Airlangga: Insentif Pajak Karyawan Khusus untuk Industri Manufaktur

Airlangga: Insentif Pajak Karyawan Khusus untuk Industri Manufaktur
Airlangga Hartarto. ( Foto: Antara )
Herman / FER Kamis, 12 Maret 2020 | 19:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, untuk tahap pertama ini, stimulus fiskal khusus diberikan kepada industri manufaktur yang memang sangat terdampak wabah virus corona.

"Satu-satu, untuk manufaktur dulu,” kata Airlangga Hartarto usai memimpin rapat koordinasi program Kartu Prakerja, di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Baca: Pemerintah Akan Tanggung Pajak Karyawan Selama 6 Bulan

Untuk mengamankan perkonomian Indonesia menyusul penyebaran wabah virus korona atau Covid-19 yang semakin meluas, pemerintah telah melakukan finalisasi kebijakan stimulus II, baik itu stimulus fiskal maupun non fiskal.

Untuk stimulus fiskal, pemerintah akan menanggung pajak penghasilan 21 (PPh 21) atau pajak karyawan. Sedangkan PPh 25 untuk corporate dan juga PPh 22 atau bea masuk pajak impor akan ditanguhkan.

Pemerintah sendiri berencana mengumumkan secara resmi stimulus II dampak Covid-19 ini pada Jumat, (13/3/2020). Namun, dari yang disepakati dalam rapat koordinasi terakhir, stimulus fiskal ini akan diberikan dalam jangka waktu enam bulan.

Airlangga mengatakan, pemerintah juga masih membuka peluang untuk memperpanjang pemberian stimulus ini dengan mempertimbangkan kondisi penyebaran Covid-19.

Baca: Pemerintah Libatkan Startup dalam Program Kartu Prakerja

Sementara itu untuk paket stimulus non fiskal, pemerintah akan menyederhanakan berbagai ketentuan larangan-pembatasan atau tata niaga ekspor, melakukan pengurangan terhadap larangan-pembatasan impor dan percepatan proses impor, terutama yang diimpor oleh 500 importir terpercaya (reputable importer), guna memperlancar masuknya bahan baku dan bahan penolong untuk industri.

Sedangkan dari sisi logistik, pemerintah juga akan mendorong integrasi Indonesia National Single Window (INSW) dengan Inaportnet melalui pembentukan National Logistics Ecosystem untuk mengurangi biaya logistik di pelabuhan.



Sumber: BeritaSatu.com