IHSG Anjlok, Pasar Masih Tunggu Respon Pemerintah Hadapi Virus Corona

IHSG Anjlok, Pasar Masih Tunggu Respon Pemerintah Hadapi Virus Corona
Ilustrasi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Lona Olavia / FMB Kamis, 27 Februari 2020 | 15:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat pasar modal dan CEO Teman Trader Luke Syamlan mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (27/2/2020) masih dalam tekanan koreksi, apalagi belum ada tanda-tanda respon pemerintah atasi dampak pelambatan ekonomi atas wabah virus corona.

Berbeda dengan Tiongkok yang merespon dengan inject dana di capital market US$ 178 miliar likuiditas untuk jaga market supaya tidak ambrol ketika sesi perdagangan dibuka pasca-libur Imlek lalu.

"Tekanan aksi jual asing di market yang tidak bertenaga ini membuat lebih dari 300 saham ditutup negatif dan hanya 92 saham yang naik, di mana mayoritas adalah saham saham lapis dua dan tiga yang notabene adalah saham gorengan," kaya Luke.

IHSG anjlok 2,63 persen ke kisaran 5.539,38 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Kamis (27/2/2020).

Indeks bergerak di kisaran terendah 5.538,68 hingga tertinggi di 5.684,29 pada perdagangan hari ini. Sebanyak 2,89 miliar lembar saham senilai Rp 3,18 triliun ditransaksikan hari ini. Sebanyak 62 saham menguat, 331 melemah, dan 85 stagnan. Investor asing mencatat aksi jual sebesar Rp 448,5 miliar di pasar reguler, negosiasi dan transaksi, dengan rincian beli Rp 990,9 miliar dan jual Rp 1,4 triliun. Kapitalisasi pasar penutupan sesi pertama sebesar Rp 6.426 triliun, turun Rp 173 triliun dari Rp 6.599 triliun penutupan kemarin.

Dalam catatan RTI, lima saham berkapitalisasi besar (big cap) paling aktif ditransaksikan saat IHSG ditutup turun 149,54 poin (2,62 persen) ke level 5.539,38 pada perdagangan sesi pertama Kamis (27/2/2020). Namun, dalam waktu bersamaan, saham-saham big cap juga melemah.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) tercatat sebagai saham-saham yang paling aktif ditransaksikan berdasarkan nilai.

Menurut data RTI, dari keempat saham tiga di antaranya saham emiten BUMN itu seluruhnya melemah. Harga BMRI anjlok 4,57 persen, BBRI turun 7,81 persen, BBCA terkoreksi 3,34 persen, dan BBNI terpuruk 4,10 persen. Sedangkan saham TLKM menguat tipis 0,28 persen.



Sumber: BeritaSatu.com