23 Proyek Panas Bumi Terancam Mangkrak
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Tidak Ekonomis

23 Proyek Panas Bumi Terancam Mangkrak

Kamis, 19 Juli 2012 | 12:23 WIB
Oleh : B1

Tak sebanding dengan investasi yang dikeluarkan

Sedikitnya 23 proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dengan total kapasitas 2.114 megawatt (MW), terancam mangkrak karena progres pembangunannya tidak signifikan.

Proyek-proyek PLTP itu mengalami sejumlah hambatan dalam proses pembangunannya, diantaranya karena masih rendahnya harga jual listrik dari pengembang ke PT PLN (Persero) selaku pembeli tunggal.

Sekretaris Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djadjang Sukarna mengungkapkan, pihaknya baru saja melakukan evaluasi seluruh izin pengembangan panas bumi, untuk wilayah kerjas panas bumi (WKP) yang telah ditenderkan.

Hasilnya, 23 proyek panas bumi atau PLTP berpotensi tidak jalan. Pengembang dari masing-masing proyek cenderung enggan untuk menggarap proyek miliknya karena takut merugi.

“Harga jual listrik dari proyek-proyek panas bumi tersebut memang dipatok sangat rendah, sehingga pengembang merasa akan merugi, jika terus merampungkan proyek PLTP di WKP yang sudah dimilikinya. Proyek-proyek itu banyak yang akhirnya tak capai target, karena harga jual yang dinilai tidak ekonomis,” ungkap dia pada Indonesia EBTKE Conference and Exhibiton 2012 di Jakarta.

Proyek PLTP yang berpotensi tertunda atau mangkrak tersebut di antaranya adalah proyek PLTP Sibayak 12 MW di Sumatera Utara, dengan harga jual hanya 1,6 sen dolar per kilowatthour (kWh), lalu PLTP Cisolok Cisukarame 40 MW di Jawa Barat dengan harga jual hanya Rp 630 per kWh, dan PLTP Atadei 10 MW di Maluku Utara dengan harga jual 9,5 sen dolar per kWh.

Menurut Djajang, proyek-proyek panas bumi yang dievaluasi tersebut merupakan hasil lelang setelah terbitnya UU No 27 Tahun 2003, tentang Panas Bumi.

Sebagian besar proyek itu berada di wilayah pengembangan panas bumi, yang eksisting, sudah berproduksi dan masih eksplorasi.

Pengembang menilai harga jual yang disepakati tidak ekonomis karena tak sebanding dengan investasi yang dikeluarkan.

Presiden Asosiasi PanasBumi Indonesia (API) Abadi Poernomo mengungkapkan, idealnya ketentuan baru tentang patokan harga jual listrik dari pengembang ke PLN, juga berlaku untuk proyek-proyek panas bumi yang sudah ada, bukan hanya untuk proyek baru atau perpanjangan.

Alasannya, untuk mempercepat pengembangan panas bumi adalah dengan mempercepat penyelesaian proyek yang sudah ada.

“Kalau sekarang akan ada perubahan patokan harga jual listrik dari 9,7 sen dolar per kWh ke 10-17 sen dolar per kWh, tentu itu positif. Tapi, intinya kami juga terus melakukan evaluasi, atas harga jual listrik atas proyek-proyek panas bumi yang sudah ada, karena kami menilai angka yang ada sekarang sudah tak relevan lagi,” kata dia.

Abadi Poernomo mencontohkan, harga listrik pada proyek-proyek panas bumi yang sedang berjalan disepakati pada 2007 yang ketika itu untuk memproduksi 1 MW listrik hanya butuh 2,9-3,1 juta dolar.

Selama lima tahun telah terjadi inflasi yang signifikan yang artinya ikut mendongkrak biaya produksi 1 MW listrik menjadi 3,5-3,6 juta dolar. Otomatis, internal rate of return (IRR) yang ideal 16 persen, anjlok jadi 10-11 persen. Tentu saja, pengembang menjadi sulit menggarap proyek.

BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sesi I: Minim Sentimen, IHSG Terkoreksi

Hanya sektor saham keuangan, properti dan perdagangan yang mengalami kenaikan

EKONOMI | 19 Juli 2012

BI: Keuangan Kelas Menengah Bantu Perekonomian

Pasalnya, perilaku rumah tangga terhadap alokasi sumber daya yang dimilikinya, termasuk tabungan dan keputusan pengeluaran, dapat mempengaruhi harga pasar

EKONOMI | 19 Juli 2012

Gita Wirjawan: Meski Krisis, Kita Tidak Anti Impor

Kita akan membentuk lokalisasi dan content produk dalam negeri, selain juga meningkatkan konsumsi domestik

EKONOMI | 19 Juli 2012

Dipisah, Proyek Jembatan dan Kawasan Selat Sunda

Pemerintah tidak akan merevisi Perpres tersebut karena semua permasalahan terkait studi kelayakan tersebut akan dibahas dalam tim khusus

EKONOMI | 19 Juli 2012

Akuisisi Bank Danamon oleh DBS Bank Bakal Mulus

DBS memiliki posisi modal yang kuat dengan peringkat kredit AA dan Aa1, atau posisi rating tertinggi di kawasan Asia Pasifik

EKONOMI | 19 Juli 2012

Harga Emas Turun Lagi

Namun terlihat indikasi pelemahan dollar AS maka harus diwaspadai potensi rebound jika harga melampaui level resisten US$1584 dengan target kembali ke level US$1598-US$1600

EKONOMI | 19 Juli 2012

Garuda Sponsori Liverpool, Kontingen Indonesia Diabaikan

Ini jelas sebuah ironi. Kalau untuk Liverpool saja bisa, mengapa untuk mendukung kontingen Olimpiade Indonesia tidak mau

EKONOMI | 19 Juli 2012

DBS Masih Bisa Akuisisi Danamon

Tetap ada kemungkinan. Kalau yang baru mengakuisisi tetap berlaku ketentuan baru, yang existing juga dilihat kesehatannya

EKONOMI | 19 Juli 2012

IHSG Melaju Menuju Level Psikologis Baru

IHSG terus melanjutkan penguatannya dan mencoba kembali ke level 4.100

EKONOMI | 19 Juli 2012

BNI Securities: Sentimen Positif IHSG Signifikan

Sentimen positif yang dapat menggerakkan indeks hari ini cukup signifikan

EKONOMI | 19 Juli 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS