Kapitalisasi Microsoft Hilang Rp 3.320 T Pekan Ini, Saatnya Buy

Kapitalisasi Microsoft Hilang Rp 3.320 T Pekan Ini, Saatnya Buy
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Spencer Platt )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 29 Februari 2020 | 08:37 WIB

New York, Beritasatu.com - Saham Microsoft sedikit mendapat kabar angin segar pada perdagangan Jumat waktu setempat AS atau Sabtu WIB (29/2/2020) setelah mengalami minggu yang suram.

Pada Jumat sore, saham Microsoft sedikit positif di bursa saham AS Wall Street diperdagangkan di atas US$ 158, tetapi masih turun 11 persen sejak awal pekan ini karena kekhawatiran wabah korona.

Dalam tujuh hari perdagangan terakhir, kapitalisasi saham Microsoft kehilangan US$ 232 miliar (Rp 3.320 triliun).

Direktur Ascent Wealth Partners Todd Gordon, mengatakan sudah hampir waktunya untuk kembali membeli saham Microsoft "Saya suka Microsoft kembali ke teritori positif," kata Gordon pada Kamis di CNBC's "Trading Nation."

Baca Juga: Pemerintah Dukung Microsoft Bangun Pusat Data

Gordon mengatakan, saham Microsoft turun dalam rata-rata 200 hari dan mungkin melampaui itu sebelum memantul kembali.

"Itu bergerak di sekitar US$ 145, jadi jika kita akan masuk, kami ingin melakukannya dengan hati-hati," kata Gordon. "Dari US$ 145 hingga US$ 150, itulah zona beli Anda di Microsoft."

Microsoft bukan satu-satunya saham utama yang mengalami kerugian besar selama seminggu terakhir. Microsoft, Apple, Alphabet, Amazon, Facebook dan Visa telah kehilangan kapitalisasi pasar US$ 1 triliun secara kolektif dalam tujuh sesi perdagangan.

Manajer portofolio Tocqueville Asset Management, John Petrides, memperingatkan bahwa investor dapat memiliki lebih banyak portofolio saham.

“Ketika Anda memiliki lima perusahaan teratas di S&P 500 (Microsoft, Apple, Amazon, Alphabet, dan Facebook) yang merupakan 18 persen dari komponen indeks, Anda memiliki konsentrasi sektor saham tertinggi," kata Petrides pada segmen yang sama.

Pada Jumat, saham Alphabet, Apple dan Facebook ditutup negatif, sedangkan Microsoft dan Amazon mempertahankan sedikit kenaikan



Sumber: CNBC