IHSG Berpotensi Tertekan, Investor Disarankan Selektif Trading

IHSG Berpotensi Tertekan, Investor Disarankan Selektif Trading
Ilustrasi IHSG. (Foto: Antara / Sigid Kurniawan)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 28 Februari 2020 | 08:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pada perdagangan hari ini diperkirakan akan turun menyusul sentimen negatif eksternal.

"Jatuhnya Wall Street berpotensi mendorong turun IHSG," demikian riset PT MNC Securities yang dipublikasikan, Jumat (28/2/2020).

Aksi jual yang terjadi di Wall Street justru kembali berlanjut akibat kekhawatiran virus korona yang sudah menjalar di AS

Tidak berhenti disitu saja, tajamnya kejatuhan EIDO sebesar -5,35 persen dan jatuhnya harga beberapa komoditas seperti minyak -4,33 persen, nikel -0,85 persen dan timah -1,82 persen semalam serta jatuhnya bursa Asia Jumat pagi ini, juga berpotensi menekan IHSG.

Baca Juga: Investor Asing Lepas Rp 1 T Saham, IHSG Terhempas

Mengetahui IHSG secara valuasi sudah murah, tetapi ada peluang IHSG kembali turun, MNC Securities merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan trading harian.

Baca Juga: IHSG Rontok, Rp 170 Triliun Kapitalisasi Pasar Hilang dalam Setengah Hari

Untuk rekomendasi saham bisa buy PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).

Wall Street atau bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis malam waktu setempat atau Jumat pagi WIB (26/2/2020) ditutup melemah. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1.190,9 poin (4,2 persen) menjadi 25.767, Indeks Komposit Nasdaq melemah 414,3 poin (4,61 persen) menjadi 8.567 poin dan Indeks S&P turun 137,6 poin (4,42 persen) menjadi 2.979 poin.

IHSG terkoreksi tajam hingga 2,69 persen ke 5.535,69 pada akhir perdagangan Kamis (27/2/2020). Saham-saham unggulan yang tergabung dalam Investor33 turun 3,09 persen ke kisaran 419,96, indeks LQ45 turun 3,24 persen ke kisaran 892,76, JII turun 2,34 persen ke 579,72.



Sumber: BeritaSatu.com