Bank Ina Dorong Kemajuan Perekonomian Medan

Bank Ina Dorong Kemajuan Perekonomian Medan
PT Bank Ina Perdana Tbk ekspansi kantor di Medan. ( Foto: Dok )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 28 Februari 2020 | 12:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Ina Perdana Tbk (Bank Ina) milik Salim Group melakukan ekspansi dengan membuka kantor cabang dan kantor kas Indogrosir di Medan yang merupakan kantor ke-30 dan 31 di seluruh Indonesia.

"Kami berharap Kantor Cabang Medan mampu merespons potensi lokal agar lebih berdaya, dan menggairahkan usaha sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mendorong kemajuan perekonomian di Medan," kata Direktur Utama Bank Ina, Daniel Budirahayu dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat  (28/2/2020).

Dia mengatakan, dengan dukungan pemegang saham, yakni Salim Grup, Bank Ina yakin peluang bisnis ke depan makin terbuka. "Komitmen pemegang saham diwujudkan tidak hanya dalam bentuk permodalan, tetapi brand value, knowledge dan skill," kata Daniel Budirahayu.

Daniel Budirahayu mengatakan, Bank Ina pada 2020 fokus pada segmen small and medium-sized enterprises (SMEs) dan pembiayaan makro. Dengan jaringan Grup Salim, Bank Ina juga akan masuk ke ekosistem Salim Grup, seperti supplier financing, dan makro financing.

Dengan fokus pada segmen usaha kecil dan menengah (UKM) serta masyarakat, Bank Ina terus melakukan inovasi. "Kami juga berupaya meningkatkan pelayanan nasabah. Hal ini dilakukan antara lain dengan bersinergi dengan Indogrosir yang memiliki jaringan kantor di seluruh Indonesia," kata Daniel Budirahayu.

Adapun produk-produk yang ditawarkan Bank Ina beragam seperti tabungan, giro, deposito, M-banking, internet banking, virtual account. "Kami gencar melakukan digitalisasi layanan perbankan melalui mobile banking dan internet banking," kata kata Daniel Budirahayu.

Bank Ina yang berkantor pusat di Jakarta, memiliki total aset per akhir Desember 2019 sebesar Rp 5,3 triliun, tumbuh 37 persen dari 2018 sebesar Rp 3,8 triliun. Pertumbuhan aset didorong kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 58 persen menjadi Rp 4 triliun sepanjang 2019 dan penyaluran kredit sebesar Rp 2,5 triliun, atau naik 47 persen dari 2018.



Sumber: BeritaSatu.com