Meski Harga Minyak Turun, Pendapatan Pertamina EP Terjaga
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Meski Harga Minyak Turun, Pendapatan Pertamina EP Terjaga

Rabu, 11 Maret 2020 | 16:34 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) sekaligus kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas, mencatatkan kinerja positif sepanjang tiga tahun terakhir di tengah melemahnya harga minyak mentah dunia.

Selama 2017-2019, PEP membukukan total pendapatan sebesar US$ 8,964 miliar. Perinciannya, pendapatan tahun 2017 sebesar US$ 2,770 miliar, tahun 2018 sebesar US$ 3,161 miliar dan 2019 sebesar US$ 3,033 miliar. Dengan rata-rata kurs rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp 13.925 dalam tiga tahun terakhir, total pendapatan selama tiga tahun Rp 124,82 triliun.

PEP juga memberi kontribusi laba bersih (net income) yang positif ke induk usaha, yaitu sebesar total US$ 2,024 miliar atau sekitar Rp 28,24 triliun sepanjang tiga tahun terakhir. Laba bersih tahun 2017 sebesar US$ 615 juta, 2018 senilai US$ 756 juta, dan 2019 mencapai US$ 654 juta. “Di tengah harga yang masih cenderung stabil pada level yang rendah, kinerja PEP mencerminkan peningkatan operasional (produksi),” ujar Direktur ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro, di Jakarta, Rabu (11/3).

Sementara produksi minyak pada 2017 mencapai 77.154 barel per hari (BOPD), naik menjadi 79.445 BOPD pada 2018, dan 2019 menjadi 82.213 BOPD. Sedangkan produksi gas 1.018 BOPD pada 2017, sebesar 1.017 MMSCFD pada 2018, dan 959 MMSCFD pada 2019. "Peningkatan produksi tidak terlepas dari upaya PEP melakukan efisiensi disertai kerja keras pekerja," kata Komaidi.

Komaidi menambahkan, tahun ini menjadi tantangan bagi semua perusahaan migas. Tren harga minyak yang rendah secara langsung akan menurunkan pendapatan dan laba perusahaan. Peningkatan produksi dan efisiensi biaya merupakan upaya agar kinerja keuangan PEP tidak turun terlalu dalam. “Kondisi lapangan yang sudah mature membuat tantangan PEP menjadi kompleks. Pertanyaan mendasarnya adalah apakah peningkatan produksi masih ekonomis atau tidak. Jika produksi ditingkatkan dengan biaya yang lebih besar dari harga minyak, tentu keputusan peningkatan produksi tidak akan dilakukan,” katanya.

Pendapat senada dinyatakan Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan. Menurut dia, ada perbedaan kondisi 2017-2019 dengan 2012. Pada 2012 produksi PEP masih cukup tinggi, yaitu berada di level 120 ribuan BOPD dan decline rate masih belum signifikan. “Selain itu, periode 2012 harga ICP (Indonesia crude price) di atas US$ 100 per BOPD. Jadi cukup jauh perbedaannya,” ujar Mamit.

Mamit mengatakan, upaya PEP dalam menjaga decline rate cukup berhasil. Bahkan secara konsolidasi seluruh lapangan bisa meningkat atau incline. “Kenapa selama 2017-2019 produksi PEP meningkat karena memang PEP expansif dalam melakukan kegiatan pengeboran, kegiatan eksplorasi dan juga pekerjaan work over dan well services,” ujar Mamit.

Pada 2017, total sumur pengembangan PEP mencapai 58 sumur, naik pada 2018 menjadi 92 sumur dan pada 2019 menjadi 106 sumur. Sementara sumur work over tercatat 194 pada 2017, 175 pada 2018, dan 215 pada 2019.

Menurut Mamit, untuk menjaga produksi migas, manajemen PEP perlu terobosan dan lebih massif. Drillling campaign baik itu untuk sumur pengembangan dan eksplorasi harus tetap digalakkan. “Penggunaan advance technology harus dilakukan di samping menekan biaya operasi sehingga bisa mengurangi cost per barrelnya,” kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Rp 14.374 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.305- Rp 14.395 per dolar AS.

EKONOMI | 11 Maret 2020

Kadin Sambut Positif Buku Panduan Pencegahan Radikalisme Dunia Kerja

Buku "Panduan Pencegahan Radikalisme di Lingkungan Kerja BUMN dan Perusahaan Swasta" diluncurkan.

EKONOMI | 11 Maret 2020

Balik ke Zona Merah, IHSG Ditutup Turun 66 Poin

Sebanyak 78 saham menguat, 349 saham melemah, dan 115 saham stagnan.

EKONOMI | 11 Maret 2020

Harga Minyak Kembali Turun, Bursa Asia Melemah dan Bursa Eropa Menguat

Bursa Asia ditutup melemah di akhir perdagangan hari ini, Rabu (11/3/2020) disusul bursa Eropa yang dibuka menguat. Harga minyak mentah dunia turun 1%.

EKONOMI | 11 Maret 2020

Rosan: Di Balik Corona Ada Peluang Lebih Banyak Investasi

Pemerintah akan membantu dunia usaha meraih investasi dan memberikan stimulus.

EKONOMI | 11 Maret 2020

BUMN Didorong Profesional dan Komitmen Layani Publik

Kinerja Kementerian BUMN diharapkan semakin baik ke depan.

EKONOMI | 11 Maret 2020

Bank Sentral Inggris Pangkas Suku Bunga Jadi 0,25% Antisipasi Corona

BoE mengurangi suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 0,25 persen.

EKONOMI | 11 Maret 2020

Kadin Sebut Mulai Ada Aktivitas di Wuhan

Dunia usaha khawatir akibat melesunya aktivitas di pusat-pusat produksi di berbagai negara, khususnya Tiongkok.

EKONOMI | 11 Maret 2020

Rilis Kejutan Simpanan, UOB Incar Kenaikan Dana Murah 15%

Program Kejutan Simpanan menyasar tiga segmen pasar.

EKONOMI | 11 Maret 2020

Siang Ini, Rupiah Terkoreksi Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.394-Rp 14.251 per dolar AS.

EKONOMI | 11 Maret 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS