Dampak Virus Corona, Produksi Sepatu di Indonesia Turun 20%
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (1.05)   |   COMPOSITE 6359.21 (17.55)   |   DBX 1342.2 (24.26)   |   I-GRADE 184.288 (0.11)   |   IDX30 516.126 (0.48)   |   IDX80 138.807 (-0.08)   |   IDXBUMN20 408.536 (-3.29)   |   IDXESGL 142.044 (0.1)   |   IDXG30 145.076 (0.68)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0.52)   |   IDXQ30 147.857 (0.41)   |   IDXSMC-COM 298.089 (2.63)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0.35)   |   IDXV30 136.649 (-0.61)   |   INFOBANK15 1071.96 (2.67)   |   Investor33 444.599 (0.34)   |   ISSI 184.85 (-0.65)   |   JII 633.797 (-1.86)   |   JII70 223.435 (-0.82)   |   KOMPAS100 1241.07 (-1.22)   |   LQ45 967.658 (0.56)   |   MBX 1728.33 (0.25)   |   MNC36 329.04 (0.52)   |   PEFINDO25 326.697 (1.93)   |   SMInfra18 315.108 (-1.3)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0.23)   |  

Dampak Virus Corona, Produksi Sepatu di Indonesia Turun 20%

Jumat, 6 Maret 2020 | 15:14 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Industri alas kaki atau sepatu ikut babak belur menyusul penyebaran virus corona di Tiongkok yang kini telah menyebar ke banyak negara, termasuk Indonesia. Momentum pengalihan order dari Tiongkok ke Indonesia justru tidak bisa dimanfaatkan industri sepatu dalam negeri lantaran persediaan bahan baku yang menipis. Bahkan kapasitas produksi kini sudah berkurang hingga 20 persen.

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Firman Bakri mengungkapkan, selama ini kebutuhan bahan baku industri sepatu sangat bergantung pada Tiongkok. Ketika distribusi bahan baku ini terhambat akibat kegiatan produksi di Tiongkok sempat terhenti, industri di dalam negeri ikut terkena dampaknya.

"Memang ada beberapa brand lokal yang sebelumnya impor langsung dari Tiongkok, belakangan ini minta produksi ke kita. Tetapi peluang ini tidak bisa diambil karena kita masih kekurangan bahan baku. Produksi kita bahkan sudah berkurang 20 persen," kata Firman Bakri, Jumat (6/3/2020).

Firman menyampaikan, produk sepatu yang diproduksi di Indonesia sebetulnya memiliki perbedaan segmen dengan Tiongkok. Di Indonesia sepatu yang diproduksi kebanyakan adalah order dari brand besar seperti Nike, Adidas, Reebok, dan brand global lainnya. Hanya sebagian kecil yang merupakan brand lokal. Sedangkan di Tiongkok, sepatu yang diproduksi adalah produk-produk massal dengan harga murah.

"Dari sisi segmen, kita berbeda dengan Tiongkok. Jadi hanya sedikit sekali pemindahan order dari Tiongkok ke Indonesia. Kalau pun ada ya dari brand lokal dan itu tidak bisa kita kerjakan," kata Firman.

Meskipun kegiatan produksi di Tiongkok sebagian sudah kembali berjalan mulai 17 Februari lalu, Firman mengatakan proses pengiriman bahan baku masih membutuhkan waktu. Sedangkan apabila melakukan substitusi atau mengambil bahan baku dari negara lain, hal ini juga membutuhkan proses yang tidak mudah. Harganya pun akan lebih mahal ketimbang mengambil bahan baku dari Tiongkok.

"Produksi kita itu kebanyakan bekerja berdasarkan order dari pemilik merek, baik dalam maupun luar negeri. Setelah mereka order, kita lalu buat sampel yang di dalamnya juga disertakan bahan baku, lalu disetujui untuk diproduksi. Kalau harus mengubah bahan baku, harus negosiasi kontrak lagi dan pastinya akan mengubah sampel," papar Firman.

Menghadapi situasi yang berat ini, Firman khawatir industri sepatu tidak bisa memenuhi permintaan yang tinggi saat menjelang Lebaran. Kalau pun nantinya bahan baku tersebut sudah tiba, ongkos produksinya akan lebih besar karena dipastikan akan lebih banyak pekerja yang lembur untuk mengejar produksi.

"Bahan baku ini sudah dalam tahap darurat. Kita harus recovery dari kerugian ini. Sebab pasti akan ada kekurangan cashflow karena harus bayar lebih untuk tenaga kerja dan terlambat masuk ke pasar. Ini pasti ada kerugian, sehingga harapannya akan ada semacam stimulus atau insentif dari pemerintahn untuk mengurangi beban industri, apakah itu keringanan bea masuk, keringanan pajak, sampai restrukturisasi hutang bank,” harap Firman.

Untuk merespon dampak buruk yang bisa timbul pada sektor ekonomi akibat wabah corona, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah saat ini juga tengah menyiapkan stimulus kedua, di mana yang akan difokuskan adalah mempermudah kegiatan ekspor dan impor.

Untuk hal-hal yang bersifat administratif terkait ekspor dan impor, prosesnya akan disederhanakan dan dimudahkan. Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan relaksasi dari perpajakan seperti PPh maupun bea masuk.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bank Pacu Pertumbuhan Pembiayaan Hunian di Kota Satelit

Ketika infrastruktur dibangun di suatu wilayah, perumahan menjadi sektor yang umumnya tumbuh paling masif.

EKONOMI | 6 Maret 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia di Tertekan

Strait Times Singapura melemah 47,3 (0,56 persen) mencapai 2.970,1.

EKONOMI | 6 Maret 2020

Siang Ini, Rupiah Tertekan Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.199-Rp 14.291 per dolar AS.

EKONOMI | 6 Maret 2020

Semua Sektor Terbakar, Sesi Siang IHSG Menguap 121 Poin

Sebanyak 98 saham naik, 292 saham melemah dan 121 saham stagnan.

EKONOMI | 6 Maret 2020

Aksi Jual Hebat Landa IHSG di Awal Perdagangan

Pukul 09.10 WIB, Indeks harga saham gabungan tergerus 104,7 poin (1,86 persen) menjadi 5.533.

EKONOMI | 6 Maret 2020

Mayoritas Bursa Asia Pagi Ini di Zona Merah

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 516,7 (2,42 persen) mencapai 20.812 poin.

EKONOMI | 6 Maret 2020

Harga Emas Antam Meroket Rp 15.000 Per Gram

Harga emas Antam per 50 gram: Rp 39,435 juta.

EKONOMI | 6 Maret 2020

Harga Minyak Melemah karena Meluasnya Virus Corona

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei turun US$ 1,14 atau 2,2 persen,menjadi US$ 49,99 per barel.

EKONOMI | 6 Maret 2020

IHSG Berpotensi Turun, Ini Daftar Rekomendasi Saham

Secara teknikal IHSG diprediksi bergerak di rentang 5.577 - 5.665.

EKONOMI | 6 Maret 2020

Awal Sesi, Rupiah Turun Sejalan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.199 - Rp 14.240 per dolar AS.

EKONOMI | 6 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS