Menkominfo Targetkan Regulasi Data Center Selesai dalam Sepekan

Menkominfo Targetkan Regulasi Data Center Selesai dalam Sepekan
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, memberi keterangan kepada media saat ditemui di perayaan Natal 2019 di kediamannya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, 25 Desember 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Lenny Tristia Tambun / FMB Jumat, 28 Februari 2020 | 21:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyatakan optimistis dapat merampungkan penyusunan regulasi terkait investasi pembangunan pusat data (data center) di Indonesia dalam waktu sepekan.

Ada beberapa regulasi atau payung hukum yang harus dilengkapi mengacu pada Undang-undang (UU) Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE) dan Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

“Dibutuhkan beberapa aturan yang lebih teknis dalam bentuk Perarutan Menteri Kominfo yang terkait 23 pasal. Dalam satu mingu ini akan diselesaikan dan siap drafnya dan siap disosialisasikan sebelum resmi diberlakukan,” kata Johnny G Plate di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Baca juga: Pimpin Ratas, Jokowi Tekankan Pentingnya Pembangunan Data Center

Menurutnya, regulasi dalam bentuk peraturan menteri (permen) Kominfo sangat penting untuk mengatur dalam rangka percepatan pengambilan keputusan investasi oleh pelaku usaha. “Dalam hal ini investor-investor yang ingin berinvestasi terkait data center Indonesia,” ujar Johnny G Plate.

Selain menyusun regulasi terkait investasi data center, pemerintah juga akan membangun integrated data center (pusat data terintegrasi) yang menjadi pusat data nasional pemerintah. Rencana ini diharapkan bisa terealisasi pada tahun 2020, sehingga bisa segera diproses dan siap digunakan paling lambat pada 2023.

Pusat data yang akan dibantun terkait dengan lalu lintas data, baik yang di dalam negeri maupun antarnegara. Beberapa hal yang sensitif menyangkut data-data spesifik terkait pemilik data, data keuangan dan kesehatan secara teknis akan dibahas lebih lanjut bersama Menteri Koordinator bidang Perekonomian.

“Agar peraturan yang dihasilkan memenuhi semua kepentingan terhadap pemilik data, keamanan data dan kedaulatan data. Di sisi yang lain, sektor usaha atau investasi dapat dilaksanakan dengan baik. Pak Presiden menugaskan khusus terkait lokasi data di dalam negeri menggunakan metode komputasi awan (cloud),” jelas Johnny G Plate.

Dalam 23 regulasi yang berbentuk permenkominfo ini, terangnya, akan diatur terkait pengawasan dan penindakan hukum serta sanksi. Lalu pihaknya juga diminta memutuskan apakah secara teknis nanti akses dan permintaan data akan dilakukan kepada cloud provider atau kepada pengguna cloud computer.

“Tapi tadi arahan Pak Presiden bahwa mekanisme dan aturan di permen akan mengacu kepada best international practices yang sudah diterapkan di mana-mana,” terang Johnny G Plate.

Sedangkan untuk data yang diatur dalam regulasi tersebut dibagi menjadi dua jenis, yakni data yang sifatnya umum dan spesifik. Untuk data yang umum bisa berpindah secara terbatas, sementara data yang spesifik perlu mendapat persetujuan dari pemilik data.



Sumber: BeritaSatu.com