Wall Street Tak Berdaya Akibat Korona, Dow Jones Hilang 4%

Wall Street Tak Berdaya Akibat Korona, Dow Jones Hilang 4%
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 28 Februari 2020 | 08:48 WIB

New York, Beritasatu.com- Wall Street atau bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis malam waktu setempat atau Jumat pagi WIB (26/2/2020) ditutup melemah.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1.190,9 poin (4,2 persen) menjadi 25.767, Indeks Komposit Nasdaq melemah 414,3 poin (4,61 persen) menjadi 8.567 poin dan Indeks S&P turun 137,6 poin (4,42 persen) menjadi 2.979 poin.

Baca JugaWall Street Terseret Lonjakan Virus Corona

Dow Jones anjlok 1.100 poin, membawa penurunannya dari rekor tertinggi menjadi lebih dari 10 persen karena investor khawatir virus korona akan menyebar di AS. Sebuah peringatan perusahaan dan analis tentang virus menyeret saham turun ke wilayah koreksi.

Pelemahan ini merupakan yang keenam kali berturut-turut. Selama empat hari terakhir, DJIA sudah turun sangat tajam sekitar -3,216 poin (-11,60 persen).

Baca JugaLagi, Wall Stret Tak Berdaya Dihantam Kekhawatiran Corona

Dow juga mencatat rekor penurunan poin satu hari, yang juga merupakan penurunan 1.000 poin keempat dalam sejarah dan yang kedua minggu ini.

Indeks S&P 500 turun 12 persen di bawah rekor penutupan 19 Februari, menandai koreksi tercepatnya hanya dalam enam hari perdagangan. Rekor sebelumnya adalah sembilan hari pada awal 2018.

Pelemahan bursa AS yang merupakan penurunan mingguan tertajam sejak krisis keuangan global, dipicu infeksi baru yang dilaporkan di seluruh dunia melampaui yang terjadi di daratan Tiongkok.

Semua dari 11 sektor S&P ditutup lebih rendah dengan sektor real estat, teknologi dan energi kehilangan lebih dari lima persen. Kinerja terbaik adalah sektor kesehatan dan industri, yang semuanya ditutup turun tiga persen.

Pemerintah yang memerangi epidemi dari Iran hingga Australia menutup sekolah, membatalkan acara besar dan menambah persediaan medis. Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada Rabu malam (26/2/2020) mengonfirmasi infeksi di California.

Analis dan ekonom industri terus membunyikan tanda bahaya dampak wabah korona. Goldman Sachs mengatakan perusahaan-perusahaan AS tidak akan menghasilkan pertumbuhan laba pada 2020.

Microsoft Corp, penekan terbesar di S&P, turun hampir tujuh persen setelah memperingatkan kelemahan dalam bisnis PC karena gangguan rantai pasokannya akibat korona, menggemakan pernyataan serupa dari Apple Inc dan HP.



Sumber: Reuters