9 Perusahaan Jepang Jajaki Kerja Sama Bisnis US$ 100 Juta di Indonesia

9 Perusahaan Jepang Jajaki Kerja Sama Bisnis US$ 100 Juta di Indonesia
Japan External Trade Organization (JETRO) memfasilitasi pertemuan antara sembilan perusahaan Jepang dengan 50 perusahaan lokal di Indonesia lewat business matching di Jakarta, Jumat (28/2/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 29 Februari 2020 | 09:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak sembilan perusahaan Jepang di bidang kesehatan dan olehraga melakukan penjajakan bisnis dengan 50 perusahaan Indonesia. Acara bertajuk "Business Matching" yang difasilitasi Japan External Trade Organization (Jetro) ini menargetkan transaksi US$ 100 juta.

"Pasar Indonesia masih sangat besar, perusahaan Jepang tertarik di market sini," kata Senior Director Jetro Indonesia Shinpei Sasaki kepada Beritasatu.com, di Hotel Century Park, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Shinpei mengatakan, dalam business matching ini ditargetkan menghasilkan kontrak kerja sama sekitar US$ 100 juta. "Target kami US$ 100 juta. Jika tidak terealsiasi seluruhnya, minimal antara perusahan Jepang dan Indonesia melakukan pembicaraan lanjutan ke depannya," kata Shinpei Sasaki.

Adapun kesembilan perusahaan Jepang tersebut adalah Altura Co., Ltd, Balon Co., Ltd, Fassist Co., Ltd, Ii Mainichi Co., Ltd, Medicaraise Inc, Nakanihon Capsule Co., Ltd, Tsukasa Dolphin Co., Ltd, Xenoma Inc, dan 121 Fitness Japan.

Baca Juga: Jokowi Minta Kepala Daerah Realisasikan Potensi Investasi Rp 708 T

Dari hasil business matching ini, tambah Shinpei, mereka perusahaan Jepang akan melakukan kolaborasi membuat perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan perusahaan Indonesia. "Pada dasarnya mereka tidak ingin berbisnis sendiri, harus ada kolaborasi dengan perusahaan lokal Indonesia," jelas Shinpei Sasaki.

Shinpei Sasaki mengatakan, banyak perusahaan Jepang ingin bekerja sama dengan perusahaan lokal Indonesia untuk mengembangkan produknya di Tanah Air. Menurutnya, pasar di Indonesia masih cukup potensial bagi perusahaan Jepang untuk melebarkan sayap bisnisnya. "Perusahaan Jepang khususnya sektor kesehatan dan olehraga antusias masuk pasar Indonesia karena karena orang Indonesia sudah mulai sadar pentingnya olahraga dan kesehatan," kata Shinpei Sasaki.

Baca Juga: Presiden Minta Dibuatkan Aplikasi Pemantau Kemudahan Berbisnis

Dijelaskan Shinpei, bisnis matching ini bukan yang pertama kali difasilitasi oleh Jetro. Pada 2018, juga telah memfasilitasi beberapa perusahaan Jepang di sektor kesehatan untuk melakukan audiensi bisnis dengan sejumlah perusahaan lokal di Indonesia. "Hasilnya cukup memuaskan, sudah ada beberapa perusahaan Jepang yang telah membuat perusahaan joint venture dengan Indonesia," kata Shinpei.

Namun, ia mengungkapkan bahwa masih banyak perusahaan Jepang khususnya di sektor suplemen kesehatan mengeluhkan rumitnya mengurus sertifikat halan dan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). "Menurut mereka, regulasi di Indonesia sangat rumit, khususnya untuk sektor suplemen kesehatan. Oleh karenanya, kami dari Jetro akan selalu membantu dan memfasilitasi perusahaan-perusahaan Jepang yang ada di Indonesia. Ini tugas kami," tutur Shinpei Sasaki.

Berdasarkan catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sepanjang tahun 2019, Jepang menempati posisi ketiga dalam realisasi penanaman modal di indonesia yaitu mencapai US$ 4,31 miliar dengan 3.835 proyek.



Sumber: BeritaSatu.com