IPM yang masih perlu diperbaiki melalui edukasi masyarakat atau mengajarkan perilaku hidup sehat di lingkungan mereka. Artinya, kesehatan tidak harus berorientasi dengan layanan dan pembangunan medis modern di rumah sakit saja.

Sejak dini, masyarakat perlu diedukasi untuk hidup sehat dalam lingkungan keluarganya, terlebih bagi anak-anak atau balita. Jadi, penggunaan bio energi wood pellet menjadi alternatif baru dalam memperbaiki kinerja IPM Indonesia, yaitu tentang kesehatan, selain meningkatkan pendapatan per kapita dan pendidikan, terutama bagi masyarakat di tingkat ekonomi bawah.

Pada kesempatan itu, Agus dan Intan menyampaikan terima kasih kepada jajaran manajemen PT EMI Persero. Mereka juga mengapreasi kolektifitas manajemen dari tingkat komisaris dan direksi hingga karyawan dalam melakukan kegiatan uji coba pelet kayu dan kompor sebagai rintisan pengembangannya.

“Program Multiple Household-Fuel Options ini menunjukkan bahwa bangunan kultur organisasional PT EMI (Persero) tampil harmonis dan memiliki komitmen kuat terhadap sebuah tujuan, yaitu membangun dan mengembangkan energi baru terbarukan di Indonesia. Apalagi, kegiatan tersebut menyertakan kami sebagai observer agar dapat menyoroti dari perspektif akademik,” kata Intan.

Dikatakan, terbuka kesempatan untuk terus menjalin kerja sama tersebut, baik secara personal antarpeneliti akademik, maupun di antarkelembagaan bisnis PT EMI (Persero) dengan berbagai institusi perguruan tinggi. “Kami sangat menyambut positif dan antusias dengan program ini. Studi tentang greenomics, greenpreneurship, dan green management sedang menjadi salah satu konsen kami,” kata Intan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Kemperin Putuskan Pabrik Aice Group Lulus Sertifikasi ISO 9001

Pengakuan lulus sertifikasi ISO 9001:2015 dan analisis bahaya dan pengendalian titik kritis (HACCP) diterima Aice dari lembaga sertifikasi BBIA Kemperin.

EKONOMI | 22 September 2021

Direktur Utama Garudafood Borong Saham GOOD Rp 2,2 Miliar

Direktur Utama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) Hardianto Atmadja melakukan aksi pembelian saham usahanya GOOD sebanyak 6 juta lembar saham.

EKONOMI | 22 September 2021

Bahan Bangunan Inovatif Jadi Elemen Penting Arsitektur Modern

Teknologi bahan bangunan inovatif, turut memiliki peran penting terhadap suksesnya rancangan desain sebuah karya arsitektur.

EKONOMI | 22 September 2021

Ini Cerita di Balik BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,5%

Bank Indonesia (BI) pada 20-21 September 2021 memutuskan untuk kembali mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%.

EKONOMI | 22 September 2021

Permintaan Alat Berat Naik, Hexindo Incar Pendapatan US$ 359,42 Juta

PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA), emiten distributor alat berat hingga akhir 2021 menargetkan pendapatan US$ 359,42 juta dan laba bersih US$ 31,75 juta.

EKONOMI | 22 September 2021

PP Presisi Rombak Jajaran Komisaris

PT PP Presisi Tbk (PPRE), emiten sektor konstruksi resmi memberhentikan secara hormat komisaris Muhammad Toha Fauzi.

EKONOMI | 22 September 2021

Kempupera Bangun Jaringan Irigasi Tersier Lewat Program Padat Karya Tunai

Saluran irigasi tersier di desa Cileunya, Kabupaten Kuningan, dikerjakan melalui program padat karya tunai dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat.

EKONOMI | 22 September 2021

Rayakan HUT Ke-31, Guardian Berikan Penghargaan kepada Tokoh Inspiratif

Merayakan HUT ke-31, Guardian memberikan penghargaan kepada 31 tokoh yang dianggap memiliki kontribusi serta dampak positif yang nyata dalam kehidupan.

EKONOMI | 22 September 2021

Inovasi Anak Usaha INOV Diganjar Penghargaan Original Rekor Indonesia

Plasticpay memperoleh penghargaan dari Original Rekor Indonesia (ORI) sebagai pemecah rekor gerakan pilah sampah dari rumah.

EKONOMI | 22 September 2021

Sembilan BUMN Dapat PMN Rp 55,88 Triliun pada 2022, Ini Perinciannya

Pemerintah akan menyuntikkan modal pada 2022 sekitar Rp 55,88 triliun untuk sembilan perusahaan BUMN.

EKONOMI | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Ini Cara Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Rawat Kesehatan Gigi Rafathar

Ini Cara Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Rawat Kesehatan Gigi Rafathar

HIBURAN | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings